Asyiknya Mengenal Profesi Bersama Ruby

4/26/2017 05:09:00 PM


Jantung di dada Choco si boneka beruang menyala, itu tandanya ada panggilan dari Desa Pelangi, Ruby pun bergegas menuju kamarnya dan berseru "Desa Pelangi, kami datang". Hmm, kira-kira ada masalah apa ya di Desa Pelangi di episode ini? Dan profesi apa yang akan Ruby perankan untuk menyelesaikan masalah itu?
Ruby adalah nama seorang gadis cantik -yang menurut saya- sangat cocok untuk tokoh utama kartun kesayangan anak saya yang berjudul RAINBOW RUBY 🌈🌈🌈 She is shining and lovely. Bahkan oleh para penciptanya Ruby diberi julukan super friendly and super helper, wew!

---Baca juga film kesayangan anak saya yang lain Cloud Bread. 

Pertama kali disiarkan di Kanada pada tahun 2015, Rainbow Ruby merupakan serial animasi yang dijadikan sebagai sarana UNESCO untuk mendukung kampanye pendidikan anak-anak perempuan. Rainbow Ruby digawangi oleh animator dari 3 negara, Kanada, China dan Korea. Untuk itu, secara bertahap Rainbow Ruby disiarkan pula di China (2016) dan Korea (2017), dan sudah diadaptasi oleh Indonesia (dubbingnya bagus loh!) pada tahun 2017 (lupa oey tepatnya bulan apa). Dan gegara ngulas serial ini barulah saya tau kalau Rainbow Ruby telah mendapat berbagai penghargaan di negara-negara yang menyiarkannya, seperti Grand Prize in Animations and Comics pada ajang Chinese Awards for Creativity and Investment in Animations, Comics and [video] Games Tahun 2015 dan termasuk 9 Outstanding Domestic Animated Television Productions pada tahun 2016 di negara yang sama. 

Balik ke ulasan serialnya ya, nah, Ruby diceritakan sebagai anak tunggal yang tinggal bersama ayah dan ibunya. Ia memiliki kamar yang dipenuhi mainan ajaib. Kenapa ajaib? Karena mainan Ruby bisa "hidup" di "alam" Desa Pelangi. Di Desa Pelangi ada Walikota Lingling Si Gajah Biru, Tuan Kukang si Kukang Ungu, Putri Kiki Si Putri Cantik, Gina Si Gadis Tomboy, Thunderbell si Kelinci Hijau, Ellie si Domba Imut dan Jessy si Bayi Berambut Cokelat. Dalam keseharian, Walikota Lingling memanggil Ruby untuk membantu menyelesaikan permasalahan di Desa Pelangi. Ruby dan Choco selalu siap membantu loh! Dan untuk menyelesaikan misinya, Ruby menjalani berbagai profesi yang sesuai dengan masalah yang muncul. Lebih lucunya, alat-alat yang Ruby perlukan keluarkan dari tas ajaib berbentuk koper. Itu loh, semacam kantong ajaib-nya Doraemon 👻

Mainan Ruby sekaligus penghuni Desa Pelangi

Salah satu episode yang menarik adalah ketika Ruby meneliti mengapa Walikota Lingling tetiba demam, padahal ia tidak flu ataupun batuk. Ternyata, kondisi Walikota Lingling membaik setelah ia dijauhkan dari bunga-bunga yang sedang ia rangkai di hotelnya. Setelah "merubah diri" menjadi Dokter dan membuka kamus, Ruby menemukan kemungkinan Walikota Lingling alergi. Ya, alergi bunga yang sedang ia rangkai. Berdasarkan diagnosa -aih bahasanya- tersebut, Ruby memutuskan untuk mengganti bunga-bunga di hotel Walikota Lingling, yay, ternyata benar, Walikota Lingling tidak lagi demam setelahnya. 

Secara cerita, saya kini paham mengapa yang dipilih adalah tokoh perempuan, barangkali salah satunya karena serial ini juga menjadi salah satu sarana kampanye pendidikan anak perempuan. Hal tersebut dibuktikan juga dengan profesi-profesi yang diceritakan dalam serial ini "sangat perempuan sekali", seperti baker, baby sitter, instruktur tari, dokter hewan, dokter, penata rambut, bahkan desainer. Namun demikian, bukan berarti serial ini tidak cocok ditonton oleh anak laki-laki. Karena profesi-profesi tersebut pun dapat dilakukan oleh laki-laki. Tapi tentu saja, tontonan anak apapun memerlukan pendampingan orang tua, termasuk Ruby Rainbow. Salah satunya karena dalam film ini mengandung unsur magic yang dalam kehidupan nyata tentu tidak mungkin terjadi, misalnya saat Jessy menjadi raksasa, atau saat peri milik Ruby menata rambut seluruh penduduk Desa Pelangi dengan tongkat ajaibnya. 

Saat Ruby menjadi desainer sepatu
Secara umum, saya menilai Ruby Rainbow layak ditonton untuk anak usia 3 tahun ke atas, bahasanya sopan, tidak ada umpatan, tidak ada adegan berbahaya, tidak ada pornoaksi dan mengajarkan pentingnya saling tolong menolong. Jika usia anak Mommy sudah memasuki masa role playing, ada banyak sekali contoh role playing yang bisa diambil inspirasinya dari serial Ruby Rainbow. Yang saya rasakan manfaatnya tentu saja karena berbagai jenis profesi yang dikenalkan Ruby Rainbow dapat menjadi trigger pengetahuan anak-anak kita tentang berbagai jenis profesi. Dibawakan dengan menarik dan sama sekali tidak membosankan.

Terima kasih RTV yang sudah menayangkan Ruby Rainbow, akhirna ada satu lagi tambahan tontonan ramah anak di Indonesia. Keep it up!

Disclaimer :
Tulisan ini 100% opini saya dan berdasarkan pengalaman saya pribadi, akibat bagi anak-anak lain harus Mom dan Dad ukur agar menonton TV pada anak Mom dan Daddy tetap dalam batas koridor bermanfaat

 

 

You Might Also Like

0 comments