Wah, Dia Bisa Diajak Ngobrol

  • 6/11/2012 05:29:00 PM
  • By Athiah Listyowati
  • 2 Comments

Akhir-akhir ini jika malam sudah menjelang dan diriku mau bobo, perut suka agak sakit. Kalau sudah ada reaksi begini, yang paling quick response ya misua, langsung duduk (*katanya biar ga ngantuk) trus bantu elus elus perut. Dan tarraa, tiba-tiba aku sudah bobok. (*kasian si mamas, but as always, thank you for care)

www.islampos.com
Nah, ternyata sekarang gak cuma malam, siang-siang pun begitu. Contohnya pas tadi udah laper banget dan masih dalam perjalanan balik ke ruangan dari kantin BKF, tiba-tiba perutku nyeri. Spontan aja aku elus, terus bilang, "sabar ya dedek, umi udah beli maemnya, bentar lagi sampai ya" trus jeda sebentar aku sebutin menu untuk siang ini yang sudah aku beli. Alhamdulillah, dia gak nyeri lagi. Awalnya kukira ini cuma kebetulan. Tapi aku bersyukur cara itu manjur untuk menghilangkan nyeri. Sehabis itu aku minta maaf sama dedek, karena masih suka merasa kuat ga sarapan pagi yang cukup, akhirnya dia yang jadi korban T.T (*aku janji, insyaAllah besok besok sarapan dengan benar ^^)

Nah, kejadian nyeri perut berulang pas lagi jam setengah 3 an, lagi hectic2nya kerjaan, harus bikin ND, minta paraf, ngegandain, tiba-tiba sakit lagi. Instingku bilang, dedek bisa diajak komunikasi. Jadi aku bilang, "dedek, umi masih kerja, nanti ya nak. ada waktunya kita istirahat, kalau umi sudah pulang kuliah". Alhamdulillah, nyerinya reda. Aku penasaran banget sampai-sampai pengen tahu lebih jauh soal kemampuan janin berkomunikasi dengan ibunya. Aku search dan nemu artikelnya di sini. InsyaAllah berguna sekali.

Di artikel itu, disebutkan bahwa emosi Ibu sangat berpengaruh terhadap emosi bayi. Pendidikan anak tidak dimulai pas mereka sudah besar, melainkan sejak dalam kandungan. Perilaku, ucapan, lintasan hati dan apa-apa yang disukai adalah didikan terhadap bayi. So, sekarang, aku, sebagai ibu, harus merancang kurikulum terbaik untuk dia yang tentu saja harus kuejawantahkan dalam keseharianku. Bagaimana aku mengajari dia berdoa sebelum makan, mengajak sholat, mengajak belajar, membersihkan diri, dan lain-lain. makan hanya makanan yang halal, bersikap ramah pada semua orang, semuanya akan dipelajari oleh bayiku. Subhanallah, tugas yang tidak mudah. Oleh karena itu, seorang ibu selain harus mempunyai ilmu yang banyak dan komitmen tinggi, dia juga harus didukung oleh sekitarnya, keluarga, suami, teman kerja, tetangga, siapapun. Supaya sejak dalam kandungan, si bayi belajar segala hal yang terbaik.

Oleh karena itu, mlai hari ini, aku berjanji akan melakukan segala cara untuk mendukung tumbuh kembang iman, akhlak dan raganya, semoga Allah meridhoi dan memudahkan. Ayo para Ibu, insyaAllah kita bisa :)
Aamiin ~

Usap-usap perut sambil bilang, "Dedek, bantu umi ya. Kita usahakan semua yang terbaik untukmu ya, Nak. Aamiin :)"

You Might Also Like

2 comments

  1. kyakny itu nyeri dari efek meregangny rahim Lich Say..

    rajin pake minyak zaitun buat dioles diperut buat ngurangi resiko strect mark..(tp sebetulny kayak gitu tergantung jenis kulit juga sih..)

    BalasHapus
  2. O gitu ya mba?
    Mungkin ya, soalnya abis itu perut ku gatel2, heheh

    Diusap zaitun yah?
    Oke ^^b

    BalasHapus

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)