Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Gagap Parenting

Gambar
Setelah kemarin nulis tentang Mama dan Literasi , saya berpikir keras gimana caranya kita as mama bener-bener mampu mengemban amanah (aciyee bahasanya) dan menyelesaikan misi mengantarkan anak-anak kita kelak survive dan berguna di masanya. Saya yang lahir tahun 90an (sebenernya 80an lebih sik) saja merasakan perbedaan kondisi luar biasa antara masa saya tumbuh dibandingkan dengan masa sekarang saat sudah berkeluarga.  Saat saya kecil dulu, mana ada fasilitas IT seperti sekarang ini. Untuk menelepon saja perlu usaha luar biasa, berkendara jauh sampai kota untuk menemukan wartel. Sedangkan di masa kini, para bayi sudah punya gawainya sendiri.  Dulu, guru saya mengajari a b c, ini ibu budi di kelas saat saya masih duduk di kelas 1 SD. Sekarang, anak TK sudah dituntut bisa baca tulis. Pekerjaan yang saya tau duluuu- ya hanya berkutat di profesi guru, dokter, polisi. Sedangkan sekarang, berbagai jenis profesi baru bermunculan dengan segala keunikan dan opportunity yang tidak

Menguatkan Sayap Bersama IIP

Gambar
untuk meninggi, perlulah kita terlebih dahulu menguatkan sayap  *** Baru-baru ini saya disibukkan dengan banyak hal -dan sejujurnya agak lost appetite mau nulis karena energi habis terserap buat do this do that lalalala. Padahal banyak banget momen penting yang sayang banget kalau dilewatkan ceritanya. Salah satunya keseruan saya mengikuti komunitas ibu ibu paling hits dan kece -minimal menurut saya ye kan ye kan?  Udah nebak dong dari judul postingan ini? :p Bener banget, saya baru saja masuk kelas pra matrikulasi komunitas Institut Ibu Profesional yang digagas oleh Ibu Septi Peni. Tepatnya di batch 5. Ups, belum masuk resmi jadi member siy. Kan belum lulus kelas matrikulasi apalagi kelas kelas berikutnya (sampai tiga tingkatan euy, challenging kaann?)  Nah, sekarang saya mau cerita apa saja yang saya dapet selama kelas pra matrikulasi ini. Dari namanya saja udah kebayang kan, p r o f e si o n a l. Its mean bakal ada spesifikasi aka skill khusus yang dibutu

Momen Spesial : Melengketkan Anak dengan Orang Tua

Gambar
Alhamdulillah, Ahad kemarin saya dan keluarga berkesempatan hadir kembali ke majelis kesayangan kami. Salah satu majelis keayahan yang "paling mudah" kami akses karena lokasi di Masjid UI dan dilaksanakan pada saat weekend. Cukup kaget juga karena minggu kemarin masjid benar-benar dengan jamaah, kebanyakan masih berusia muda dengan anak-anak seusia Una dan Ali. Sebenernya sudah telat ya. Karena majelis dimulai jam 7 tapi kami baru saja tiba jam 8 T,T Akhirnya saya memilih duduk di selasar agar Una dan Ali masih bisa main. Maklum, seusia mereka belum paham duduk diam di majelis, daripada dipaksa nanti malah nangis kan? Terus jadi ga mau kalau diajak ngaji, lebih berabe lah dampaknya dibanding ngaji tapi membagi mata dan kuping :p Mata merhatiin kemana anak lari, kuping ndengerin ustadz :p  Nah, bahasan kali ini tentang momen-momen spesial yang bisa melengketkan hubungan anak dan ortu. Hubungan yang lengket antara ortu dan anak itu ibarat EMAS! Harganya ga lekang ole

Kondangan Pakai Sneakers, Yay or Nay?

Gambar
Setelah sekian lama ga kondangan (maklum udah tuwir si emak, temen-temennya udah pada jadi macan ternak semua :p) akhirnya kemarin kondangan (lagi) ngewakilin Bapak saya. Bapak pengundang adalah teman Bapak saya waktu mereka masih SMK dulu. Resepsinya kebetulan diadakan di Aula gedung kantor saya -Dhanapala, which is biasanya digunakan oleh para Pejabat minimal setingkat eselon II-lah. Saya dalam hati sebenernya males bener ngewakilin, ya kali yang ngadain acara setingkat eselon I yang dateng pegawai golongan II kayak saya >,< Tapi sebenernya malah aman kalau sama sama ga kenal, baik ortu ataupun yang jadi manten, :p Ortu-nya bakal mikir saya temennya anaknya, sedangkan manten -nya palingan bakal mikir kalau saya itu pegawainya bapaknya. Lalalala -sungguh pemikiran yang salah asuhan  Nah, inti permasalahan postingan kali ini bukanlah tentang siapa yang ngundang dan siapa yang dateng melainkan outfit pas kondangan. Jaman dulu kondangan identik sama batik couple, alias

Woles Sis, Ada Allah !

Gambar
segala sesuatu jika sudah pergi -di dunia ini- pasti tidak akan kembali, satu-satunya yang kembali setelah pergi kepada Allah adalah : d o a Tidak terasa, 9 hari lalu Ali memasuki usianya yang kedua. Ali adalah nama anak kedua saya. Sejenak saya tertegun pagi ini, betapa ajaib hidup ini. Dulu pernah ada hari hari dimana saya tidak membayangkan akan menggendong satu -apalagi dua- anak dalam dekapan saya. Usia kandungan pertama saya dulu baru berusia 11 minggu ketika dokter kandungan memvonis saya hamil di luar kandungan. Dan satu tuba falopi saya terpaksa dipotong. Hari-hari berikutnya adalah hari yang tidak pernah terpikir sama sekali dalam hidup saya. Dibayang-bayangi kemungkinan tidak memiliki anak saat usia pernikahan belum genap setahun adalah perasaan yang sama sekali tidak ingin saya ulangi. Saya alami malam-malam insomnia, serta ketakutan-ketakutan lain -seperti apakah akhirnya kelak saya akan melepas suami saya kepada wanita lain agar ia diberi keturunan. Ujian yan