Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Mencatat Perkembangan Anak, Perlukah?

Gambar
Kapan pertama kali anak Mama tumbuh gigi?  Kapan Kakak berhasil mengatakan kata "bababa" atau "mamamama"?  Wah, Mama tau jawabannya dengan pasti? Hebat sekali Ma! *** Contoh Isi Buku Perkembangan Anak Mama, sebagai orang yang sering lupa pada hal-hal detil, saya angkat tangan Ma kalau harus mengingat banyak hal tanpa bantuan catatan 😂😂😂 Termasuk dalam mengingat perkembangan anak-anak saya. Maklum, saya Mamak beranak dua dengan kondisi dua anak itu berdekatan usianya (21 bulan si Kakak, Adek sudah lahir), sehingga kadang serasa punya anak kembar, padahal beda 2 tahun sehingga milestone masing-masing sebenarnya berbeda. Saya ga pengen ada salah satu atau bahkan salah dua milestone yang terselip karena saya lupa. Maka sejak anak pertama, saya memutuskan untuk mencatat perkembangan anak secara manual Ma 💆💆💆 Bagi saya, mencatat milestone sangat penting, karena ada banyak manfaat yang bisa saya ambil dari catatan saya tersebut.  Me

Cloud Bread, Tontonan Ramah Anak

Gambar
Memahami pelajaran hidup bersama Hongsi dan Hongbi yang lucu :) 🎶🎶🎵🎵🎶 Cloud Bread, Cloud Bread, semua sukaa Cloud Bread Sepertinya sebagai emak-emak saya akan susah melarang anak saya nonton tv, khususnya film kartun. Why oh why? Karena sendirinya suka nonton kartun 😓😓 Apalagi sekarang pilihan ceritanya itu banyak banget ragamnya, jadi, selama saya bisa memastikan ceritanya sesuai dengan nilai-nilai yang ingin saya tanamkan kepada anak-anak, its okey , kamu boleh nonton, Nak 😏😏  Nah, salah satu film animasi favorit saya adalah film seri berjudul Cloud Bread, alias Roti Awan. Wow, bagaimana awalnya Hongsi dan Hongbi, kedua kucing kecil dalam film tersebut, mengisi hari-hari mereka dengan roti awan? On a rainy day, a small cloud stuck on a branch, was brought to a mom by her children. She places the cloud in a mixing bowl, and bakes it into cloud bread. The children and mom eat the bread and float gently into the air. The two children float away to share the clo

Ubah Suasana Kamarmu Untuk Mendapatkan Pengalaman Melahirkan Yang Berbeda, Ma

Gambar
Pernahkah Mama terpikir untuk melahirkan di ruangan yang tidak sedingin kamar bersalin rumah sakit? No way! Masa ada siy?  Ada Ma. Jika tidak menemukan klinik atau rumah sakit yang mempunyai kamar bersalin seperti impian Mama, Mama bisa mendesainnya sendiri. Well, Lilis mulai ngaco.  Ga kok Ma, apalagi jika Mama berniat melahirkan di rumah (tentu saja dengan ditemani bidan 👧) atau sembari menunggu masa aktif di rumah, Mama bisa menikmati suasana melahirkan sesuai favorit Mama di kamar Mama sendiri 💕 Berikut beberapa hal yang bisa Mama coba untuk mendapatkan pengalaman melahirkan yang lebih nyaman dan bahagia 😉 Suara yang Memberi Kenyamanan atau Sebaliknya Kesunyian yang Syahdu 🎶🎵🎵 Ketenangan adalah salah satu kunci melahirkan yang nyaman, Ma. Sikap pembantu persalinan yang jutek atau suara-suara keramaian yang mengganggu bisa mengganggu ketenangan Mama yang berakibat pada tekanan psikis pada Mama dan pada bayi (uhh, apalagi kalau yang kedengaran teriakan Mama sebela

Happy 1 Year, Ali!

