C U T I

  • 1/24/2014 04:34:00 PM
  • By Athiah Listyowati
  • 0 Comments

Wushh ~
Waktu berlalu cepett bangettt ~
Ga terasa udah saatnya cuti ngantor dan prepare untuk get labor alias lairan.

Besok adalah hari terakhir ngantor, mulai Senin sudah istirahat di rumah Depok, in sha Allah Ahad sore 2 Feb baru balik rumah ibu. Pengennya cuti ini bener-bener bisa untuk charge ruhiyah, jasmaniyah dan fikriyah. Melahirkan prosesnya bisa dipelajari, tapi pas hari H nya bener-bener belum bisa kebayang. Makanya butuh bekal yang banyak. Supaya ga panik, dan bisa tenang pas lairan. Ketenangan saat melahirkan menjadi awal yang baik untuk ibu dan bayi, bagaimanapun melahirkannya, normal ataupun caesar. Kata Bu Bidan Lidya, melahirkan adalah proses memasrahkan diri. Mengikuti prosesnya dengan ikhlas, bukan melawannya. Karena melawan rasa sakit akan memicu hormon adrenalin. Sedangkan dalam proses kelahiran yang dibutuhkan adalah hormon oksitosin, yang diproduksi dari perasaan cinta seorang ibu, perasaan rileks. Maka, yang harus dilakukan bukanlah melawan rasa sakit melainkan memanage rasa sakit. Latihan mengelola rasa sakit dapat dimulai sejak kontraksi palsu mulai muncul di trimester ketiga. Latihan ini identik dengan mengatur napas dan mensugesti pikiran untuk membayangkan kebaikan dan kebahagiaan sehingga rasa sakit tak punya tempat di otak.Rumit? Lumayan ~


Nah, untuk bisa menjalani proses melahirkan yang khusyuk memang butuh banyak ilmu. Ga hanya ilmu tentang melahirkan secara medis namun juga ilmu tentang aqidah saat menjalani prosesnya dan fiqh saat anak lahir. Tentang aqidah ini supaya kita ga takut mau melahirkan, yakin bahwa semua dalam kehendak Allah, mati hidupnya seseorang pun begitu. Melahirkan kan berisiko juga mengakibatkan kematian, baik pada bayi maupun ibunya. Dengan aqidah yang lurus, kita punya bekal, bahwa kapanpun seseorang bisa dipanggil, bisa sekarang atau besok, bisa saat melahirkan, bisa pula saat tidur. Untuk itu, ibu menjadi lebih berani. Ilmu fiqh sangat diperlukan dalam proses menyambut kelahiran anak, mulai dari proses meng-adzani hingga memberi nama dan meng-aqiqah-i. Ilmu ini diperlukan agar kita senantiasa mengikuti apa yang disunnahkan Rasululloh SAW perihal menyambut kelahiran anak.

Alhamdulillah, Allah memberi tempat kerja yang kebijakan cutinya cukup lumayan ya, dibandingin orang lain yang mungkin cutinya benar-benar mepet, PNS bisa dapat 3 bulan untuk cuti. Walaupun sebenernya lebih seneng lagi kalau diperpanjang, sampai anak 2 tahun gitu, hehe, kapan kerjanya ya... Abis cuti dua tahun, hamil lagi, trus cuti lagi, :P


Pengen banget pas cuti ini udah ada mesin jahit, sambil latian gitu. Tapi sepertinya kudu ditunda dulu yah~ Padahal sudah di acc misua. Di Depok ga ada oey toko yang oke. Adanya di Grogol, garuk garuk ~ jauh benerrrr. Delivery juga keknya kurang oke, soalnya kan alat elektronik lumayan mahal, bagusnya kita cek-cek dulu kualitas barangnya di tokonya, dan pastikan dapet garansi. Yowis, sepertinya stop dulu lah yaa..

Akhirnya, selalu dan selalu, mohon dan restu dari teman-teman semua, doakan yaaa ~
Semoga pas cuti masih bisa posting-posting :P
 

You Might Also Like

0 comments

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)