Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Bacpacking To Bandung 2# Dari Floating Market ke Alun-Alun Bandung

Gambar
Hari keduaaakk ~ Hmm, setelah menahan sakit gigi dengan Paracetamol Extra (plis jangan ditiru, sebenernya ga disaranin untuk busui, tapi ga nemu asam mefenamat ) akhirnya lumayan bisa bangkit dari kasur dan bersiap untuk sarapan. Anak-anak mandi sama Abahnya,. Umi beberes dari malem jadi pagi pagi tinggal mberesin sisia baju kotor. Makan di lobi yang disinari cahaya matahari, lalala, alhamdulillah setelah kenyang kita segera pesen taxi online dan cuss  ke Alun-Alun Bandung. Yayy!!  Alun-Alun Bandung   Alun-alun Bandung sama Masjid Raya Bandung itu 1 tempat ya gaes,jadi halamannya si masjid ya alun-alan ini. Sudah agak panas pas kita sampai di alun-alun. Karena Ali agak mual (dan akhirnya muntah), kami ganti baju dia dulu di pelataran masjid. Setelah itu saya bebersih di area wudhu wanita. Tadinya kami berpikir untuk menitipkan aneka printilan tas ke sebuah locker/penitipan barang. Tapi entah kenapa ga nemu (atau kami saja yang ga tau tempatnya dimana). Semoga kalau me

Backpacking To Bandung 1# Dari Floating Market ke Alun-Alun Bandung

Gambar
Setelah sekian lama pengen jalan ke Bandung sama anak-anak akhirnya kesampaian juga (berbinarrr ). Momennya pas banget adek saya wisuda dan ortu datang dari Jawa untuk jadi pendamping wisuda. Akhirnya diputuskan segera berburu tiket kereta Argo Parahyangan via Traveloka . Karena sudah dimusyawarahkan bersama akan jalan ke Floating Market Lembang, saya sekaligus memesan hotel yang letaknya dekat dengan Floating Market. Liburan bersama 2 anak kali ini benar-benar untuk pertama kalinya menggunakan moda transportasi umum, tantangannya cukup banyak, tapi seru! Ayo backpaking ke Bandung ~ Kereta Argo Parahyangan Gambir-Bandung Sebenernya kepikiran pengen pilih jadwal kereta yang lebih pagi, sayangnya yang lebih pagi itu jam 5 pagi -keknya ga mungkin untuk jalan jam 3 pagi dari Depok :P Daripada ketinggalan kereta kan?  Wislah , pilih yang jam 07.50 WIB sahaja. Nyampe Bandung sesuai jadwal jam 11.07 WIB, perkiraanya bakal sampai Floating Market sekitar jam 12.30 WIB kalau nai

Grand Ambarrukmo : Hotel Modern Berbalut Keramahan Lokal

Gambar
Tinggal semalam di Jogja kemarin, secara tidak sengaja saya dan rekan kerja memilih hotel ini. Hotel yang hampir sama namanya juga masuk radar sebagai pilihan namun kami urungkan untuk menginap di sana (meski ratingnya 9.1/10 di Traveloka :p) mengingat harga per malamnya jauh di atas budget kantor. Tapi saya tidak menyesal, ternyata meski kemarin sedang dalam masa renovasi, Grand Ambarrukmo tetep nyaman untuk menginap. #1 Staf yang Ramah Beneran. Menurut saya hotel ini staf-nya ramah-ramah. Ga hanya resepsionisnya loh, tetapi juga para staf lain seperti office boy. Dan sentuhan manusia seperti ini yang menurut saya di atas segala fasilitas. Karena selain nyaman, tentu saja hotel kita rasakan sebagai rumah sementara saat kita bepergian bukan? Bagian depan hotel, shiny dan kelihatan mewah dengan sentuhan warna gold | Pict from : Agoda #2 Desain Modern dengan Kesan Hangat Saat masuk ke halaman hotel langsung disambut dengan tampilan mewah warna emas, dan ketika

Seni Membuang : Simpanlah Apa yang Membahagiakan

Gambar
Meski telah banyak membaca tentang minimalism , rasanya baru kemarin akhirnya menemukan alasan membuang yang benar-benar wow banget. Seperti pernah saya ceritakan di sini , selama 1 tahun terakhir saya mulai menerapkan metode Konmari untuk mendukung keinginan saya menjadi lebih bijak dalam membeli dan menyimpan barang-barang. Saya ingin lebih menghargai barang-barang yang saya beli dan akhirnya lebih menghargai uang yang saya punya. Membuang ( decluttering ) adalah cara tepat melepaskan diri dari beban. Tidak hanya beban fisik (materiil), tetapi juga beban psikis.  Memulai membuang benda yang tidak pas di diri kita atau di lingkungan tempat tinggal kita, adalah cara mudah untuk mulai bisa membuang beban psikis kita. Percaya ga percaya. Coba aja ya ~ rasanya bakal lebih lega. Jadi inget, kalau pas yoga, kita diminta untuk menghirup nafas dengan baik dan mengembalikan semuanya ke alam, membuang segala perasaan dan pikiran buruk ke alam, dan membiarkan alam memperbaruinya. Membuang

Mama & Literasi Indonesia

Gambar
Mama, miris ga siy kalau tau ternyata peringkat literasi Indonesia di dunia itu bener-bener di ujung tanduk, nyempil di 2 nomor terbawah? Penelitian terbaru yang diselenggarakan oleh World's Most Literate Nations, dan disusun oleh Central Connecticut State University tahun 2016, peringkat literasi kita berada di posisi kedua terbawah dari 61 negara yang diteliti! Indonesia hanya lebih baik dari Bostwana, negara di kawasan selatan Afrika. Fakta ini didasarkan pada studi deskriptif dengan menguji sejumlah aspek. Antara lain, mencakup lima kategori, yaitu, perpustakaan, koran, input sistem pendidikan, output sistem pendidikan, dan ketersediaan komputer. Kondisi ini bahkan belum beranjak dari hasil survey tahun 2012 yang diselenggarakan oleh PISA 4 tahun yang lalu loh !💆💆💆 Fakta mencengangkan lain, UNESCO (2012) melansir indeks minat baca Indonesia masih pada angka 0,001 dimana artinya, dari 1000 orang penduduk Indonesia, hanya 1 orang saja yang dapat dikategorikan