Gambar
 Ampun dah ni mak-mak, malesnya kebangetan, padahal yang dicatet itu loh, milestonenya anak senderee lalalala 👮 Alhamdulillah Mak, si anak lanang Ali, sudah setahun, iyaa, setahun *teross? Iyaa, mau ngucapin ke Ali, Happy Milad Ali 😘 Alhamdullillah (lagi), Ali sudah bisa jalan. Prosesnya cukup cepet menurutku. Dari bisa berdiri, jalan selangkah dua langkah sampai akhirnya lancar kurang lebih 1 bulan. Yang lucu itu beliin sendal Ali 😑 Masa ganti sendal sampe 3 kali. Iya, setiap beli dituker gitu. Pertama beli ternyata sama sekali ga muat. Dituker lagi, eh ga muat lagi 👯👯👯 Si Ali memang kakinya besar gitu, melebar dan menggembung, jadi kudu pakai sendal sendal ala crocs (bukan berarti kudu beli merk croc yah 💁) yang ga ribet, tinggal leb ajah kakinya. Akhirnya karena udah kadung malu nuker sekali, akhirnya beli lagi 👻👻👻👻 dan ga muat lagi dong, aih, memanglah, soal ira mengira, emaknya si Ali ga jago, alhamdulillah, dituker sekali lagi dengan nomer di atasnya pas tu

Mama, Coba Posisi Ini Untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Kontraksi!

Gambar
Mama, masih ingat pecahnya sakit pas kontraksi? Hihi, masih inget ga waktu itu bagaimana mengelola sakitnya? Semenjak ikhtiar untuk VBAC, Lis banyak belajar dan membaca tentang proses persalinan yang lembut. Ga anti sakit siy, tapi minimal sakitnya bisa dikelola kan? Karena sakitnya orang lairan mah anugerah, karena itu tandanya dede bayi siap-siap lahir ke dunia, 💕 Nah, berikut ada beberapa cara yang beberapa diantaranya saya lakukan untuk mengurangi sakitnya kontraksi saat melahirkan Ali sekitar 1 tahun lalu. SLOW DANCING 👫 SUMBER Peluk pak suami dengan merebahkan kepala ke dadanya. Berdansa pelan-pelan sambil minta pak suami mengusap-usap punggung kita ketika kontraksi datang. LUNGING 💃 SUMBER Letakkan satu kaki di atas kursi atau tangga, kemudian condongkan badan ke depan.  SQUATTING SUMBER Berjongkok membuka rongga panggul lebih lebar sehingga bayi bisa lebih mudah turun. Berjongkoklah dengan kedua kaki sedikit diangkat, berpegangan pa

Memasuki Dunia Baru

Memasuki usia karir PNS yang ke-7, Lis akhirnya pindah lagi. Ke tempat yang 'normal'. Ahayyy, bahasa guwee. 'Normal' itu maksudnya sama kayak pegawai lain gitu. Sejak tahun 2010, aku berada di tempat kerja yang agak ga normal karena ga punya atasan es 4, dan temen kerja juga cuma satu. Akhirnya setelah hampir 5 tahun seperti itu (sampai melahirkan dua kali loh, teruss? ) ada masanya aku berganti ke tempat baru. Yang sejujurnya aku deg degan, kayak pas pindah ke satu tempat lagi sebelum yang sekarang, takjut ga bisa perform dengan baik. Apalagi di tempat kerja yang sekarang aku bisa dibilang nol banget, ga punya dasarnya, *nangisdipojokan Tapi, dalam hidup itu rmang yang pasti bakal terus terjadi adalah perubahan, usia kita, muka kita, sekeliling kita, apa aja bakal berubah. Nah, masalahnya perubahan itu memberi efek apa si ke diri kita? Bagus atau buruk? Tambah baek apa tambah ngehe? Lis udah berdoa supaya bisa pindah sejak bertahun lalu, nyatanya pas sudah dikabuli

Ketika Kakak Mencorat Coret Dompet Baru Umi

____Jangan menukar hati anak dengan barang, hati anak yang rusak akan sulit diperbaiki, barang yang rusak bisa diperbaiki bahkan dibeli Kemarin sore adalah kali pertama Abah berada di asrama -dan akan berlanjut hingga 3,5 bulan ke depan. Itu artinya saya harus berangkat dan pulang sendiri. Sudah menjadi kebiasaan Kak Una, jika salah satu dari kami pulang tanpa yang lain, maka yang tidak terlihat pulang bersama pasti akan ditanya, apalagi ini yang tidak terlihat adalah Abahny, Abah kesayangan gitu. "Umi, Abah mana?" tanyanya. Pertanyaan seperti ini biasanya akan muncul minimal 3 kali (udah kayak makan aja >,<). Well, saya jawab "Abah di asrama Nak, nanti pulangnya hari Sabtu". Sampai di situ dia puas dan lanjut menonton kartun. Saya yang basah kuyup dan Ali yang mulai merengek karena mengantuk membuat perhatian saya tidak lagi tertuju pada Kakak. Namun, saya ingat kalau Abahnya selalu menemani Kakak dulu sebelum bebersih dan makan malam, sehingga saya pun be

