Road to Due Date Diet

  • 10/23/2015 10:44:00 AM
  • By Athiah Listyowati
  • 9 Comments

MasyaAllah, ga kerasa sudah masuk 36w saja. Rasanya baru kapan yah deg-degan test pack karena anak pertamaku masih setahunan. Qodarulloh, rejeki minallah diberi amanah anak kedua insyaAllah. Terus terang, waktu itu sebenarnya siy terngiang-ngiang pengen punya bayi lagi, alhamdulillah Allah kabulkan. 

Berbeda dengan kehamilan sebelumnya yang serba hati-hati, kehamilan kali ini aku lebih 'santai'. Ke dokter hanya 2-3 bulan sekali, sisanya bahkan ke bidan saja. Namun demikian, dari segi kesehatan selama kehamilan, rasanya kehamilan kali ini lebih sedikit keluhan. Tetep pernah ya yang namanya mager ga mau ngantor, milih gegoleran di rumah aja, tapi biasanya bukan karena sakit, karena lagi ga pengen naek kereta dan duduk di depan komputer *lalalalala. Salah satu yang menurutku signifikan adalah exercise selama hamil. Semenjak tau hamil lagi aku memang bertekad tidak mau hamil ala princess, yang manja ga mau ngapa-ngapain, pengennya tetep aktif dan banyak gerak. Maklum, kehamilan sebelumnya anakku sungsang, dan berakhir harus melahirkan dengan operasi cesar. Untuk itulah aku ga mau lagi bermanja-manja ria, salah satunya supaya janinku ga sungsang, dan tentu saja kebugaran selama hamil tetap terjaga.

Nah, kebetulan sekali aku nemu komunitas yang pas banget sesuai sama misiku pas kehamilan kedua ini, support gentle birth. Nama komunitasnya sudah terkenal banget kok, GBUS, aka Gentle Birth Untuk Semua. Sebuah komunitas yang kegiatannya mengedukasi dan mensupport para ibu yang sedang hamil untuk bisa menjalani kehamilan dengan sehat dan bahagia serta bisa melahirkan dengan gentle, alias lembut tanpa banyak intervensi. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini adalah prenatal yoga. Olahraga yoga yang dirancang khusus untuk ibu hamil. Untuk daerah Depok dst, prenatal yoga GBUS dilaksanakan di tepi danau kampus UI (dekat balairung UI) setiap hari Minggu pagi. Oiya, kalau mau ikutan, jangan lupa daftar dulu ya, bisa cek CP nya di fanpage GBUS. Jika sudah mendapat tanggapan, barulah datang untuk latihan. Beberapa teman sudah melahirkan minggu kemarin, jadi sepertinya sudah ada slot untuk peserta baru.


Selain yoga, hal yang aku perhatikan adalah asupan. Dengan segala risiko saat hamil dan melahirkan, asupan adalah hal yang penting yang harus diperhatikan oleh ibu hamil. Minum susu hamil saja sama sekali tidak cukup loh. Ada baiknya meski mengkonsumsi suplemen dari dokter, real food tetap menjadi asupan utama. Apalagi, untuk ibu hamil sepertiku yang pernah punya riwayat SC dan pendarahan pasca melahirkan.



Berdasarkan rekomendasi dari teman-teman yang sudah merasakan khasiat dari asupan-asupan khusus selama hamil, juga saran bidan, berikut diet utamaku selama menunggu due date.

Olive Oil. Minyak zaitun yang kupilih adalah minyak yang extra virgin, bisa didapat dengan mudah di supermarket-supermarket besar bahkan mungkin di dapur kalian, :P Kalau orang kampung suka ada juga yang nyaranin virgin coconut oil, ternyata bukan mitos loh terkait khasiatnya untuk bisa mempermudah persalinan, karena penelitian membuktikan keduanya mampu menjadi induksi alami. Salah satu komponen dari minyak ini mampu menghasilkan hormon prostaglandin yang disinyalir mampu meningkatkan elastisitas cervix dan vagina. Bye bye lah episiotomi! Takaran minumnya 3 kali sehari masing-masing 1 sendok makan ya ~

