Yumna Go To 8 mo

10/03/2014 10:00:00 AM

Its Una story time,(●´ω`●) ヽ(‘ ∇‘ )ノ

Sekarang Yumna aka Una sudah mau memasuki bulan kedelapannya. Lagi seneng-senengnya gegulingan, jumpalitan, trus duduk, trus jumpalitan lagi, trus ngejar Umi or Budhenya ke dapur pakai gaya suster ngesot *ups (─‿‿─) Tapi beneran Una cepet banget kalau merayap, satu tangan maju tarik, satu tangan maju lagi, tarik lagi, begitu seterusnya. Duduk alhamdulillah mulai lancar, pas awal awal ini masihlah tu pelan-pelan, erunduk dulu dari posisi mau merayap, naikkin bokong, jatuhin angkat tangan dan voila.

Mulai pagi ini ngocehnya udah beragam, ada Abahnya langsung muncul kata 'Bah', pengen minum, keluar kata 'mik', ada juga 'papapapa', ada juga 'chi', chi, chi'. Dan yang ga ketinggalan adalah teriakan 'aaa', ampe bisa lomba siapa paling lama bilang 'aaa' sama Umi or temen-temennya ヾ(@^▽^@)ノ

Makan alhamdulillah lancar dengan tekstur bubur saring, belum aku cobain fingerfood sampai dia usia 9 mo.  Tapi akan kucobakan beberapa bagian bubur saring yang masih berupa bubur tim, blender sayuran juga kubuat ga terlalu alus banget. Semoga lancar terus ya Nak makannya, please, please No GTM (∪ ◡ ∪) 

tantangan ngasih makan anak usia segitu emang lumayan serius, terutama dalam pemilihan komposisi makanan anak. Kita ga pernah bisa lagi sembarangan kayak milih makan diri kita sendiri. Di usia golden age, anak-anak butuh banget yang namanya Zat Besi dan Omega 3. Kekurangan keduanya bakalan mempengaruhi -minimal sesuai penelitian- tumbuh kembang anak (fisik maupun psikologis). Ada yang namanya penyakit Anemia Defisiensi Besi. Lengkapnya silahkan search di milissehat.com. Penyakit ini sebenarnya sudah bisa dicek sejak anak 1 tahun, penanganannya berupa terapi zat besi, baik berupa suplemen maupun makanan biasa. Untuk bisa memperkecil risiko tersebut (apalagi saya hamil dalam keadaan Hb rendah), Lis harus berhati-hati dalam memperhatikan sumber zat besi di makanan Una. Saya pilih pisang, kaldu, kacang-kacangan, sebagai sumber zat besi Yumna sehari-hari. Oiya, penting banget juga lemak, supaya kalori dan proteinnya ga habis buat kegiatan dia sehari-hari, aku pilih kasih Yumna Extra Virgin Olive Oil, merk Borges (bisa dibeli supermarket besar), ada label halal dari produsennya (Spanyol). Alhamdulillah Yumna ga komplain sama minyak ini di buburnya  (◡‿◡✿) Oiya, selain minyak kayak gini, bisa aja kok pakai minyak goreng apa aja yang ada di rumah, yang penting yang belum kepakai. Bisa juga pakai margarin. Jumlahnya 1 sendok per porsi makan ya :)


Sebenernya setelah Yumna boleh makan, dia baru nimbang pas masuk 7 bulan kemarin, BB nya sekarang di angka 7 kg, belum nimbang lagi jadi ga tau sekarang sudah di angka berapa, targetnya 10 kg pas dia 1 tahun. Jadi target per bulannya adalah 3 kg dibagi 5, 0,6 kg per bulan alias 600 gr, padahal normal secara teori dia tas 6 bulan itu kenaikannya 300-400 gr aja, jadi kira-kira pas dia setahun masih di angka 9 kg. Tingginya juga lama ga diukur, terkahir di 65 cm pas usia 6 mo, paling ga sekarang di angka 70 cm, dan skitar 82 cm di usia 1 tahun nanti. Gigi sudah tumbuh 2 biji di bawah, alhamdulillah~

Semenjak makan alhamdulillah kemampuan motorik dan kognitif Yumna meningkat pesat. Masuk 6 bulan mulai lancar tengkurap, di usia 7,5 bulan sudah bisa merayap dan duduk sendiri, sekarang sudah bisa posisi ruku' dengan tangan berpegangan pada bantal atau guling yang agak tinggi. Tetangga-tetangga udah pada pengen dia dikasih babywalker, tapinya Lis kekeuh ga ngasih karena babywalker mengganggu proses belajar berjalan yang natural. Kursi yang agak berat, atau mainan yang didorong lebih cocok untuk proses belajar berjalan. Kudu nabung karena harganya lumayan, kecuali kalau mau nyewa aja, atau ada yang udah kepakai mau kasih Yumna hibah? :p

