Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

1000 Burung Kertas

Gambar
O rang bilang, jika kita membuat 1000 burung-burung kertas, apa yang kita impikan akan terwujud   Saya setengah percaya setengah tidak. Mungkin lebih pada tidak percaya. Dalam dunia yang sudah canggih sekarang ini mitos mitos itu saya anggap cerita tambahan saja. Bumbu yang menyedapkan tapi bukan bahan utama. Meski begitu, entah mengapa emosi saya selalu terusik saat melihat burung-burung kertas. Ia dilipat dengan alur berurut hingga membentuk sayap, kepala dan ekor burung. Burung-burung kertas itu entah kenapa, meski tidak saya percayai khasiatnya, identik dengan harapan. Dalam banyak cerita dan film, ia menjadi sarana bagi mereka yang mengejar impian dan harapan. Sayapun, setiap melihatnya, seperti teringat dengan impian-impian yang pernah terbersit. Baiklah, mungkin akhirnya saya memutuskan bahwa burung kertas adalah pengingat. Menggedor-gedor saya untuk bangun ketika mulai terlena dengan kenyamanan dan kemudian tergoda untuk bersantai-santai. Menggelorakan semangat juang saya untuk

Kapan ?

Tadi malam saya kena protes, suami si yang protes. Ga perlu sedih dulu, *siapa yang sediihh?. Soalnya protesnya sangat positif. Intinya, suami merasa kalau saya sudah lama gak nulis kisah berhikmah, posting berhikmah, cerita berhikmah, hehe~ all about posting that contents something to learn I am sorry my husband, because in this time actually I am not in that mood *eh. Pertanyaan 'kapan?' akhir-akhir ini begitu menekan. Seperti : "kapan deadline skripsinya?", "kapan mau ambil kuesionernya?", "kapan pergi ke dokter?". As O type, I am just can't make a plan well. Lebih suka melakukan segala sesuatunya secara spontan. Tetapi , of course, there is  a lot of people said that, failed to plan is plan to fail T,T. Mana ada orang di dunia ini yang merencanakan kegagalan, sayangnya sebagian besar perencanaan yang gagal akan berujung pada akhir yang gagal pula. What should I do? Sesaat kemudian saya berubah pikiran. Apa yang dikatakan suami bukan tidak