Mencatat Perkembangan Anak, Perlukah?

12/01/2016 03:34:00 PM

Kapan pertama kali anak Mama tumbuh gigi? 
Kapan Kakak berhasil mengatakan kata "bababa" atau "mamamama"? 

Wah, Mama tau jawabannya dengan pasti? Hebat sekali Ma!


***
Contoh Isi Buku Perkembangan Anak

Mama, sebagai orang yang sering lupa pada hal-hal detil, saya angkat tangan Ma kalau harus mengingat banyak hal tanpa bantuan catatan 😂😂😂 Termasuk dalam mengingat perkembangan anak-anak saya. Maklum, saya Mamak beranak dua dengan kondisi dua anak itu berdekatan usianya (21 bulan si Kakak, Adek sudah lahir), sehingga kadang serasa punya anak kembar, padahal beda 2 tahun sehingga milestone masing-masing sebenarnya berbeda. Saya ga pengen ada salah satu atau bahkan salah dua milestone yang terselip karena saya lupa. Maka sejak anak pertama, saya memutuskan untuk mencatat perkembangan anak secara manual Ma 💆💆💆

Bagi saya, mencatat milestone sangat penting, karena ada banyak manfaat yang bisa saya ambil dari catatan saya tersebut. 

Mengetahui Kondisi Perkembangan Anak Sesuai Usianya
Dengan mengecek milestone anak, saya bisa dengan pasti mengetahui kondisi perkembangan anak saya saat ini, apakah ia telah mencapai semua milestone sesuai usianya atau belum. Mengetahui kondisi anak berdasarkan info dari ahlinya akan menghindarkan saya dari sikap membandingkan anak dengan Saudara atau teman-temannya juga menghalau sikap khawatir berlebihan ketika menemui kondisi yang menurut saya atau sebagain orang 'tidak normal'.

Mengetahui Treatment yang Dibutuhkan Jika Ada Milestone yang Belum Tercapai
Dengan rutin mengecek dan mencatat perkembangan anak, saya juga dapat dengan cepat melakukan treatment jika diketahui ada milestone yang tertinggal. Bahkan di CDC atau Babycenter juga diberikan ide-ide untuk menstimulasi masing-masing milestone, saya tidak merasa  kesulitan mencari cara untuk menstimulasi milestone yang tertinggal. Saat Kakak berusia 18 bulan ia pernah didagnosa speech delay oleh Dokter. Saat itu mungkin saya akan sangat khawatir jika saya tidak pernah membaca milestone anak usia 18 bulan. Karena ternyata ada informasi yang tidak disampaikan oleh Dokter padahal penting. Yaitu, diagnosa speech delay baru bisa dilakukan ketika anak sudah berusia 2 tahun. Sehingga usia 18 bulan masih diberi perhatian khusus saja selama secara nonverbal si anak memahami komunikasi dengan orang dewasa sambil terus distimulasi. Alhamdulillah, tepat 2 tahun Kakak akhirnya bisa lancar berbicara 💟💟💟 
 
Mempunyai Informasi yang Valid Ketika Dibutuhkan
Ada kondisi dimana kita harus merujuk ke kejadian di masa yang sudah lewat, misalnya jika anak pernah mengalami kondisi tertentu yang penting dan akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan psikologisnya di masa depan. Salah satunya adalah, ketika ada skill sesuai milestone yang sudah pernah ia kuasai tetiba tidak ia kuasai lagi. Dengan memiliki catatan di masa lalu, kita akan bisa mengetahui ketika tiba-tiba ada skill yang menurun kemampuannya atau bahkan hilang. Misal sudah pernah bisa tengkurap sendiri tiba-tiba sama sekali tidak mau tengkurap, dst. Atau ada kejadian-kejadian dimana anak jatuh, atau anak mengalami pengobatan, semuanya perlu dicatat Ma.

