Walimah Story #1

  • 1/08/2014 03:24:00 PM
  • By Athiah Listyowati
  • 0 Comments

Waduuhh, telat banget ya kalau bikin walimah story sekarang, ekekek. Secara pernikahan kami hampir memasuki tahun kedua. Tapi marilah kita berdoa, semoga postingan ini ada gunanya untuk teman-teman semua meskipun telat :P
Walimah -terutama akad- merupakan prosesi sakral yang sangat besar maknanya dalam kehidupan seseorang. Bayangin aja, setelah sekian lama menunggu pangeran berkuda putih, akhirnya penantian itu berakhir dan tibalah sang pangeran idaman -meskipun bersepeda motor :P -. Begitu juga sebaliknya, setelah sekian lama menanti bidadari bermata jeli, akhirnya pada hari itu hadir juga sang bidadari idaman hati -meskipun ada juga yang kebagian bidadari bermata sipit *tepok jidat. Begitu besarnya konsekuensi dari sebuah ikatan pernikahan dalam agama kita, Allah SWT telah membuat tuntunan mengenai prosesi pernikahan sejak mempersiapkan diri menjadi suami/istri sholih/ah hingga bagaimana menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Jadi, sebenarnya kita kudu seneng bin bahagia, karena gak perlu repot mbikin tata caranya, semua cara -yang jelas diridhoi Allah SWT- sudah ada. Nah, apakah pelaksanaanya semudah itu ? 
Hehe, keknya si gampang-gampang susah. Kita anggep kalian sudah melewati proses pemilihan calon dan memperoleh restu dari ortu untuk sehidup semati *ceilah dengan sang idaman. So, segala permasalahan seperti beda suku, beda usia, beda kedudukan, beda budaya, beda jauh sama kriteria fisik yang diinginkan (pengennya yang biasa aja ternyata dapetnya cakep banget, :DD), beda kondisi ekonomi -pokoknya perbedaan-perbedaan yang masih bisa ditolerir- telah terlewati. Sekarang yang di depan mata adalah soal prosesi walimahnya (bahasa jawanya resepsi). 

Resepsi bagi banyak keluarga itu meaningnya ga sekedar acara ijab qobul, liat aja kan banyak bener keluarga yang rela ngeluarin banyak duit (ampe milyaran loh, seumur hidup belum pernah punya duit sgitu, ups*) untuk ngadain resepsi yang 'wah'. Islam ga pernah matok nyang namanya wah atau tidaknya resepsi, karena meaning respsi dalam Islam adalah sarana untuk memberitahukan kepada sanak keluarga dan khalayak bahwa dua orang yang tadinya tidak punya hubungan apa-apa sekarang telah resmi menjadi pasangan suami istri. So, selama tujuan tersebut telah tercapai, maka syarat-syarat penilaian yang lebih bersifat 'pandangannya manusia' dapat kita abaikan. Misal, ga asyik ya resepsi cuma di rumah, di hotel dong ! Hihi, banyak bener pasangan yang ga bakal menikah-menikah kalau resepsi kudu di hotel. Begitu juga dengan pakaian pengantinnya, makanannya, souvenirnya, hiburannya, duit semua tuh kalau mau ngikutin 'pandangannya manusia'. So, lewat postingan ini, coba kita pikir-pikir lagi deh, esensi dari ngadain resepsi itu dan bagaimana kita bisa menyelenggarakannya sebagai bagian dari syiar agama, bagian dari dakwah kita ke masyarakat tentang bagaimana Islam mengatur prosesi resepsi secara Islami.
Nah, karena saking banyaknya thethek bengek resepsi, Lis bakalan bagi dalam beberapa postingan yah ~ Check it one by one :p

1. Undangan

Simple but still cute
Rasululloh SAW dalam hal undang mengundang resepsi walimah sangat menjunjung tinggi rasa peka kepada sesama. Kita dilarang pilih kasih cuma ngundang orang-orang kaya aja, orang yang tak berpunya malah lebih utama untuk diundang. Tapi emang ada yang kayak gitu? Mungkin banget kan, orang-orang populer, pejabat, kaya padahal jauh lokasi tempat tinggalnya diundang, e, tetangga sebelah nyang tiap hari ketemu mentang-mentang ga populer, bukan pejabatm ga kaya, ga diundang. Nah, yang begitu tu yang ga boleh. Malah lebih diutamakan kita mengkhususkan untuk mengundang mereka yang ga biasa makan enak buat makan enak pas kita resepsi. Itu baru keren~
 
Selanjutnya, orang juga suka ribet sama bentuk fisik undangan. Kalau mau diturutin, yang selembar 20ribu bahkan lebih juga ada. Tapi ya yang realistis aja, habis dibaca juga ga bakal dipajang, palingan masuk koleksi kertas ga kepake dan berakhir di tukang loakan sampah. So, pilih undangan yang affordable price aja, 5ribu/pcs itu udah dapet kertas yang bagus banget, malah kalau boleh tawar jadi 3000/pcs. Ada juga yang menyarankan supaya undangan itu sehabisnya ga kebuang, ada gunanya misal karena ada tambahan kalender or tempat poto atau undangannya berbentuk booklet fiqh nikah. Thats no problemo selama budget-nya ada, karena yang di-customisasi pastinya beda sama yang simple. Dan hari-hari terakhir ini kan temen-temen kita udah pada melek teknologi. Ga ada salahnya menghemat pengeluran pembuatan undangan dengan memilih undangan yang web base alias online. Dan yang kayak gini banyak yang gratis cui, beneran :'') Ini contoh beberapa web yang bisa dicoba : datangya.com sama pernikahan.us   . Nah, tinggal modif aja sesuai keinginan kita. Oiya, kalau mau by email, bisa juga dengan pingg.com .


Trus, soal undangan lagi, banyak tuh undangan yang ada foto prewednya, actually prewed-nya sendiri ga ada tuntunannya dalam Islam. So, meskipun foto prewed itu super nge-trend, please think twice yah, soalnya Allah SWT ga ridho, masa cuma gegara foto, ibadah menikah kita jadi ternodai. Foto-foto mesra mah nanti aja pas sudah akad, sepuasnya dah, yang penting tetep untuk koleksi pribadi. E tapi pre wed photo nya ga pegangan tangan kok, ga peluk-pelukan kok, tetep aja kan pasti pas lagi foto ada momen ketemu yang sebenarnya not so important. Kalau aku siy hatinya lemah, takut tergoda untuk berpikir yang tidak-tidak. 

Nah, pengalaman walimah kemarin, juga awalnya pengen bener didesain yang lucu-lucu, yang beda, yang diinget-inget gitu, yang unik. Tapi, dengan keterbatasan waktu dan sumber daya akhirnya malah bener-bener pakai undangan biasa yang sederhana, warna mint trus tulisannya warna perak. Kalau ga salah sekitar 3000 an/pcs. Itu aja aku nyesel banget karena ada beberapa undangan yang ga sempet dianter akibat kesibukan pekerjaan. Jadi mubazir deh. Jadi, memang kalau bisa tuh dipilih bener-bener siapa aja yang mau dikasih undangan fisik dan pastikan sampai ke penerimanya. Jika dirasa memang bakalan susah nyampaiinnya -entah karena jarak atau waktu yang tersedia- electronic invitation menurutku sama sekali bukan id eyang buruk. Kecuali untuk kerabat dan teman ortu ya, jelas ga mungkin keknya pakai electronic invitation :DD

Wiyy ~ baru ngomongin undangan aja udah segini panjangnya. Kalau gitu kita to be continued aja ya ~ see ya






You Might Also Like

0 comments

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)