{TAIF} 1# Syarat Cantik Di Mata Allah

  • 10/09/2015 10:04:00 AM
  • By Athiah Listyowati
  • 6 Comments

Yes yes yes, THANK YOU ALLAH ITS FRIDAY!

Ketemu hari Jumat bagi saya mak-mak yang ngantor adalah rejeki Mak, itu artinya hari ini adalah hari terakhir ngantor dan besok weekend, hihihi.


Oiya, InsyaAllah tiap Jumat adalah jadwal posting sharing ringan yang ada hubungannya sama akhirat ya Mak. Isi postingannya akan membahas tentang pernak pernik hubungan kita sama Allah, hubungan antara kita -hambaNya- dengan Pencipta kita -Allah-. Tujuan dari sharing ini tidak lain dan tidak bukan karena nasihat menasihati dalam kebenaran dan ketaatan adalah sarana supaya kita tidak termasuk orang yang merugi. Jadiii, jangan ditimpuk ya Mak, kalau ada tambahan ilmu atau koreksi dari apa yang aku sharing nantii, mari kita saling nasihat menasihati yaa *hug

Ceritanya, pagi ini sebelum rutin ODOJ, Lis sempetin buka Facebook *yeah, Facebook has become our daily routine huh? or just me? LOL Pas banget ketemu sama postingan Bunda Kaska, kurang lebih yang beliau tulis adalah sebagai berikut. 
Setelah berhijab itu yang diperbanyak belajar ilmu-ilmu agama, bukan malah gaya hijabnya yang diperbanyak
Jleb banget ga siy Mak? Seringkali -aku sendiri niy ya- udah merasa paling tau dan paling bener deh, mentang-mentang sudah rapi hijabnya, padahaaalll ~jangan jangan kita lebih banyak mikirin yang luar-luarnya (aka yang terlihat) tetapi banyak melupakan yang tidak terlihat. Apa siy Mak yang ga terlihat? Iman kita Mak, ibadah kita. Cobaa, berapa kali sehari kita mantengin Instagram buat cepet-cepetan order baju baru, takut banget kalau keabisan, takut banget kalau ga dapet yang lagi booming, tapi kita ga seberapa sering cepet-cepet wudhu setelah adzan kedengeran, kita ga cukup sering cepet-cepet pengen selesai gawean buat baca Al Qur'an. Duhh, sepertinya cuma aku saja ya Mak yang begitu. 

Masih dalam hal pakaian, niy Mak. Sekarang pakaian Muslimah banyaakkk banget modelnya. Makin banyak beut ya mak godaannya. Mana harganya pada selangit. Tapi Mak, ga akan ada satu pun baju itu yang bakal kita bawa kalau usia kita udah tutup. Semuanya beneran cuma bakal jadi onggokan di lemari. Bahkan bakal diloakin atau dibuang sama keluarga kita. Jadi, ternyata mubazir ya Mak ngoleksi baju banyak-banyak. Kalau soal mahal apa enggak emang kembalinya ke kemampuan, tapi yang namanya normal atau wajar aku rasa standarnya sama. Boleh Mak beli baju harga 3 jeti, tapi sedekahnya 5 jeti, tapii, lebih oke lagi kalau baju 500ribu-lah (belum pernah beli siy yang semahal ini :p), sisanya sedekahh. 

Whyyy? Itu kan duit-duit guee sendiriii, serah gue dong mau buat apa. 

Iyaa, Mak. Toh nanti kita juga dihisab sendiri-sendiri Mak *piss

Satu lagi soal fenomena hijab ini Mak, banyak euy buku-buku or artikel tentang "How To Look Beautiful With Hijab", isinya adalah aneka gaya pakai hijab, artikelnya ribuan, bukunya juga laris manis. Tapiii, itu semua kan ukurannya mata manusia ya Mak? Padahal kalau di Mata Allah mah hijab itu sederhana. Sebaik-baik pakaian adalah taqwa. Itulah hakikat pakaian terbaik bagi kita sebagai hamba Allah. Bukan mode ini, gaya itu, style ono, bukan sama sekali. Kalau kita ngerti ilmunya berhijab, insyaAllah kita ga bakalan galau kalau pakaian dan hijab yang kita pakai ga semahal tetangga, ga sebagus temen kantor, atau ga seheits instaseleb. Karena cukup bagi kita yang sesuai sama syarat cantik di mata Allah. Ini niy, syarat cantik di Mata Allah. 



