Postingan

Highlight

Pengalaman VBAC Jarak Dekat

Gambar
VBAC (dibaca : vibek) telah menjadi populer semenjak awal tahun 2011 mulai dikenalkan oleh Bidan Yessy melalui tulisan-tulisannya di www.bidankita.com. Saya sendiri lupa-lupa ingat dari mana awalnya bisa mengenal istilah ini. Yang saya ingat, semenjak anak pertama saya belum genap setahun saya sudah mulai mencari tahu apa dan bagaimana bisa sukses VBAC. Pokoknya kalau lairan lagi saya mau coba VBAC, itu tekad saya dulu. Qodarulloh, Allah menakdirkan saya hamil lagi saat Kakak baru berusia 1 tahun. Itu artinya, saya akan melahirkan anak kedua saat usia Kakak 21-22 bulan (belum genap 2 tahun). Meski sempat kaget, namun waktu itu saya sama sekali tidak merasa berat apalagi marah sama Allah (lha siapa gue pan berhak marah ? >,<) Malah kayak dikasih kesempatan untuk memperbaiki kesempatan di waktu lalu, makanya jadi semangat dan pengen mengusahakan yang terbaik.  PENYEBAB SC ANAK PERTAMA Anak pertama saya sebenarnya hasil dari kehamilan kedua saya, Ma. Kehamilan saya yang

Pertanda Dari Tuhan

Gambar
Pernah ga siy kayak secara berturut turut nemu hal hal yang nyambung banget sama hal yang sedang kita pikirin? Kayak dikasih jawaban gitu atas pertanyaan pertanyaan di benak kita? Jadiiii selama beberpaa minggu terakhir lagi ngerasa overwhelmed banget deh. Kayak bener bener sibuk ina inu tapi ga puas sama kesibukan itu, yang ada jadi capek doang dan uring-uringan 😌 Laluuuu aku berdoa sama Allah, semoga dikasih petunjuk, pasrah deh mau dikasih jawaban kayak apa. Karena udah ga tau lagi mau gimana, tugas kantor banyak banget dan ga selese selese tapi kok ga bikin happy. Sering banget kelewat momen momen buat berduaan sama Allah dan recharge hati (jangan jangan ini deh penyebab terbesarnya 😔).  Kemarin akhirnya memang aku memutuskan untuk memilah lagi apa yang sebenarnya menurutku penting untuk aku perjuangkan dan luangkan waktu untuk kebaikan hidupku -dunia akhirat. Bisa dibilang aku bener-bener memberanikan diri untuk melakukannya. Pernah ngrasain ga siy, melakukan sesuatu tetapi tern

Menulis Untuk Menemukan

Gambar
Pertama tama, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk seorang teman yang pagi ini menyapa dan mendoakan sambil mengingatkan saya dengan caranya bahwa mamajagoan adalah tempat yang indah untuk berkarya. If you read this, I hope you know that your appreciation is so meaningful to me. Bisa dibilang, platform menulis ala blog adalah tempat paling tepat untuk menemukan. Terutama menemukan siapa dirimu dalam menulis, seperti apa tulisan yang kamu suka, hal-hal apa yang menggerakkanmu menulis, apa tujuanmu menulis, its all about finding.   Namun untuk bertemu, tidak selalu dalam kondisi yang mudah bukan? Kadang kala harus mendaki gunung, menahan panas dan dingin, namun sering juga kita temui pemandangan bahkan kawan perjalanan yang menyejukkan hati. Akhirnya saya menyadari bahwa perjalanan menemukan tidak bisa kita batasi. Bila memang belum bertemu, mari terus berjalan hingga akhirnya menemukan. Dulu, mamajagoan pernah bernama liliscious, berganti menjadi athiahsulton, pernah bertitel the s

Cerita Baby A : Sembelit & Cara Ampuh Mengatasinya

Gambar
Akhirnya, 7 bulan berlalu sejak kelahiran baby A. Artinya, tiba saatnya untuk mengenalkannya dengan makanan pendamping ASI alias MPASI.  Sebenernya momen mau kasih MPASI ini juga hampir sama deg degannya kayak pas awal-awal ngajarin anak bayi nenen. Kudu telaten, sabar dan pakai ilmu. Karena tanpa ketiganya, mungkin banget muncul drama drama MPASI yang bikin mama cenat cenut 😤 Salah satunya : SEMBELIT. Ini kejadiannya pas awal-awal Baby A MPASI. Baby A yang sejak awal langsung dikenalkan dengan bubur nasi saring, tiba tiba sembelit. Kalau pup nangis dan pupnya berbiji biji. Kedua hal ini adalah ciri utama bayi sembelit. Awal-awal dia kayak gitu kupikir ya normal aja kan, secara pencernaannya masih tahap mengenal makanan non ASI. Ternyata oh ternyata berlanjut sampai 3 harian >,< Bahkan ada hari di mana dia ga pup sama sekali padahal dikasih makan 😩 I am so worried  dan memilih untuk stop dulu ga kasih MPASI sambil nunggu si pup keluar. Ternyata meskipun ga mamam apa apa selain