Susu UHT Terpasteurisasi. Ibu hamil membutuhkan 80-100 gr protein per hari, yap, banyaakk banget. Bahkan minum 1 liter susu per hari baru bisa memenuhi kurleb 36 gr kebutuhan protein harian. Kenapa siy kudu banyak asupan protein? Karena protein berguna untuk pembentukan energi (wich is nglairin itu kayak marathon) dan perbaikan sel-sel tubuh yang rusak (termasuk pasca operasi). Jangan tanya gimana cara aku ngabisin seliter susu sehari :p Aku bagi jadi dua sesi minum, per sesi 500 ml dan dituang di botol minum, aku bawa kemana aja aku beraktivitas, kalau aus minum, aus minum,tetiba habis juga seliter susuuu ~ 

Putih Telur. Its still about protein. karena asupan protein dari susu masih kurang, makanya ditutup pakai telur (putihnya aja yaa~). Kalau sudah minum susu seliter, putih telurnya cukup dua biji aja. Etapi kan protein itu ada banyak banget sumbernya,kenapa kudu telur sik? Untuk alasan kemudahan saja kok sebenernya, mudah didapat dan hampir semua orang bisa makan telur. Kecuali kalian mau rajin nakar-nakar berapa tahu, berapa tempe, berapa ikan yang sudah dimakan dalam sehari, its okey kalau mau skip telur.    

Kurma. Gula alami. Yap, sejak dahulu, banyak penelitian menyebutkan tingginya kalori yang dimiliki oleh kurma plus non fat, penyajiannya pun mudah banget ya, tinggal leb aja gitu ((DIKUNYAH DULU KALII)). Penyimpanannya juga mudah banget, ada yang kering ada yang agak lembekan. Kurma beneran lebih disarankan daripada minum sari kurma yang sudah botolan ya. Temen-temenku sudah banyak yang merasakan khasiat kurma ini selama menunggu dan saat melahirkan. Lahirannya mudah! Begitu kata mereka. Ternyata ada penelitian yang menyatakan kalau kurma itu punya kandungan mirip oksitosin which is salah satu hormon yang sangat berperan dalam proses persalinan. Makan 6 buah kurma per hari diprediksi mampu mempercepat fase awal persalinan, mengefektifkan kontraksi dan mencegah pendarahan pasca melahirkan. Oiya, kurma juga dipercaya mampu meningkatkan jumlah Hemoglobin loh. As we know, Hemoglobin penting banget stabil dan normal selama dan pasca persalinan untuk mencegah adanya pendarahan.

Sebagai seorang Muslim, aku percaya khasiat kurma ini memang nyata, mengingat kurma pun dikisahkan dalam persalinan Ibunda Maryam saat melahirkan anaknya, Isa as. yap, Ibunda Maryam diminta Allah untuk menggoyangkan pohon kurma yang menjadi sandarannya sehingga berjatuhanlah kurma yang telah matang untuk ia santap saat dalam persalinan. Aku sendiri suka kurma Ajwa (kurma kesukaan Nabi SAW). Ga kering, ga lembek, ada aroma wangi, ga enek, sehari aku telatenin makan 7 butir kurma. Kalau yang ga terlalu suka kurma, coba deh kurma ajwa, insyaAllah jadii sukkaa :3

Nah, nah, nah, Mak Emak juga pasti punya yah, aneka resep asupan penting selama menunggu due date ? Mau juga dong Mak, dishare kunci sukses melahirkan normal mudah dengan bantuan makanan. Ditunggu ya ~~


You Might Also Like

9 comments

  1. selamat menantikan detik-detik kelahiran baby-nya yah mbak :)
    semoga persalinannya berjalan lancar, ibu dan baby-nya sehat, amin..

    BalasHapus
  2. aku belum pernah hamil aja udah gembil, gimana nanti kalo hamil, makasih tipsnya mbak
    dan selamat atas kehamilannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, ga harus diet dalam arti mengharuskan badan loh, yang penting dijaga kedekatannya yaa ~

      Hapus
  3. Aku belom pernah melahirkan, Mbak.. Jadi ngga bisa kasih tips deh :P

    BalasHapus
  4. mba maaf mau nnya, untuk fanpage nya dimana ya mba daftarnya? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Via Facebook Mba, cari saja GBUS, insyaAllah ada :)

      Hapus
  5. Minum olive oilnya sejak weeks keberapa mba? ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesegera mungkin boleh Mba, sangat bagus untuk kecerdasan bayi, dan di akhir kehamilan untuk memperlancar proses persalinan

      Hapus

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)