Bagaimana Menggunakan Birthball Selama Hamil dan Melahirkan

Gambar
Semenjak Bu Bidan Yessi menggiatkan proses kelahiran yang lembut (aka gentle birth ) penggunaan gymball selama kehamilan dan melahirkan semakin banyak dikenal. Saya sendiri tidak pernah terpikir untuk memanfaatkan gymball dalam kehamilan dan melahirkan sampai akhirnya bertemu komunitas yoga GBUS (terima kasih Mba Prita :3). Dan saya kaget karena ternyata kegunaan gymball lumayan banyaakk, dan manfaat banget, penggunaan dan perawatannya mudah, terus belinya juga mudah karena di berbagai  market place  juga tersedia. Berikut saya tuliskan manfaat serta cara memilih gymball untuk semua ibu hamil cantik yang sedang berusaha menjaga kesehatan kehamilan dan mengusahakan kelancaran saat proses melahirkan tiba.  #TIP MEMBELI GYMBALL PILIH GYMBALL SESUAI TINGGI BADAN Jadi, gymball itu ada beberapa ukuran, yaitu ukuran 65 cm dan 75 cm. Pilihlah sesuai dengan tinggi badan, jika tinggi badan kurang dari 160 cm, gunakan gymball ukuran 65 cm, jika TB lebih dari 160 cm, gunakan ukuran

PENTINGNYA DANDAN CANTIK DI RUMAH

Gambar
Maafkan kalau saya agak separoh curcol pada postingan kali ini ya *aduuh, jangan pada kabur yaa Lama sekali saya memikirkan bagaimana seharusnya mengoptimalkan kesukaan wanita pada keindahan dan kecantikan. Di satu sisi wanita adalah makhluk yang indah, dan menyukai keindahan. Di lain sisi, karena keindahan itulah, banyak yang percaya bahwa sebaiknya keindahan itu tidak diumbar, hanya diperlihatkan pada yang seharusnya saja, utamanya jika sudah menikah, kepada sang suami. Itu juga yang saya percayai dan pahami mengenai optimalisasi (aw aw aw) kecantikan dan keinginan menjadi cantik seorang wanita. Seorang wanita yang -apalagi-sudah memiliki suami  seyogyanya menyimpan kecantikannya hanya untuk sang suami. Dengan begini, maka sang suami akan merasa bahwa dirinya special, khusus, istimewa. Perasaan tersebut akan mendorong timbulnya rasa percaya diri. Merasa bernilai karena sang istri dengan sepenuh hati mempersiapkan diri yang terbaik -hanya- di hadapan sang suami. Denga

Apa Manfaat yang Anak Peroleh dari Bermain Bersama Orang Tuanya?

Gambar
Aihh, anak-anak kan sudah bisa main sama temen-temennya, emang masih perlu kita ajak main? Yes, jawabannya adalah a BIG YES. Anak saya Una, sekarang usianya 2,5 tahun. Di usianya kini, ia sudah mulai mengajak bermain pretend play , di mana seringnya, ia memposisikan diri menjadi saya yang sedang membuat makanan dan menyuapinya atau menjadi pengasuhnya yang sedang menyuapi adeknya, Ali. Jadi, dia akan mengambil mainan -bisa apa saja- yang bentuknya mirip dengan gelas atau piring dan sendok. Ia akan berkata, "Mi, nih Mi, teh anis Mi" (Umi, ini teh manis Mi) sambal mengulungkan "gelas"-nya kepada saya. Kemudian, saya akan berpura-pura meminumnya sampai habis, dan mengembalikan gelas-gelasan itu kepadanya. Dia kemudian menanggapi, "Habis, Mi. Ambil lagi ya". Begitu seterusnya sampai bosan. Kadangkala, bukan hanya saya korbannya, tetapi adiknya juga XD Secara tidak sengaja saya selalu menganggap serius setiap saat Una mengajak bermain pretend play , kapa