Tips Praktis Agar Luka Bekas Jahitan Perinium Cepat Kering

Bobok di kamar sendiri bersama bayi setelah beberapa hari menginap di RS/klinik melahirkan adalah hal yang melegakan. Itu artinya, ibu dan bayi semuanya sehat bukan? Namun, perjuangan ternyata belum berakhir ya Bun :p Bahkan baru saja dimulai ~ Untuk ibu yang memilih menyusui bayinya, maka minggu-minggu pertama adalah waktu yang tepat untuk menanamkan dalam-dalam "Aku bisa, aku kuad" Nah, ada satu lagi niy hal yang mungkin kelewat disiapkan sejak masih mengandung, yaitu persiapan untuk menyembuhkan perinium (yang sangat besar kemungkinannya) robek dalam proses melahirkan. Entah robekan 1 atau 2 bahkan obras, rasa-rasanya semua Ibu pasti happy kalau semua permasalahan jongkok, duduk, pee and poo jadi lancar seperti sedia kala tanpa ada kengerian akan bekas luka yang dijahit. Nah, kali ini saya akan berbagi beberapa tips yang sudah saya praktikan sendiri saat 5 bulan lalu merawat luka robekan perinium. Ssstt ~ kali ini saya (lagi lagi) diobras >,< Sabun antisepti

Drama Bingung Puting, Akhirnya Resmi Cerai Dengan Dot

Gambar
Kalau ada momen paling menyakitkan dalam kehidupan sebagai Ibu, bagi saya itu adalah momen ketika anak menolak menyusu -mamajagoan Beda anak beda cerita. Begitu kesan pertama yang saya rasakan saat menemui anak ketiga saya tiba-tiba susah menyusu . IYA, DIA LUPA BAGAIMANA CARANYA MENYUSU KE IBUNYA. Astaghfirullohal'adzim , seketika itu juga saya merasa lemah lunglai, stres, you name it! Sejujurnya saya takut masa-masa baby blues saat gagal menyusui anak pertama saya terulang kembali.  Tidak mau berlarut-larut dengan pikiran buruk, saya pun segera mencari cara agar anak saya kembali mau menyusu dengan lancar. Ini semakin tidak mudah ditambah dengan kondisi saat itu puting saya lecet (karena terlalu bersemangat menaikkan level pompa >,<) dan anak saya diare ( which is butuh banyak cairan -kalau kata anak jaksel :p). Bingung mau memprioritaskan yang mana, akhirnya saya memprioritaskan untuk mengajari anak saya menyusu. Sejak hari itu, kami resmi cerai dengat si dot! 

Cerita Melahirkan #2VBAC

Memasuki bulan Nopember, rasanya makin deket sama lairan. Ga kerasa kayaknya baru berapa bulan lalu mual-mual plus hypersaliva, tiba-tiba udah waktunya siap-siap berjihad (lagi). Terus terang menghadapi lairan kali ini agak berat, ada semacam emotional baggage di pundak -maklum, buat kalian yang tau blog ini karena cari pengalaman VBAC, bahkan mungkin nyempetin contact aku via email atau IG untuk nanya-nanya lebih lanjut, aku khawatir kalua apa yang aku share ke kalian ga bisa aku jalanin dengan baik -yang berakibat pada proses melahirkanku kali ini. Agak aneh kali ya, tapi beneran deh, ga selalu apa yang udah kita omongin itu mudah untuk dijalanin, apalagi untuk yang kedua kalinya. Ga tahan sama kekhawatiran kayak gitu, maka satu-satunya cara ya cerita, sama siapa lagi kalua bukan ke suamiku, pokoknya dia tempat sampah. Mau ga mau wajib nerima segala uneg-unegku ;P Daripada jadi bisul atau aku umbar di sembarang tempat kan? Mending galau-galau ke dia aja. Alhamdulillah tanggapan

Pengalaman Periksa Retina (Rekomendasi Dokter Mata Pro Normal Di Depok)

Was was, jujur itu yang terbersit semenjak awal trimester 3. Ketika tiba-tiba dokter spesialis kandungan langganan memintaku periksa kondisi retina mata, tentu saja bila aku masih bertekad melahirkan normal.   Tapi apa benar metode melahirkan yang dipilih berpengaruh pada potensi lepas tidaknya retina? Apa benar mengejan bisa membuat retina rusak atau lepas? Kondisi mata minus tinggi seringkali menjadi penghalang Ibu ingin melahirkan normal. Apa pasal? Dokter kandungan mereka mengatakan bahwa mata minus berisiko untuk melahirkan normal. "Nanti retinamu lepas loh!"  Sejujurnya, sejak mengenal pentingnya evidence based dalam setiap diagnosa oleh tenaga  medis, saya lebih hati-hati (dan tidak mau asal pasrah bongkokan) dalam mencerna diagnosa/informasi yang mereka sampaikan. Bukan semata-mata karena saya sok keminter, toh kedudukan kita dengan tanaga medis kan setara ya?Yaitu antara pemberi jasa dengan klien-nya. Jadi kita punya hak kok untuk berpendapat dan berdiskusi, s