Bukan Negeri Dongeng

2/07/2011 08:04:00 AM


Malam telah larut ketika Kurcaci Cilik sampai di negeri itu. Negeri yang menurut cerita banyak orang adalah sebuah negeri yang penduduknya selalu hidup bahagia, negeri dongeng. Kurcaci Cilik nekat pergi sendiri ke negeri itu, di tempatnya tinggal sekarang tak ia temukan secercah harapan, sekecil apapun itu. Di sini, di negeri dongeng, dia memimpikan langit yang lebih cerah, senyum yang lebih ramah dan hati yang lebih bahagia.

Hehe, bagaimana?
Apakah aku cocok membuat dongeng? Gara-gara si Kugy aku jadi tertantang bikin dongeng, kalau bisa membuat dongeng, lumayan, bisa untuk investasi masa depan. Bisa dijajal dari Bobo sepertinya, :DD

Yang satu ini bukan cerita negeri dongeng, Alhamdulillah kemarin salah satu saudari mengikrarkan diri masuk Islam, aku yakin ia berharap semuanya berakhir dengan happily ever after. Dan yang bisa merasakan happily ever after sampai nanti di hari yang abadi, di tempat yang tak adalah itu kesedihan, tentulah hanya mereka yang diterima amalnya dan dijanjikan untuk bahagia selamanya di syurga. Salah satu syaratnya telah kita tunaikan, mengucap dua kalimat syahadat dan selanjutnya adalah menjaganya hingga akhir hayat.

Saat mendengar beliau mengucap dua kalimat syahadat, ingin rasanya menggosok mutiaraku hingga bersih, maka hilanglah noda-noda, terpancarlah cahaya iman dari raut muka yang senantiasa menyejukkan serta akhlak yang baik.

Hemm.. rindunya pada Rasulku. Di jaman itu, Rasululloh SAW selalu menyambut orang-orang yang hendak berIslam di masjid. Arsy Alloh pun bergetar setiap mendengar dua kesaksian itu dilafazkan. Senang menyambut umatNya yang bertaubat.



Ya, dongeng adalah dongeng, tapi tidak dengan kehidupan di akhirat nanti. Ia bukan dongeng, ia nyata dan akan kita temui. Meskipun begitu, aku berdoa, kita tetap mengakhiri cerita hidup seperti akhir sebuah dongeng 'they live happily ever after in paradise'... aamiin~

You Might Also Like

4 comments

  1. perahu kertas


    let's have "happily ever after" on our own..

    BalasHapus
  2. kalo dongeng kan kebanyakan yang baca anak kecil, jadi bikin kalimatnya yang mudah dicerna anak kecil. Jangan pake kalimat panjang-panjang atau terlalu puitis.

    /komentator dongeng yang belum pernah bikin dongeng/

    BalasHapus
  3. Hehe, yakin?? Cobalah baca beberapa buku dongeng. Dapat dikatakan, buku daongeng adalah buku terbaik dalam menggambarkan suasana. Meskipun begitu, memang tidak harus menggunakan kalimat panjang si,

    BalasHapus