Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Bolehkah Kita Bersedih?

Gambar
La tahzan, innalloha ma'ana ~ Janganlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita Pagi ini seorang sahabat bertanya kepada saya, " Lilis, kalau kita sedih, sebaiknya apa yang kita lakukan ?" Jawaban saya, " Kembali ke Allah, yuk ". Sedih itu rasa di dalam hati. Sedangkan yang membolak balikkan hati adalah Allah. Jadi, jika kita ingin menghilangkan sedih itu dan kembali bahagia, mari minta kepada Allah untuk menghapus kesedihan itu. Seseorang bisa merasa sedih karena suatu kegagalan, karena kehilangan, karena merasa bersalah atau hal-hal lain. Intinya, kesedihan hadir karena ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita. Tapi, coba yuk kita cek kembali, kira-kira, harapan kita sudah sesuai belum ya dengan harapan Allah. Kenapa harapan kita harus sesuai dengan harapan Allah ? Karena, Allah pasti memudahkan semua harapan yang baik. Semua harapan yang sesuai dengan apa yang Allah sukai. Harapan untuk menikah demi menjaga kesucian. Harapan untuk bisa naik haji.

Anak anak yang mencintai hujan

Gambar
Hujan turun deras sore ini. Aku yang sedianya segera ingin pulang pun memilih untuk menunggu hujan mereda. Tapi, mungkin doaku supaya hujan jadi reda akan berseberangan dengan anak anak ini. Mereka yang membawa payung dan hujan hujanan di dinginnya sore. Mereka anak anak yang mencintai hujan. Sudah barang tentu doa mereka adalah, "Tuhan, tolong perderas hujan sore ini, buatlah ia turun lebih lama. Kami mendapatkan rejeki dari hujan. Kami mencintai hujan". Tapi ini hanya reka rekaku saja. Mungkin sebenarnya, mereka juga terpaksa mencintai hujan. Tak ada yang lebih membantu mereka mendapatkan rejeki kecuali hujan yang deras seperti hari hari terakhir ini. Mungkin, sebaiknya kuurungkan saja berdoa agar hujan berhenti segera. Sebenarnya hujan tidak hanya memberi kado pada anak anak itu. Setiap kita pun seyogyanya mencintai hujan. Karena hujan menjadi jembatan antara kita dengan Tuhan. Doa kita mudah terkabul saat hujan turun. Hujan adalah waktu yang prestisius. Bagi kita, ataupun

Jiwaku riwayatmu

Gambar
MasyaAllah. Jika Engkau berkehendak apapun bisa terjadi. Kunfayakun~ Ceritanya saya, seperti di blog sebelumnya, sedang ketemu banyak tugas. Hari ini saya berusaha menyelesaikan tugas laporan wawancara perilaku konsumen tepat waktu. Jam setengah 6. Rencananya sehabis itu saya akan ngangkot ke kampus, ngejilid dan duduk manis di kelas. But, as we know manusia yang berencana Allah yang memutuskan. Tepat jam 4 sore, laporan yang sedang saya buat nge-hang. Ga ke save. Secuilpun. Satu halaman pun. Yang tersisa hanya dokumen awal yang masih kasar banget. *siiinggg~~~ Aaaaaaaa, rasanya pengen nangis, tapi kok ya cengeng banget. Tapi beneran. Saya binguunggg bangettt. Gimana caranya menyelesaikan tugas itu tepat waktu, ini kan tugas penting, nilai uas bahkan diganti dengan tugas ini. Mas Doni coba bantu saya dengan mencarikan kemungkinan ada yang tersisa,pakai kode kode apa gitu, tapi tidak berhasil. Yowislah. Saya istighfar. Baiklah. Secepat kilat saya harus move up. Saya mencari tugas yang

Saat apapun mengejarmu untuk diselesaikan

Gambar
Foto di bawah saya yang potret, bukan karena saya mau pamer karena saya rapatnya sama bule. Tapi karena saya pengen kalian tau jam 5 sore begini ada rapat yang baru dimulai. Actually ini bukan core saya karena pak boss didnt tell me anything about this meeting. But as a nice staff, i should help him prepare anything, XD So, saya harus katakan bahwa sebelum ini saya baru saja menyelesaikan kajian ttg OJT. Baru saja bisa bernapas setelah juga menyelesaikan laporan survey kepuasan pegawai DJPU. well, saya baru saja berbahagia karena akhirnya bisa mengerjakan pe er in depth interview. Dan wiw wiw wiw, i should here. In this english mode meeting. Thx God, actually its rare chance *menghibur diri sendiri xixixi Jam 7 nnti kuliah seperti biasa, dan saya jadi ingat kalau dosen kasih tugas bikin 'aku 20 tahun lagi' dalam paper berbasis manajemen strategi in 50 pages, groar o_O What a task. Hikmahnya??? Saya dipaksa memikirkan dan membuat strategi atas masa depan saya. Yang kalau ga dipa