Kakak Una : 11 Mo

1/12/2015 05:03:00 PM

Memasuki usia 11 bulan ini Una mengawalinya dengan emoh mamam alias GTM. Hihi, just keep calam Mama, akan ada masanya bayi kita mengalaminya. Akhirnya putar otak inget-inget makanan kesukaannya yang non-nasi. Buah-buahan Una seneng hampir semua yang pernah ditawarin ke dia kecuali alpukat. Jadilah Umi belikan Una pepaya dan mangga. And of course, alhamdulillah Una sudah bisa mandiri makan keduanya. Mau disuap kalau potongan buahnya sudah ga memungkinkan untuk dimakan sendiri. Selain buah, Umi siapain juga ubi rebus. Belum pernah nyoba sebelum-sebelumnya. tapi kalau manis biasanya dia suka (*turunan Umiknya sepertinya). Besok rencana juga pengen mbuatin perkedel kentang-tempe. Sepertinya dia lagi seneng yang rasanya agak kuat dibanding bubur plain kayak biasanya *ikatkepalakencengkenceng. 

clap your hand, prok prok prok
Ya sudahlah dengan GTM. Mending Umi catet-catet perkembangan motorik kasar, halus dan psikologisnya Una aja :p Biasanya saya melihat milestone chart di situs ini. Seusia Kakak (11 mo) diharapkan telah mencapai milestone berikut. 
  1. Duduk sendiri
  2. Meraih segala sesuatu di sampingnya yang mampu membantunya berdiri
  3. Beberapa bayi telah memulai langkah pertamanya tanpa bantuan sebelum satu tahun.
  4. Bubblingnya lebih jelas terdengar, biasanya kata pertamanya adalah "mama" atau "dada"
  5. Mengindikasikan keinginannya melalui gerakan tertentu (menggelengkan kepala, mengangguk, menunjuk, dll)
  6. Kemampuan tangan dan jari-jarinya berkembang, isi tas kita keluar semua ? Hihi, alhamdulillah itu perkembangan yang baik di usianya.
  7. Mampu mengambil benda kecil seperti makanan, kemudian memasukan benda tersebut ke mulutnya.
  8. Dia mulai meniru kita -yap, orang-orang dewasa di sekitarnya-, mulai dari menyisir rambut, minum dari gelas, pura-pura ngomong lewat telepon, dll
  9. Mulai khawatir kalau ketemu sama orang asing, dan takut kalau kita tinggal sendiri atau hanya bersama orang asing.
Alhamdulillah, semua milestone penting di atas sudah Una lewati. Duduk sendiri sejak usia 6,5 bulan. Meraih segala sesuatu untuk berdiri sejak 8 bulanan. Langkah pertamanya baru sekitar seminggu terakhir. Bublingnya ada mamam (untuk makan), babah (untuk Abah), tata (untuk temennya yang namanya Talita), cing (untuk kucing), mbi (untuk mobil). Gerakan-gerakan bermakna yang sudah dia tau : menunjuk sesuatu (mulai dari orang yang dikenal maupun barang yang ingin dia mainkan), dada, kissbye, tepuk tangan untuk mengiringi lagu, ciluk ba, menghitung jari tangan kiri, memanggil ayam/kucing dengan gerakan tangan, mengangkat tangan dan menggerakkan mulut saat mendengar Abah atau Uminya berdoa/mengaji, mengepel bekas pipis, dan menundukkan kepala sambil menangis jika marah. 

nyoba pakai kaos sendiri
Isi dompet Umi adalah favorit Una, makanya harus lebih hati-hati nyimpen koin-koin, takut kemakan. Seneng banget mbuka-mbuka majalah/buku sendiri, sampai nangis kalau pas ketemu lembaran buku yang tipis dan susah dibuka (cup cup cup). Ngeluar-ngluarin pampers dari wadahnya juga favorit. Makan pepaya atau mangga juga sudah bisa sendiri. Dan tentu langsung mendekat kalau liat orang di sekitarnya maem atau minum sesuatu. Pengen minum juga pakai gelas. Okaylah Kakak : ) Dan separation anxiety nya makin keliatan, di rumah embah ga mau diajak siapa-siapa kecuali sama Abah Uminya, mau digendong setelah beberapa hari nginep >,< Dan mulai cemberut kalau pagi-pagi peluk cium Umi dan dadah-dadah. Tadi pagi pun nangis, huhuhu, sabar ya Nak. Anak Umi kuat dan tegar, insyaAllah.

Di usia-usia Kakak seperti ini perkembangan bahasanya sedang kuat-kuatnya, jadi harus kita dukung dengan mencontohkan kalimat yang baik, benar dan jelas. meskipun sepertnya dia tidak mengerti, sebenarnya dia sedang belajar. Dan jangan kaget jika entah suatu saat ia mengeluarkan frasa yang sering kita ucapkan kepadanya . Nah loh, hati-hati mencontohkan ya Ayah Bunda hebat. Bagaimana si caranya mengajak bayi mengobrol? Ga harus melulu mengajaknya mengobrol sik, kita ajak dia saat kita berinteraksi dengan orang lain juga sarana ia belajar mimik dan gerakan mulut kita. Dan karena ia sekarang sudah super aktif, kita harus lebih hati-hati mempersiapkan lingkungan bermainnya, kebersihannya dan juga keamannya. Ikat kepala, pegang sapu dan pel, ayo lebih sering bersih-bersih *NTMs bangetss. 

Dan lebih oke lagi, seusia kakak juga sudah mulai bisa diajari tata krama, misal, ketika dia akan meminjam apa yang sedang kita pakai, ajari, "jika mau pinjam, harus minta ijin dulu ya, Nak. Bilang, "Umi, Yumna mau pinjam. Boleh tidak?", jika Umi membolehkan, baru Yumna pakai". Anak ga ngeh? Kata siapa? Anak-anak itu super cerdas, syaraf-syaraf otaknya lagi ON banget, hihi, harus diisi dengan hal-hal baik dong ya. 

Oiya, menyoal sikapnya yang ga mau ditinggal, itu bagian dari perkembangannya, jangan khawatir, beri dia ketenangan dan kepercayaan terhadap orang yang kita titipi (misal, asisten kita). Dann, jangan pernah tiba-tiba ngilang hanya karena ga mau anak nangis pas kita pergi. Baginya itu lebih menyakitkan dibanding mengetahui bahwa ibunya akan pamit sebentar. So, tetep peluk cium dan pamitan sebelum meninggalkan anak kita ya Ayah Bunda. Dan katakan, "Nanti malam/sore, Umi/Abah pulang". Begitu juga ketika akan meninggalkan anak sebentar saat akan mengambil sesuatu di rumah,atau ke toilet, ajari anak bersabar dan menunggu :)

mukanya seloww >,<

Well, seberapapun pencapaian anak-anak kita, first, say Alhamdulillah to Allah. semuanya berkat dan karena Allah, dengan seijin Allah. Umi berdoa, semoga Una selalu menjadi anak kesayangan Allah, yang diberkahi dan dirahmati dunia dan akhiratnya. Doakan Umi ya Nak, semoga bisa terus mendampingi Una untuk meraih ridhoNya. Aamiin. Dan semoga -kita para orang tua- dijauhkan dari sikap menyombongkan diri dan membandingkan prestasi anak-anak kita dengan anak orang lain. Khawatir niatan kita mendidik anak yang seharusnya untuk ibadah kepada Allah berubah, na'udzubillah. 

Selamat menyayangi anak-anak, salam untuk anak-anak hebat di sana :3




You Might Also Like

0 comments