Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2011

Cinta Bersemi di Pelaminan

Gambar
Reading time : 4-6 minutes Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. Secara diam-diam gadis-gadis Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkan di malam hari. Umar pun mencari Nasr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra. Disini ia bermukim pada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Celakanya, Nasr justru cinta pada istri tuan rumah. Wanita itu juga membalas cintanya. Suatu saat mereka duduk bertiga bersama sang suami. Nasr menulis sesuatu dengan tangannya di atas ta

Prosesi Di Kala Jenuh

Gambar
Rutinitas sehari-hari tidak dipungkiri memang membuat kita jadi agak sumpek. Otak pun jadi ogah diajak berfikir. Tapi, meski begitu rutinitas tidak dapat kita tinggalkan karena itu adalah kewajiban kita. Apalagi untuk orang-orang seperti saya yang bekerja sebagai PNS, rutinitas menjadi bagian dari perjalanan hidup yang harus dilewati. Untuk mengatasi kejenuhan karena rutinitas, saya punya banyak cara, misalnya menyelingi proses bekerja dengan menggambar, membuat kreasi felt, belajar kanji sampai blogging. Namun, di saat tertentu semua hal tersebut tidak lagi ampuh untuk membuat pikiran jadi fresh. Kalau sudah begini saya kelabakan sendiri, harus mengerjakan tugas namun hati dan pikiran tak hendak. Memutar musik kesukaan juga tidak menimbulkan reaksi yang diinginkan. Uhh, maunya apa tho? Haha, kalau sudah dalam kondisi seperti itu, saya akan melakukan prosesi berikut. 1. Rebahan sebentar (bukan bobok loh ya), tarik napas panjang , ingat lagi tujuan saya bekerja, ingat lagi betapa orang-

Menulis dengan Cinta

Gambar
Akhirnya saya tahu mengapa akhir-akhir ini saya tak punya ide untuk menulis. Kemungkinan besar saya lupa bahwa menulis bukan hanya pekerjaan otak, menulis adalah pekerjaan hati ~juga . Terutama jika yang ingin kita tulis adalah tentang perasaan. Hahaha ... Improvisasi saya barusan semoga tidak disebut sebagai improvisasi yang lebay. Karena kadangkala saya tergoda untuk menggunakan 'loe gue' cuma dalam rangka menyelami diri saya dan mencari tau apa yang sebenarnya ingin saya bagi dengan kalian, wahai para pembaca blog saya yang manis dan ganteng... :) Hemm, akhir-akhir ini saya masih terusik dengan tuntutan untuk membuat satu tulisan setiap hari, secara asupan bacaan saya tidak banyak, saya juga jarang membaca berita, plus saya tidak ada teman di ruangan ini, dapat dikatakan saya hanya hidup dengan diri saya sendiri. Orang-orang yang saya ajak omong palingan cuma tante peny yang memaksa diri menelepon malam-malam untuk sekedar berbagi sepuzzle dua puzzle hidupnya, atau mb Reny

Bukan Negeri Dongeng

Gambar
Malam telah larut ketika Kurcaci Cilik sampai di negeri itu. Negeri yang menurut cerita banyak orang adalah sebuah negeri yang penduduknya selalu hidup bahagia, negeri dongeng. Kurcaci Cilik nekat pergi sendiri ke negeri itu, di tempatnya tinggal sekarang tak ia temukan secercah harapan, sekecil apapun itu. Di sini, di negeri dongeng, dia memimpikan langit yang lebih cerah, senyum yang lebih ramah dan hati yang lebih bahagia. Hehe, bagaimana? Apakah aku cocok membuat dongeng? Gara-gara si Kugy aku jadi tertantang bikin dongeng, kalau bisa membuat dongeng, lumayan, bisa untuk investasi masa depan. Bisa dijajal dari Bobo sepertinya, :DD Yang satu ini bukan cerita negeri dongeng, Alhamdulillah kemarin salah satu saudari mengikrarkan diri masuk Islam, aku yakin ia berharap semuanya berakhir dengan happily ever after . Dan yang bisa merasakan happily ever after sampai nanti di hari yang abadi, di tempat yang tak adalah itu kesedihan, tentulah hanya mereka yang diterima amalnya dan dijanji

Pesan

Gambar
itu pesanku untuk diriku sendiri, :D