Apa Manfaat yang Anak Peroleh dari Bermain Bersama Orang Tuanya?

7/26/2016 02:47:00 PM

Aihh, anak-anak kan sudah bisa main sama temen-temennya, emang masih perlu kita ajak main? Yes, jawabannya adalah a BIG YES.
Anak saya Una, sekarang usianya 2,5 tahun. Di usianya kini, ia sudah mulai mengajak bermain pretend play, di mana seringnya, ia memposisikan diri menjadi saya yang sedang membuat makanan dan menyuapinya atau menjadi pengasuhnya yang sedang menyuapi adeknya, Ali. Jadi, dia akan mengambil mainan -bisa apa saja- yang bentuknya mirip dengan gelas atau piring dan sendok. Ia akan berkata, "Mi, nih Mi, teh anis Mi" (Umi, ini teh manis Mi) sambal mengulungkan "gelas"-nya kepada saya. Kemudian, saya akan berpura-pura meminumnya sampai habis, dan mengembalikan gelas-gelasan itu kepadanya. Dia kemudian menanggapi, "Habis, Mi. Ambil lagi ya". Begitu seterusnya sampai bosan. Kadangkala, bukan hanya saya korbannya, tetapi adiknya juga XD

Secara tidak sengaja saya selalu menganggap serius setiap saat Una mengajak bermain pretend play, kapanpun dan jenis apapun. Saya piker, ya memang sudah seharsnya saya menanggapi apa yang menjadi kreativitasnya. Dan saya kaget, karena ternyata, apa yang saya lakukan tersebut berpengaruh besar terhadap perkembangan kepercayaan dirinya. Hal ini baru saya sadari ketika saya membaca sebuah artikel terkait perkembangan anak usia pra sekolah di BabyCenter.

Menurut Sara Wilford, meskipun anak-anak sudah memiliki waktu bermain dengan teman-temannya, penting baginya untuk bermain dengan kita (ayah dan ibunya) karena keduanya memberikan manfaat yang berbeda kepada anak kita.

Bermain bersama teman-temannya bermanfaat untuk membantu meningkatkan kemampuan berbahasa anak kita, mengajarkan kerja sama, dan menginisiasi berpikir kritis ketika di antara mereka saling mengajukan asumsi (Misalnya ketika mereka bermain building block dan salah seorang diantaranya mengatakan "Aku yakin kalau kamu nambahin satu block lagi di menaramu, maka menaramu bakal roboh") Sedangkan bermain dengan kita, juga tidak kalah nilainya, ini adalah kesempatan berharga untuk membangun dan memperkuat bonding antara kita dengan anak-anak kita.

Bersama emaknya, ibunya, bundanyalah, anak-anak kita berada pada kondisi terbaiknya, karena ia bermain dengan seseorang yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengannya dan ia tahu bahwa seseorang ini sangat perhatian dan sayang kepadanya. Semakin kita focus bermain dengannya, maka ia akan mencoba lebih banyak eksperimen dalam permainannya dan semakin mahir. Selain itu, perhatian kita kepadanya saat sedang bermain ini adalah akar kepercayaan dirinya. Contohnya, seperti yang saya ceritakan di awal tadi, saya menerima bahwa tutup Tupperware yang diberikan anak saya adalah gelas berisi teh manis, yang rasanya enak, yang bisa diminum, dan bisa habis. Tunjukkan bahwa kita tertarik dengan "dunianya" dan menganggap apa yang dilakukannya itu penting.

Nah, ternyata -saya juga baru tahu- saat bermain bersama inilah saat yang tepat untuk memasukkan pengajaran tentang norma-norma/tata karma sesuaitema bermain -dan kalau saya, juga memasukkan tentang aqidah serta akhlak, juga doa-doa sederhana. Misalnya saat tadi kita bermain minum teh, saya akan bertanya, tentang teh nya panas atau dingin, sebelum minum baca doa apa, siapa yang memberi rizki berupa teh, dst. Selain itu, kita juga bisa mengajarkan tentang "bergiliran" (taking turn), misalnya ketika bergantian dalam memasukkan gula ke dalam teh. Percakapan yang kita gunakan selama bermain pun akan memperkaya kosakatanya.

Dan jangan lupa, "bermain" dengan anak tidak melulu terkait pretend play, bisa juga dalam bentuk membaca buku bersama, jalan-jalan sore ke taman atau sekedar sight seeing di sekitaran komplek rumah bahkan saat sedang makan es krim bersama. Waktu yang berharga ini mengajarkan kita tentang pribadi satu sama lain juga sebuah tabungan memori  yang kelak akan menyenangkan untuk dikenang, Ayo bermain :)




You Might Also Like

3 comments

  1. setujuu mbak ;).. sebisa mungkin sepulang kantor aku jg slalu nyempetin main dulu ama anak2.. ngerti bgt lah krn kerjaan di kantor, aku jd ga bisa punya banyak waktu ama ank2ku.. makanya biar sebentar yg ptg adalah bonding time ama anak2 :).. biasanya sih kita nglukis bareng, trs dia bkl cerita apa yg dia sedang lukis, trs membaca dongeng, ato sekedar cerita apa aja kegiatan dia hari ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget Mba Fanny, saya pun >,<

      Hapus
  2. paling asik yg paling asik memang bermain sama sikecil ^^

    BalasHapus