Direkomendasikan
Tidak direkomendasikan
Satu lagi yang sebenernya udah pengen banget tak lakuin tapi belum kesampaian adalah ngajak Yumna berenang. Rencananya mau beli kolam renang portable, tapi emangan harganya juga ga murah, kudu bisa jaga banget supaya awet dan tahan sampai adek-adek nya Yumna lahir. Entah kenapa feelingku dia bakalan seneng banget berenang, secara sejak bayi jeger Yumna menikmati banget prosesi mandi pagi dan sore, begitu juga kalau pas lagi di toilet, pengennya main air yang di ember besar. Doakan Umi dapat banyak rejeki ya Nak, bisa segera beliin Yumna kolam renang portable, aamiin ~

Anak seusia Yumna sudah bisa diajarin doa-doa sebelum bobo, pas bangun, sebelum makan, sebelum mimik, sesudah makan, juga pas bersin. Mungkin mereka sekarang ga ngeh, tapi secara wajarnya, apa yang diulang-ulang bakal teringat,ibarat air yang netes di atas batu, lama-lama batunya bakal ada bekas tetesan air. Makanya nggak pernah ada ruginya ngajarin anak doa doa dan surah surah pendek sejak mereka baru lahir, insyaAllah bakal ada hasilnya pas nanti sudah saatnya dia bisa ngomong, aamiin aamiin ~ 

Perjalanan jadi ibu baru aja mulai, musti lebih banyak lagi belajar dan berdoa. Anak-anak seneng deket sama kita kalau kita seneng deket dengan dia, so that easy. Anak-anak hatinya masih halus banget, bakal tau apakah kita sayang sama dia atau ga. Fenomena mbandingin anak working mom atau IRT full udah berseliweran dimana-mana. Aku sendiri tipe yang ga mau cengeng, kondisi apapun kita sekarang ini ga pernah ada yang terjadi kalau Allah SWT ga ijinkan. Yang penting luruskan niat, yang senang berkarir (plus memang ada keinginan bantu finansial rumah tangga, atau karena ingin amal jariyah mengalir lewat ilmu yang dimiliki, ingin bantu sesama, dst) usahakan seprofesional mungkin tanpa melanggar apa yang disyariatkan Allah, sebagai IRT full juga ga boleh lega trus malah jadi kendor dalam ngedidik anak karena ngerasa udah kasih semua waktunya untuk anak. 

Lis sendiri udah pernah galau segalaunya soal bagaimana jadi ibu, bagaimana ngedidik anak, sampai hari ini juga masih ngusahain buat gimana caranya bisa sebaik mungkin jadi Ibu untuk Yumna dan adik-adiknya. Yang aku rasakan adalah ketakutan akan berkurangnya kasih sayang Yumna kepada Uminya, ketakutan tidak dikenali sebagai Uminya, ketakutan dia lebih memilih orang lain daripada aku, ketakutan ada kekurangan dalam pendidikannya, dst. Namun, semakin kesini, aku semakin menyadari kalau anak-anak kita itu super duper alus atinya, tau siapa Umi dan Abahnya, sayang sama Umi dan Abahnya, meskipun waktu kami dengan dia ga sebanyak waktu Budhe dengan dia. Yumna memang lengket sama Budhenya, seneng karena Budhe ada untuk ajak dia main, tapi alhamdulillah dia kerasa nyaman kalau sama Uminya. Senang dan nyaman itu dua hal berbeda, kita senang berteman dengan si B, tapi tidak selalu nyaman. Nyaman lebih pada perasaan yang dalam dan selektif. Dan itulah yang Yumna tunjukkan pada Uminya. 

Apakah kemudian aku akan menyerah pada keadaan? InsyaAllah tidak akan pernah. Bagaimanapun posisi yang kuidamkan adalah posisi sebagai Ibu yang setia menemani kapanpun aku dibutuhkan. Secara fisik dan hati. Tapi bila hari ini Allah SWT masih skenariokan aku untuk jadi ibu yang bekerja, aku akan menikmatinya sebagai sebuah karunia, juga sebagai ujian. Sarana untuk naik tingkat. Sarana untuk naik kelas. Selama pekerjaan kita tidak melanggar syariat Allah, yakinlah Allah akan selalu ada untuk membantu kita, menjaga anak-anak kita saat kita sedang tidak bersamanya.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau karuniakan Yumna untuk menjadi penyejuk mata kami, semoga kelak ia menjadi anak, wanita, istri dan ibu yang sholihah, pembangun peradaban. Seperti namanya, senantiasa menjaga izzah dan diberkahi, aamiin ~≖‿≖

Expresinya kalau lagi ngaji sama Abah >,<




You Might Also Like

0 comments