Menyerah Bukan Kata yang Pantas Kau Ucap

  • 10/08/2010 07:14:00 PM
  • By Athiah Listyowati
  • 0 Comments

Apakah kalian pernah terpikir bahwa Alloh tidak adil? 
Menimpakan semua kesulitan dalam hidup kalian? 
Menjatuhkan semua beban tanpa ampun? 
Menyesakkan sepenuh dada tanpa sisa? 
Membuatmu bingung?

Marah? 
Dan ingin menyerah atau lari?



Sesungguhnya saat itu keimananmu sedang diuji, apakah hawa nafsumu yang menang atau kepercayaanmu pada Nya yang menang?

Alloh memberikan cobaan sesuai dengan ukuran kemampuan hambaNya, tidak lebih tidak kurang. Dan Alloh selalu memberi kemudahan bersama dengan kesulitan. 

Tidak mudah bukan? Memasukkan semua firman Alloh ke dalam hati kita? Mungkin, itu berarti hati kita belum siap. Mungkin hati kita belum menerima sepenuhnya apa yang Alloh tuliskan untuk kita. Sehingga semuanya terasa sulit.

Alloh mengetahui saat yang basah menjadi yang kering, bahkan sehelai daun yang jatuh pun Dia Tahu, begitu juga dengan silapan hati kita, Alloh Maha Tahu. Alloh menjamin nasib burung, tentulah juga menjamin nasib manusia. Ini hanya tentang bagaimana kita bisa mempercayai sesuatu hal yang tidak mudah, tapi bisa kita lewati. Optimis.

Dalam setiap kesulitan yang kita alami, mari kita berkaca, apakah ini azab ataukah sarana Alloh untuk meningkatkan derajat kita di hadapanNya. Sesungguhnya dengan sabar dan syukur, segalanya terasa lebih ringan dan mudah. Bukankah tidak ada hal yang tidak mungkin bagi Alloh? 

Alloh menciptakan manusia untuk beribadah, tapi di sisi lain, Alloh juga menganugerahkan bumi dan seisinya sebagai hadiah, sebagai sarana untuk menunjukkan kecintaan dan penghambaannya kepada Sang Kholik.
Maka bagi seorang Muslim, pantang untuk menyebutkan kata 'menyerah', atau 'bersedih', atau 'lari'. Karena Alloh berfirman, Laa Tahzan, Innalloha ma'anna ' bagi orang-orang yang mau berjuang.

Kesuksesan dan kebahagiaan adalah hak semua orang, tentu dengan porsi yang sesuai dengan tingkatan masing-masing orang. Jika kesuksesan hanya diukur secara materi, maka niscaya sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa puas dan bisa merasa sukses kecuali setelah begitu lelah mengejar dunia. Mari kita lihat jika kesuksesan dikembalikan kepada Alloh, kita meyakini bahwa segala yang kita punya, segala yang kita raih adalah karena ridho Alloh, maka kesyukuran dan kerendahan hati itu akan semakin membuat kita merasa betapa Alloh sangat menyayangi diri kita. Betapa kita bukan apa-apa tanpaNya. Tanpa-Nya kita hanyalah butiran debu.

Ya Rahmaan, Ya Rahiim..
Mohon ampunan atas segala dosa Ya Alloh, atas lisan, mata, hati dan pendengaran yang tidak terjaga.
Atas keluhan, dengki, iri, benci dan amarah yang tersurat..
Mohon beri hamba pundak, untuk memikul beban ini.
Amanah segalanya dariMu Ya Alloh, segala yang terjadi adalah atas kehendakMu,
maka hanya kepada Mu hamba pantas meminta, dan berpasrah.

Doa adalah bagian dari ikhtiar, tapi tentulah Alloh inginkan ikhtiar yang nyata pula dari hambaNya. Jalan masih panjang, semoga langkah kita senantiasa dalam hangat cinta Alloh.

Tak perlulah menyerah kalah, sayangi diri kita dengan memperjuangkan semampu kita~sebaik yang kita bisa, karena Alloh memberi pundak pada setiap beban yang kita pikul ~Athiah Sulthon

You Might Also Like

0 comments