Buku saya pilih yang kecil dan mudah dibawa karena biasanya saya mengisi di kantor


Seperti saya ceritakan tadi, saya mencatat secara manual Ma. Mama bisa menggunakan aplikasi (belum pernah mencari, tapi sepertinya ada ya Ma?) atau dimanapun Mama nyaman 👧👧 Nah, biasanya apa saja siy yang saya catat di buku perkembangan anak?

Milestone Sesuai Usia Anak
Saya biasa mencontek list di www.cdc.gov atau www.babycenter.com untuk mencocokan perkembangan anak saya sesuai usianya. Yang komprehensif dan lengkap (bahkan ada videonya) itu  di Centers For Disease Control and Prevention (CDC). Di CDC dibahas per jenis perkembangan, mulai dari Sosial/Emosional, Bahasa/Komunikasi, Kognitif, dan Perkembangan Fisik. Saya akan catat apa saja yang sudah sesuai dan apa yang belum sesuai serta rencana stimulasinya (jika ada yang belum sesuai).

Rencana Belajar dan Stimulasi
Saat ini saya masih berstatus Ibu bekerja Ma, jadi saya usahakan malam hari bisa genjot stimulasi ke anak-anak. Nah, ketika kerjaan sedang ga terlalu sibuk, biasanya saya browing atau membaca buku-buku/artikel terkait stimulasi dan pendidikan usia dini (saya suka Metode Montessory). Web maupun cuplikan buku dan rincian alat atau bahan yang saya butuhkan saya catat di buku perkembangan anak. Kadang-kadang saya juga menulis resep makanan kesukaan anak-anak.
 
Curhat
Tak ada wanita tanpa curhat, lalala, biasanya berisi diari saya untuk anak-anak, walopun kadang suka curcol juga via blog ini :p

Tips-Tips Parenting 
Katanya, ikatlah ilmu dengan mencatat kan ya? Biasanya kalau baca saja sekilas lama lama lupa, kalau dicatat, insyaAllah lebih inget, selain itu, kalau tetiba butuh rujukan, tinggal buka deh catatannya 😆😆


Ada beberapa hal yang saya tidak tulis karena biasanya bisa saya lihat di buku kesehatan anak, yaitu BB, TB, imunisasi yang sudah pernah didapat dan riwayat sakit. Alhamdulillah anak-anak belum pernah mendapat pengobatan yang lama atau parah sehingga saya belum pernah mencatat obat-obatan khusus anak.

Nah, apakah Mama juga merasa perlu mencatat perkembangan anak? Share ya Ma 💕






You Might Also Like

8 comments

  1. Waaah ide bagus mbak.Kebetulan pas anak anak saya yang gede 10 th dan 9 th saya tidak pernah mencatatnya.Tulisan ini mwmberikan inspirasi buat saya untuk mencatat perkwmbangan anak ketiga yang baru tiga bulan.Mumpung baru tiga bulan ya.Saya akan coba catat.Thanks inspirasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, iya Mak, insyaAllah bisa jadi salah satu sarana yang membantu kita sebagai ortu u membimbing dan membersamai anak anak kita :)

      Hapus
  2. Anak2ku bbrp perkembangannya terlambat krn bbrp masalah, jd tercatat di buku kesehatannya...
    Ide bagus mbak utk mencatat jd segera tau kalau ada problem ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba, tapi tetep yang utama adalag disiplin ya? Kadang-kadang meski sudah punya bukunya namun kita terlambat atau malas mengisi ya sama saja :p

      Tapi karena saya merasakan manfaatnya, jadi saya lanjutkan :)

      Hapus
  3. Penting banget sih, biar kita tau jelas, dan semua yang mbak ulas nambah ilmu lagi buat kita-kita. Thanks for sharing, btw.

    Salam,
    Syanu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama Kak Syanu, thanks ya sudah mampir :)

      Hapus
  4. Perlu banget nget nget, karena buat aku pribadi si ya, nyeritain ulang ke mereka pas udah dewasa, bikin mereka ngerasa spesial di masa kecilnya, hehe :)

    Salam,
    Rasya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh, nyeritain pas mereka dewasa ya? Seru juga Mba!

      Hapus