Pemberian Yang Tak Dapat Kita Balas

  • 5/27/2013 09:04:00 AM
  • By Athiah Listyowati
  • 2 Comments

If ye would count up the favours of Allah, never would ye be able to number them: for Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful
google.com

Beberapa hari ini saya banyak membaca dan mendengar kabar yang cukup tidak mengenakkan namun dapat menjadi pengingat yang manjur. Kabar pertama datang dari salah satu pejuang kita di akun @pejuangsubuh dan @sahabat_loversh, Ukh Vita. Ukh Vita divonis gagar otak disertai cedera bahu kiri yang parah karena benturan. Luka tersebut ia dapat akibat kecelakaan tabrak lari yang  dialaminya saat hendak berangkat ke kantor. Sendiri, Ukh Vita mengendarai motor menuju kantor dari rumah, kondisi jalanan yang macet dan semrawut mengakibatkan beberapa kurang sabar. Innalillah, ada pengendara motor yang kurang hati-hati dan menabrak Ukh Vita dari belakang. Saya rasa tabrakan dari pengendara motor tersebut cukup keras, karena akibat dorongannya itu Ukh Vita terpental dan kepalanya membentur trotoar. Luka di kepalanya cukup parah karena helmnya sempat terlepas sebelum akhirnya kepalanya terbentur. Saat ini, beliau masih menunggu waktu operasi gagar otak dan patah bahu kiri karena rumah sakit yang merawatnya sekarang menyampaikan ketidaksanggupan untuk mengoperasi. Dan kalian tahu berapa biaya yang harus ia keluarkan ? 125 juta rupiah, masyaAllah, jumlah yang tidak sedikit. Semoga Allah swt menguatkan beliau dan memberi kemudahan untuk kesembuhannya. 

Kisah selanjutnya adalah seorang teman yang dengan berat hati merelakan kandungan karena keadaan fisiknya yang kurang baik. Sejak awal kehamilan teman saya ini mengalami kelelahan yang cukup aneh. Detak jantungnya berdetal lebih cepat dari biasanya. Dokter kandungan awalnya menyatakan bahwa apa yang ia alami adalah hal biasa bagi seorang ibu hamil. Hingga akhirnya ia merasa ada yang salah dengan keadannya. Ia memutuskan ke dokter rumah sakit yang cukup besar, di sana ia dideteksi mengalami kelainan hormon tyroid akibat kehamilan. Dan hal tersebut dinilai sebagai turunan, genetis. Selama ia hamil, maka jantungnya akan bekerja lebih keras. Awalnya ia dan suami hendak mempertahankan kehamilan itu. Namun dokter cukup khawatir dengan keadaan sang Ibu, takut jantungnya tidak kuat. Dalam keadaan cukup kalut, qodarulloh, teman saya akhirnya pecah ketuban. Allah swt menakdirkan kandungannya berhenti saat itu. Allah swt meminta ia dan suaminya merelakan putra pertama mereka. Saat ini, teman saya menjalani terapi agar hormonnya kembali stabil dan jantungnya siap untuk hamil kembali. 

Kisah terakhir baru saja saya baca pagi ini di sebuah situs inspiratif nadirkeval.com. Secara kebetulan saya membaca tentang kisah seorang perempuan bernama Sanabel yang diceritakan kembali oleh Nadir Keval, bagaimana ia bejuang melawan kelaian paru-paru sejak Sanabel lahir ke dunia. Ia meninggal dalam usia 25 tahun. Tapi seorang menyakini bahwa ia benar-benar sudah hidup. Sanabel banyak menulis pesan untuk kita, oang yang mungkin tidak pernah mengenalnya, ia meminta kita untuk menjaga diri, mensyukuri apa yang Alla swt berikan. Sanabel berkata :
I ask each and everyone one out there to count your blessings. Allah gave you your body and organs for you to take care of them. They are Ammanah (a trust) to you. Those who smoke, think twice about the consequences you may come across later in life. Those who drink or do drugs think about the harmful things that can happen while you’re under influence. You may take your own life and the life of others. I was born imperfect with a fatal lung disease and Alhamdulilah Im 25 yrs old. With all new medical discoveries I’ve lived this long, but I didn’t have a choice. YOU do! I’m currently at the hospital suffering from 2 bloodclots that traveled to my lungs in addition to a case of pneumonia. Alhamdulilah I could be in much worse condition. I’m fighting through… I want your prayers and your promise to yourself and to Allah that you will take care of your body…. - Sanabel Abubaker
Subhanalloh, Sanabel tidak punya pilihan atas keadaanya, namun ia berjuang. Sedangkan kita? Kita yang sehat bisa memilih, untuk sehat atau untuk sakit. Lalu, mengapa kita masih merusak diri dengan sikap acuh terhadap kesehatan kita dan orang lain?

Menjadi penutup dari postingan saya kali ini, saya merasa Allah swt telah begitu banyak memberi kita kebaikan, yang saya yakin serajin apapun saya beribadah, saya tidak akan pernah bisa mengembalikan karunia Allah swt itu. Saya akan selalu berhutang budi kepada Allah swt, but, see, Allah swt tidak menganggap karuniaNya sebagai hutang, Allah swt tidak menjdi miskin atau hina apabila kita tidak beribadah kepadaNya, Allah swt tetap selalu menjadi Yang Maha Mulia. Kitalah yang akan menjadi hina apabila kita tidak dekat dengan Allah swt. 

Di luar sana, ada jutaan orang yang keadaannya jauh lebih buruk dari kita dari kacamata manusia, tetapi sebenarnya, mungkin saja merekalah orang-orang terpilih itu, orang-orang yang diberikan kekuatan oleh Allah swt untuk menerima ujian yang meninggikan derajat. Sepantasnyalah kita mendoakan saudara-saudara kita, karena mungkin itulah satu-satunya cara yang kita mampu untuk menolong mereka. 

Mari mengambil hikmah dari kisah hdiup orang lain, mengambil sarinya untuk dijadikan bekal dalam mengarungi hidup. Dan Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”

You Might Also Like

2 comments

  1. Subhanallah sangat inspiratif banget mbak..

    Cerita yang kedua itu persis banget sama cerita teman kantor saya. Saya baru tau soal kelainan itu.. Dan Alhamdulillah Allahmasih memberikan aku kehamilan yg mudah dan anak yg sehat,, Nikmt Allah memang tak terkira nilainya.. ^^

    BalasHapus
  2. Setiap hari sebenarnya kita akan menemui cerita hidup yang inspiratif, bahkan mungkin kita tidak bisa menghitungnya, serigkali kitalah yang menutup diri sehingga ada banyak hikmah yang tercecer dan lupa kita pungut :')

    Sepertinya orang yang sama Bunda, Lis baru denger ceritanya kemarin, dan merasa tidak sendiri dalam meraih cita-cita menjadi ibu, fightt~

    Semoga semua Bunda seperti Bunda Dzaky ya, senantiasa bersyukur dan memebrikan yg terbaik u putra putri yang menjadi amanahnya, aamiin :)

    BalasHapus