MPASI ALI, SI SWEET LOVER

Gambar
Sorry for blogging tetek bengek soal anak (lagi) >,< Lagian kan aku ngakunya momblogger (*dikeplakeskrim). Hahaha :p  Kali ini aku bakal cerita perMPASI-an si Ali. Setelah 6 bulan minum ASI saja, akhirnya tiba waktu buat Ali makan pendamping ASI (MPASI). Yes, sesuai namanya, makanan ini hanya pendamping, yang utama tetaplah ASI. Namun demikian, ngasih MPASI pun ga sembarangan, ada ilmunya gitu. Mulai dari gimana teksturnya, apa aja yang boleh dikasih, apa aja yang ga boleh dikasih, bagaimana mengolahnya, bagaimana menyimpannya, dst. Aku ga bakal jabarin satu-satu karena ada blog dokter yang sudah komprehensif ngebahas itu disini .   Aku bakal cerita pengalaman semingguan ini ngajarin Ali makan, Yap, MPASI adalah pengajaran awal untuk pola makan yang sehat kelak pas anak kita dewasa. Una (Kakaknya Ali, 2y3mo) dulu pakai MPASI ala WHO, juga dikasih selingannya buah. Meskipun ga selalu pakai menu 4 bintang, alhamdulillah Una suka makan buah dan sayur, plus ga doyan jajanan

REVIEW : Unimom Allegro Single Electric Breastpump

Gambar
Alhamdulillah, Ali sudah selesai ASIX sejak seminggu terakhir :) *happy Pencapaian ini perlu dicatat mengingat Ali itu minumnya banyakkkk, sehari ditinggal 14 jam habis 8 botol. Dan Umiknya ini ninggalin dia pertama kali hanya berbekal 50-an botol ASIP di kulkas, huhuhu. Dan pas ASIX lulus, Alhamdulillah masih ada 10-an pcs di botol. Ga kejar-kejar tayang amat meskipun beberapa kali desperate juga keipikiran gimana caranya ningkatin ASIP. Karena meski ALi minumnya 8 botol sehari, Lis maksimal bias merah 7 botol ASIP saja/hari. Di kantor dapet 4-5 botol, di rumah dapet 1,5-2 botol, jadi selalu deficit 1 botol dimana biasanya aku kudu ngambil dari simpenan. Begitulah selama 1 bulan terakhir. Merasa kalau semakin kesini kok semakin empot-empotan merah ASInya, akhirnya aku berpikir untuk minum booster ASI lagi. Waktu itu aku pilih ASI Booster Tea (yang local aja Mak) dan lumayan ngaruh tapi ga ngaruh amat. Lalalala. Setelah kupikir-pikir lagi, mungkin ini waktunya ganti pompa (selam

BUY FEWER, BETTER THINGS

Gambar
*terinspirasi dari http://www.un-fancy.com/outfits/spring-outfits/6-18/ Dalam hal mengelola keuangan, saya rasa saya termasuk orang yang boros. Saya suka jajan. Saya suka belanja. Saya seringkali tidak panjang pikir untuk membeli sesuatu. Hingga pada akhirnya saya menyadari, itu adalah kebiasaan yang saya bawa dari kecil. Bapak Ibu saya bukan orang kaya raya, tapi alhamdulillah bukan pula orang yang kekurangan. Saya besar tanpa pernah mengalami sulitnya mencari uang atau mendapatkan sesuatu. Sehingga rasa 'memiliki' terhadap uang sangat kurang. Dalam artian, saya susah 'sayang uang' #ohmy Hingga akhirnya saya dewasa seperti sekarang ini. Susah bagi saya untuk merasakan kekurangan, atau merasa gaji saya sedikit, atau merasa tabungan saya sedikit, atau kekhawatiran-kekhawatiran lain terkait uang. Positifnya, saya tidak akan mengeluh terkait uang, Karena saya biasa bawa uang sedikit di dompet. Negatifnya, saya susah memprioritaskan kebutuhan. Huhuhu! Emm