Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Manfaat Secara Emosional dari Melahirkan Pervaginam

Gambar
Ini lanjutan dari beberapa cerita VBAC saya sebelumnya. Yang mau baca silahkan mampir ke wall FB saya ya (semoga mau ya :P) Pagi ini saya membaca tulisan sahabat dan guru saya yang saya kenal semenjak saya ingin sekali melahirkan normal setelah sebelumnya SC (its called VBAC : vaginal birth after cesarean), ternyata bulan ini adalah "Cesarean Awareness Month", yaitu bulan yang menandai awareness kita terhadap proses kelahiran dengan cara operasi. NO, saya sama sekali tidak anti SC. SC adalah anugerah. SC adalah pertolongan Allah yang diilhamkan pada dotker-dokter kita. SC memberi banyak kesempatan nyawa tertolong. SC penting! Tapi, kita semua juga perlu tahu, bahwa SC bukan pilihan melainkan treatment khusus. Iya, treatment khusus yang hanya diberikan kepada ibu yang memerlukan. Treatment khusus pada kondisi khusus. Dan, karena kekhususannya, SC sebagai sarana kelahiran bayi diberi persentase hanya 5-10% dari keseluruhan proses melahirkan (bisa search ya)

SAMBUTAN PALING MERIAH

Gambar
Gegara baca status FB kakak angkatan di STAN jadi inget bagaimana anakku Yumna kalau Abah Uminya pulang kerja. Seru. Heboh. Lompat lompat sambil nyanyiii :p Kalau lagi dramatis bahkan suka ada adegan pura-pura pingsan atau entah apa maksudnya, yang jelas dia bakal telungkup di lantai sambil merem melek. Saya dengan bau kereta yang terbawa, juga kaki pegal karena berdiri ini, sesaat itu juga tidak merasa lelah lagi. Sambutan paling meriah selama hidup saya ya datangnya cuma dari si Yumna ini (dan kadang juga dari mas suami, hehehe). Oiya, selain menyambut kami dengan celotehan panjang dan lompat kesana kemari, Yumna menjadi terbiasa untuk 'menodong' kue. Awalnya memang hanya sesekali saja kita bawakan kue sisa rapat atau kue apapun yang kita temui sepulang kerja. Kita berikan kepadanya dengan harapan dia ada cemal cemil malam. Bukan karena pengen bawa oleh-oleh loh! Tapi, ternyata itu lama lama jadi semacam kebiasaan buatnya. Pernah suatu hari ga ada satupun di antara kami

INSPIRASI RUANG LAKTASI

Gambar
Foto di samping adalah penampakan ruangan yang bakal selalu aku kunjungin hingga (insyaAllah) 1,5 tahun ke depan Mak. Hihi, ini bukan ruang kerjaku, ini adalah ruang yang disediakan kantorku untuk pegawainya memerah ASI alias ruang laktasi :) Gedungku sendiri ada 20 lantai, dan ruang laktasi ini letaknya di lantai ground, deket banget sama resepsionis. Jadi, sekalipun kalian bukan pegawai kantorku (Kemenkeu Lapangan Banteng), namun kebetulan sedang ada acara disana, don't worry don't worry, kalian tinggal minta kartu akses ke resepsionis untuk bisa masuk ke ruang laktasi. Hehe, jangan kaget ya kalau mau kesini kudu pakai akses khusus. Itu kita lakukan karena dua tahun lalu pernah kejadian ASIP-ASIP pada ilang (nah loh!), terus beberapa kali multi trip yang kusimpan di cooler bag  juga hilang T.T Makanya tercetus ide untuk bikin pintu masuk yang hanya bisa dibuka oleh pegawai yang punya akses, yaitu pakai sidik jari. Nah, khusus untuk tamu atau ibu baru yang belum punya akses,

Common Cold Mampir? Obatnya Hanya Sabar Mak !

Gambar
Srooott, Uhuk uhuk!! Hiks, sedih banget ya Mak kalau anak kena common cold , hidung meler, batuk, tenggorokan sakit, plus kalau malem hidung jadi mampet. Kita yang sudah dewasa aja sering kewalahan dan rasanya lemes banget kalau kena common cold , apalagi kalau anak kita yang kena, bayii pula kan? Huhuhuhu T,T Tapi, kata dr Arifin SpA obatnya cuma satu Mak, sabar. Hah? Masa iya anak sakit disuruh sabar aja, ga diobatin apa apa gitu? Gimana ceritanya sih?! #sewotyaMak   pict source Anak pertamaku kena common cold pas usianya masih mudaaa banget Mak, masih 1,5 bulan, kondisinya waktu itu ketularan kami Abah Umiknya. Huhu, Mak Mak apakah aku ini yang tega nularin anaknya common cold padahal usianya masihh itungan hari. Tapi the show must goon ya Mak. Anak segitu mah tinggal digempur ASI saja. Iya, ASI saja. Flu, batuk itu asalnya dari virus yang nyerang saluran pernapasan, makanya ga perlu obat khusus, entah itu pengencer dahak, pengencer ingus, bahkan balsem pu