Hijab Menutup Dada. Well, kenapa 'bagian itu' harus ditutup? Jawabannya gampang banget, karena bagian tubuh yang satu ini terlalu indah untuk tidak ditutup. Siapa siy yang ga mengakui statement barusan? Terlalu indah untuk diliat siapa aja yang ga special buat kita. Cukup mahram dan terutama suami kita saja ya yang lihat :p

Pakaian Longgar dan Tidak Menerawang. Ketat identik sama 'too open', terlalu permisif memperlihatkan keindahan bentuk tubuh ke orang lain (*yang entah siapa aja) apalagi keterawang. No, big no. Anggun dan mulia (ga cuma anggun doang ya, tapi anggun dan mulia) itu identik sama ga buka-bukaan or ketat, tapi longgar dan ketutup. hati-hati sama bahan kaos, jersey, ceruty, usahain untuk cek dulu di depan cermin dan di tempat terang. Pastikan aman. 

Tak Menyerupai Kaum Laki-laki atau Budaya Khas Keagaamaan Tertentu Selain Islam. Celana identik sama kaum laki-laki. Jadi, ga boleh pakai jeans juga Mak? Boleh tapi rok jeans, hehe. Celana jeans identik sama ketat ya Mak, kata dr Inong pemakaian celana ini dalam waktu lama bakal berpengaruh ke sistem reproduksi kita. Yuk sedikit demi sedikit beralih pakai rok. Pakai rok sama sekali ga ribet. Alhamdulillah aku sudah pakai rok kapanpun aku keluar rumah sejak 9 tahun yang lalu, aku naik motor, aku naik sepeda, aku olah raga, aku naik kereta, aku hiking, rok ga bikin ribet. Syaratnya adalah pakai dalaman, dalamannya pun jegging aja ya Mak, yang ga ketat banget kalau kita pakai sehari-hari. Terus, beberapa kali aku liat model hijab mirip banget sama pakaian khas agama lain. Jangan pakai jilbab yang mirip agama lain ya Mak, ada banyak cara pakai hijab, hindari yang dengan jelas mirip banget sama mereka. 

Tidak untuk Bermegahan. Pakaian kesombongan itu yang boleh pakai bener-bener cuma Allah. Kalau kita berani make, Ya Allah, murkanya Allah besar banget. Jadi, pakaian bagus itu jebakan juga ternyata Mak. Kita jadi swombwong, ngerasa cantik, ngerasa paling oke, huhuhuhu, pengennya tampil baik malah jadi kena murka Allah. Tipiss banget Mak pakai baju bagus untuk estetika atau untuk keliat bagus di mata manusia, jadii, musti banget kudu hati-hati. Bukan ga boleh pakai baju bagus Mak, boleh asal tujuannya bukan bermegahan or memperoleh kepopuleran karena pakaian yang kita pakai (untuk disanjung dan dipuji gitu maksudnya).

Ihh, syaratnya ternyata gampang yah? Dan syarat ini everlasting, ga bakal ganti sampai kiamat. Ga perlu susah susah update gaya setiap hari. Selama sesuai syarat cantiknya Allah, aman dunia akhirat.

Well, maaf maaf ye kalau ada yang kesinggung, semoga ga berakibat memutuskan tali silaturahim terus jadi ga mau mampir lagi di blog ini :p   Aku hanya bertugas menyampaikan apa yang sudah Rasululloh SAW ajarkan ke para sohabiyah pendahulu kita. Kalau kalimatnya nyolot or nampar, itu dalam rangka memudahkan penyampaian saja. Kenapa? Karena yang bisa menyampaikan dengan lembut sudah banyaakkk, barangkali butuh treatment yang agak beda *plaks

Aku percaya setiap orang itu berproses, mak. Hijrah juga pasti adaa aja ujiannya, tapi kalau lulus, ganjarannya juga luar biasa Mak. Believe it or not!

You Might Also Like

6 comments

  1. Mb lis itu modelnya siapa to...
    Nyerep ilmunklo ntr misale bikin brand baju

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iku temen kantorku wae kok Gus :)
      Durung wani bayar model profesional :p

      Hapus
  2. Doakan aku mbak, lagi nabung buat bisa punya gamis, jadi ndak pake-pake celana lagi :3

    Salam,
    Pink

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah Kak Lahiyaa, sedikit sedikit yang penting berproses ya :)

      Hapus