Tetaplah Mengayuh

9/12/2012 03:24:00 PM


Setiap orang punya ceritanya sendiri. Begitu juga dengan para burung, para kepik dan para peri. Memang seringkali kita -tidak bisa tidak- melihat dan menilai hidup orang lain. Cerita orang lain. Kisah orang lain. Dari sana, pada suatu ketika kita belajar dan mengetahui betapa hati orang lain begitu lebih baik dari kita. Dari sana kita belajar betapa banyak anugerah Tuhan yang lupa kita syukuri. Tapi, sayangnya, seringkali dari sana juga muncul rasa iri. Dari sana pula muncul rasa rendah diri.

Hidup itu bergerak. Dan kita -seringkali lagi-lagi- membebani hidup kita sehingga ia susah bergerak. Masih saja kita simpan puing-puing ketidaknyamanan di dalam celah-celah sempit hati kita. Masih saja kita simpan remah-remah kekhawatiran di kolong-kolong hati kita. Buang. Biarkan dia pergi. Biarkan hati kita lega.

Setiap orang punya ceritanya sendiri. Tentang beban hidup. Tentang ujian. Tentang tawa. Tentang amarah. Semua "tentang" ini ada pemiliknya. Berhentilah sibuk dengan beban. Get busy living, or get busy dying.

Yang perlu kita lakukan cuma berusaha sekuat tenaga untuk tetap hidup dengan segala kebaikan yang Tuhan beri untuk kita. Lepaskanlah bebanmu. Dan tetaplah mengayuh :)



You Might Also Like

2 comments

  1. wuaaaaaaa mendapat pelajaran yang pas banget nih dari mbak lilis
    maturnuwun sanget nih mbak...

    jiyaan dunia kerjo masih banyak yang belum saya adaptasikeun huhuhu

    BalasHapus
  2. hehe, cuma lintasan pikiran dan sedikit kegundahan kok, biar pergi sambil dibagi ke roang lain, hehe

    haha, kerja yang bener ya :)

    BalasHapus