Lagu Kehidupan

  • 4/06/2013 04:15:00 PM
  • By Athiah Listyowati
  • 2 Comments

Ini rumah sepi banget gegara si Mamas sedang ada acara bareng temen-temen kantornya di Pulau Bidadari. Aku harap Si Mas segera kembali ke peraduan bidadarinya yang sebenarnya yaitu aku, hihihi *ge er. 

Dari kemarin sore sampai jam 12 kurang sepuluh tadi scene-scene hidup iramanya naik turun banget. Kemarin sore adalah ujian tengah semester untuk hari kedua, subjeknya Keungan Perusahaan, meskipun ga yakin 100% insyaAllah lancar jaya. Pulang ke Depok sendirian karena Si Mamas sudah harus ke Pulau Bidadari. Jadilah saya naik bajaj dari depan Seven Eleven depan kampus ke Stasiun Manggarai. Subhanallah Jakarta, macetnya itu memang kayak lem fox, ga mau lepas dri Jakarta XDD  Selain itu aku kelaparan parah, aku beli 6 biji gorengan tapi sampai tadi siang akhirnya malah cuma baru digigit separo. Aku sadar banget goreng-gorengan di pinggir jalan itu risiko pas sehabis dimakan lebih gedhe daripada risiko nahan kepingin dan nahan laper. Maka aku putuskan mulai hari ini ga bakal beli goreng-gorengan pinggir jalan karena pada dasarnya aku sadar akan risiko nya untuk kesehatan lebih besar dibandingkan kalau aku ga makan sama sekali, selama perjalanan pulang. 

Sampai di Manggarai adrenalin naik lagi, buuuu, itu para roker udah ramee berjejer mau balik ke Bogor. Langsung speechless takut ga keangkut (kayak barang apa gitu ya) dan sedikit sedih menghadapi kenyataan bakal pulang tanpa dapet tempat duduk, hehehe. Tapi akhirnya alhamdulillah masuk juga meski seperti biasa, kudu desek-desekkan dulu pas masuk ke gerbongnya. Hihi, jadi inget sebutan khusus gerbong wanita dari Si Mas, namanya Gerwani, kayak nama gerakan wanita jaman dulu, tapi sebenernya singkatan dari Gerbong Wanita, bukan lagi Gerakan Wanita Indonesia (tepok jidat). Sepanjang perjalanan asyik buka-buka social media (*sok sok sosialita) dan nonton beberapa video di youtube, maklum, seharian belon sempet buka-buka. Kalian pada punya tumblr gak? Menarik lho tumblr, hasil asimilasi dari instagram, blogspot, twitter, dan youtube. Kalau penasaran, sila mampir ke rumahku di tumblr, :) *tetep promosi 

Sampai di stasiun sudah malem, jam 10. Tapi tu stasiun masih rame banget. Orang-orang juga masih pada berjuang untuk sampai di kediaman masing-masing, Kembali ke pelukan hangat keluarga. Begitu juga aku, hari ini pertama kalinya pulang dari jakarta-depok sendirian, without Mamas, jadi harus naik motor sendiri dari stasiun ke rumah. Everything oke sampai aku udah deket banget rumah, ternyata jalan di gang mau ke rumah dipakai buat entah wayangan entah dangdutan, dan.. ga bisa lewat jalan biasa. Kudu lewat jalan tikus. Ga cukup lah ya kalau jalan tikus. Yah pokoknya kudu lewat jalan yang ga pernah aku lewatin sebelumnya. Jadi aku dengan memelas meminta ditunjukkan jalan tikus itu, sudah malam dan ga tau jalan pulang is so scary. 

Akhirnya si bapak penjaga tontonan nyuruh salah seorang anak buahnya jadi penunjuk jalanku menuju rumah. Oke, kita lewat gang kecil dengan jalanan sama sekali ga pernah pake hand and body, hehe, gronjal gronjal maksudnya, lama, belok-belok, waduh, Si Mamas tegaa nihh, loh kok Mamas yang salah? Baiklah kembali ke laptop. Akhirnya jalan yang kami lewati bertemu sebuah jalan yang lebih besar. Bukan jalan tikus lagi. Sudah jalan kucing. Aku dengan baik hatinya mengatakan pada si bapak penunjuk jalan untuk kembali karena ~aku rasa~ aku sudah tau arah menuju rumah. Hohoho. Apakah kemudian aku sampai rumah?

