{DORAMA ADDICT} : MY SPRING DAY OF MY LIFE

  • 9/19/2014 04:57:00 PM
  • By Athiah Listyowati
  • 0 Comments

Kisah drama ini diawali dengan quote tentang keajaiban. Yaitu keadaan dimana kita sudah bekerja keras namun sepertinya kita ga akan berhasil. Then, at that time, kita pasti menunggu banget yang namanya keajaiban ヾ(@^∇^@)ノ

Bom Yi, seorang nutritionist, tidak diceritakan bagaimana awalnya, ia mendapat transplantasi jantung dari seseorang. Hingga ia akhirnya ia benar-benar hidup dan sehat kembali, Bom Yi tidak mengetahui siapakah yang telah menjadi pendonornya. Seperti bisa kalian tebak, fenomena yang sring muncul pada proses transplantasi adalah memori yang dimiliki oleh pendonor akhirnya berpindah pada orang yang mendapat donor tersebut. Apalagi ini donor jantung. Dan memang begitulah kisah ini berlanjut. Bom Yi, entah bagaimana bertemu dengan keluarga dari pendonor yang tidak ia kenal itu, anak-anak sang pendonor, suami sang pendonor. Dan yes, kisah pun berlanjut dengan keajaiban yang muncul di antara orang yang kehilangan dan orang yang menerima. 

Bom Yi dan suami sang pendonor
Kisah drama Korea ini menurut saya cukup menyentuh, selain menawarkan kisah romance, drama ini juga mengangkat tema-tema keseharian yang penuh semangat. Saya sendiri menyukai karakter Bom Yi yang super perfectionist namun koleris berat (suka marah-marah dan super duper spontan), tapi hatinya baik. Setelah kembali mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih lama, Bom Yi merasa harus menggunakan kesempatannya dengan sebaik-baiknya, pun ia berjanji pada sang pemilik jantung untuk memenuhi harapan-harapannya yang belum tercapai, menemui siapa saja yang ingin ia temui, mengunjungi kotamana saja yang ingin ia kunjungi. 

Mengingat apa yang dialami Bom Yi, saya menjadi tertampar. Saya pernah mengalami apa yang dialami Bom Yi. Enam bulan lalu, saya pernah mengalami detik-detik di ambang kematian. Saya mengalami pendarahan pasca melahirkan. Masih teringat hingga hari ini, saat-saat darah saya mengalir, saat-saat mata saya mulai kabur, cerita itu akan mengendap selamanya dalam ingatan saya, sampai kapanpun. Dan saya bersyukur, karena Allah SWT memberi saya hidup 1 kali lagi. Memberi saya kesempatan memeluk dan menggendong Yumna hingga hari ini. Sungguh, saya tidak memiliki hak untuk mengeluh atas ujian apapun yang saya temui saat ini, karena Allah SWT pernah mengajak saya merasakan apa yang tidak banyak orang rasakan, menyerahkan jiwa saya dengan penuh keikhlasan, menitipkan Yumna kepada suami, melepas apa yang pernah Allah titipkan atas rizki, titel, pencapaian, pekerjaan, segalanya. Bom Yi menyadarkan saya, bahwa seperti dialah seharusnya saya, berterima kasih kepada siapapun yang darahnya telah mengalir di tubuh saya, meskipun saat ini telah berganti. Menggenapkan seluruh harapan dan semangat saya untuk menghidupkan hidup yang telah Allah SWT panjangkan hingga hari ini, bersyukur atas apapun yang telah saya dapat hingga hari ini, bekerja dan beribadah sebaik mungkin dengan kesempatan ini.

Terima kasih Ya Allah, telah memberi saya pelajaran lagi hari ini, saya jadi ingat bahwa semuanya ada alasannya, apa yang telah saya alami dulu, apa yang Engkau tuliskan untuk hamba hari ini dan nanti, adalah yang terbaik dariMu, dan tugas hambalah untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, alhamdulillah ~
/(≧ x ≦)\
\(^▽^@)ノ
\(^▽^@)ノ
\(^▽^@)ノ
\(^▽^@)ノ

You Might Also Like

0 comments