Don't Stop Moving

5/16/2013 01:38:00 PM

Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan
Allah swt tidak tidur. Dia Maha Tahu kapan daun jatuh, kapan batu yang basah menjadi kering, kapan malam menjadi siang. Lalu, apakah mungkin Allah swt tidak mengetahui apa yang terjadi pada kita? 

Sering dalam menjalani kehidupan ini, kita merasa kehilangan pegangan. Khawatir menggelayut setiap saat, merasa ketakutan dengan apa yang mungkin menimpa kita. Padahal, sebenarnya kekhawatiran dan ketakutan itu kita sendirilah yang membuat. Dalam situasi seperti ini jelas kita perlu mempertanyakan kembali seberapa dalam kita telah mengenal Allah swt, seberapa baik kita mengenal diri kita?

Hakikat kesulitan adalah tangga. Yang dengan menyelesaikannya, maka naiklah kedudukan kita di hadapan Allah swt. Sering kita mengeluh 'berat sekali ujian ini', tetapi ketika ditilik seberapa banyak usaha yang telah kita lakukan untuk menyelesaikannya, ternyata sering mendekati nihil. Lalu, apakah kita pantas menuntut Allah swt mengangkat ujian itu sedangkan kita belum berusaha menyelesaikannya ?

Sungguh, hentikanlah sikap berputus asa, hentikanlah menyuntikan kekhawatiran pada otak kita, hentikanlah mengumpati lingkungan, tapi mengayuhlah. Seperti menaiki sepeda, tanpa mengayuh kita tidak akan pernah sampai di tujuan, meski berat ditanjakan, meski berat beban, meski rusak jalanan, selama kita terus mengayuh, suatu saat nanti kita akan sampai.

courtesy google

Bagaimana jika pertolongan Allah swt dirasa tak kunjung tiba? Terus mengayuh. Allah swt Maha tahu di titik mana kita patut dibantu. Dekati Allah swt dengan beribadah. Dekati sumber-sumber kebaikan dengan bergaul hanya bersama orang-orang solih. Cari cahaya dalam sholat, wudhu, tilawah, sedekah, dan niat ikhlas kita. Pertolongan itu pasti tiba.

Please, kalau kita masih diberi waktu untuk membuka mata, itu artinya rejeki kita masih tersedia.

You Might Also Like

0 comments