Well, habis masjid itu jalan lurus aja belok kanan, belok kanan lagi, belok kanan lagi dan sampailah di depan rumah. Sayang sekali, usahaku belum berhasil. Aku salah belok. Aku malah belok ke gang yang di temboknya tertulis 'buntu'. What? Dimanakah jalan pulang? sepertinya satu gang lagi di depan barulah aku belok kanan. Niat hati si segera keluar dari gang buntu, tapi tiba0tiba motornya mager. Ga mau maju ga mau mundur. Diem. Oke. Sempet-sempetnya berpikir aku lagi dikerjain hantu. Ops. Ga ding. Alhamdulillah ada mba-mba yang naik ojek turun persis di belakangku. Jadilah aku meminta tolong ke bapak ojeknya untuk mengecek, what happen with my motorcycle. Sodara-sodara, ternyata aku cuma panik. Si Bapak dengan sigapnya menginjak gigi dua kali, kembalikan gigi ke rahangnya, eh ke titik normal. Dan motorku kembali normal. Terima kasih Bapak tukang ojek.

Alhamdulillah perjalanan yang tersisa lancar. Sampai di rumah dengan selamat. Masih inget kan kalau tadi aku belum makan? Jadi sesampainya di rumah yang aku lakukan adalah menyalakan tv, hehe. Aku taroh panci di kompor, rebus, mi, goreng telor. Trus makan sambil nonton Mba Anggun yang kudu merelakan kedua anak didik yang tersisa di bottom two, sabar yah Mba Anggun. Seselesainya makan langsung sholat Isya.'

Waktu untuk tidur belum tiba. Ssebelum cerita berlanjut saudara saudaraku, ada baiknya jika telah disediakan waktu untuk mengerjakan suatu pekerjaan, maka selesaikanlah sesegera mungkin, karena jika tidak, mungkin kita bakal menyesal untuk selamanya. Yap. Ceritanya aku sudah berniat untuk menyelesaikan studi kasus untuk dilombakan pada hari Sabtu. Dari pagi hingga jam 12 malam theng. Tapi rencana saya tidak mungkin dijalankan karena Jumat sore panitia sudah menagih, dan mengatakan dengan cetar membahana bahwa maksimum pengumpulan bukan jam 12 malam melainkan jam 12 siang, tetoott~
Oke, akhirnya aku mengutak atik studi kasus hingga jam 2 pagi. Tidur. Dan bangun cukup untuk dikatakan kesiangan. Bukannya segera menyelesaikan pekerjaan malah bobok lagi. Sungguh diri ini memang terlalu memanjakan hawa nafsu.

Jam 8 baru mulai mengerjakan kembali, Itu artinya deadline tiba 4 jam lagi. Dan temans, mengerjakan sesuatu di bawah tekanan tidak selalu memberi hasil yang optimal. Aku sendiri menyadari betapa buruknya manajemen waktu untuk mengerjakan studi kasus mengingat aku sudah mendaftar sejak bulan Maret awal. Tapi aku bersyukur Allah menakdirkan aku untuk bisa menyelesaikan studi kasus tepat waktu. Terkirim pukul 12 kurang 10. Aku tidak menuntut apa -apa dari apa yang kuusahakan karena aku belum memberikan apa yang Allah tuntut jika aku ingin berhasil, tapi aku tahu Allah membuka doa untuk siapa saja dan kapan saja sehingga aku tidak mau menyia-nyiakan kebaikan Allah. Apapun hasilnya, insyaAllah itulah yang pantas aku dapatkan. 

Well, akhirnya blog ini menjadi diari lagi, tidak apa-apa asalkan dari sini aku bisa membagikan hikmah dari hidup. Bukankah seseorang hadir dalam kehidupan kita itu untuk dua hal, memberi pelajaran kepada kita, atau menga

You Might Also Like

2 comments

  1. wah mbak lis ...
    aku skrg udah jarang bisa melek sampe malem... seringnya habis isya ngelonin mas harits kebablasan ,,,

    BalasHapus
  2. Hihihi, kalau dah punya anak mungkin beda yah >,<

    Lagian itu juga karena besok banget sudah deadline, huhuhu

    BalasHapus

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)