Epilog : Ikhlas

5/10/2012 05:02:00 PM

Kemarin aku ngambek dan kamu bilang "You should trust me". Dan saat itu hatiku bergejolak lebih keras lagi. "siapa yang tak mempercayaimu", bisikku dalam hati saja.

Kemarin itu bukan soal aku percaya denganmu atau tidak. Itu soal aku dan diriku saja sebenarnya. Memang di saat seperti itu aku akan terlihat sangat egois, sulit ditebak dan sulit ditaklukkan. Bahkan diriku sendiri kesusahan. Tapi aku cukup tenang dengan kata-kata "Ceritakanlah" yang kau ucap. Sebenarnya itu sudah lebih dari cukup.

Kamu tau kan? Sebenarnya aku orangnya mandiri, gak manja dan ogah tergantung. Bahkan mungkin saat orang lain membuat aku jengkel aku lebih memilih untuk mencari tahu ke dalam diriku mengapa aku bisa merasa jengkel pada seseorang. Sampai akhirnya aku menemukan obat atas ini semua. Atas pikiran-pikiran buruk yang menghantui dan dramatisasi yang kubesar-besarkan sendiri. Aku menemukan penawarnya Sayang, penawarnya adalah ikhlas.

Ikhlas rasanya seperti apa jangan kau tanyakan. Karena sebenarnya ikhlas itu kata yang mudah tapi sulit nyatanya. Intinya jangan mengekang perasaan terlalu keras, biarkan ia bernafas dan tetap memberi ruang untuk sedikit kesalahan ataupun harapan yang tergores. Supaya kita punya tempat untuk berpikir lebih jernih dan menerima dengan lebih legawa semuanya. Takaran atas semuanya tidak selalu seperti yang kita mau bukan?

Akhirnya aku mengerti, tak ada yang akan meruntuhkan karang ini kecuali belaian lembut dan setangkup do'a. Aku berharap malam malam mendatang akan menjadi malam yang penuh dengan wewangian mawar surga. Yang dengannya aku menemukan kekuatan untuk terus berdiri dan menggenggam harapan untuk masa depan. Ya, cahaya dari Tuhan akan menyebarkan wewangian surga itu ke hati dan dada kita Sayang, lengkap dengan seteguk kesempurnaan atas cinta yang kita bangun.

Aku hidup untuk mencintaimu dan mencintaiNya.
Kuharap kau pun hidup untuk mencintaiku dan mencintaiNya.
Cinta yang dihidupkan bersama Tuhan adalah cinta abadi.
Wangi dan menggetarkan ~
Lezat dan menguatkan.

You Might Also Like

0 comments