Goodbye Daster!

10/18/2017 01:31:00 PM



Sebelum memulai opini saya kali ini, saya sampaikan bahwa saya adalah ibu muda yang bekerja di kantor. Apabila ada perbedaan pendapat, kiranya karena adanya perbedaan kondisi dan latar belakang berpikir :) Silahkan diambil yang baik dan dibuang yang buruk ~ 

---

Normalnya, setiap wanita ingin terlihat cantik dan berusaha agar dirinya selalu dalam tampilan terbaiknya. Saya tidak akan menanyai sekian banyak wanita, karena buktinya sudah terlihat dari komentar para wanita di Instagram para seleb, "Lipstiknya warna apa dan merk apa Mom?", "Bajunya kece Kak, boleh tau beli dimana?", "Kakak kulitnya mulus banget, perawatan dimana?" endebre endebre. Dari sekian banyak komentar itu, entah kenapa saya yakin pasti ada ibu muda -baik yang kerja kantoran ataupun stay at home mom- di sana. Buktinya lagi, Instagram para mamah muda pun banjir endorsement karena banyaknya follower yang dimiliki sebagai sasaran sempurna.

Salah ga siy pengen cantik kayak Momalo atau Andien? Dandanan super cute dan tampilan super stylish meski di rumah? Menurut saya, sama sekali ga salah. Boleh saya bilang, sebaiknya semua ibu  itu begitu dandanannya pas lagi di rumah. Nah, sekarang konteksnya kalau mereka berdandan kan ada impact-nya ke karir juga sebagai artis, apa kita-kita yang bukan artis ini juga perlu? Dan apa hubungannya dengan daster?

Saya pernah baca di salah satu postingan Momalo, bahwa selama di rumah dia selalu pakai pakaian yang setipe dengan kalau dia ada kegiatan di luar rumah. Dimana kalau keluar rumah, Momalo selalu super stylish dan chic. Saya pengen menggaris bawahi alasan Momalo berpakaian seperti ini, satu hal, karena ia ingin saat di rumah mood-nya sama dengan saat keluar rumah. Mood keluar rumah kan identik dengan produktif ya? Nah, karena itulah Momalo memastikan ia tetep berpakaian rapi dan dandan meski sedang di rumah. As you know, Momalo juga sometime kerja dari rumah.



Sebaliknya ada meme yang menurut saya cukup menggelitik -emm, bukan meme kali ya, semacam stereotype (atau sindiran?) tepatnya- banyak wanita dandan cantik saat keluar rumah namun tampil seadanya saat di rumah. Disinilah daster berperan. Entah sejak kapan daster itu identik dengan "pakaian di rumah", entah karena nyamannya, murahnya, atau alasan "ya kan kalau di rumah kita kotor-kotoran, ga usah pakai baju baguslah, kena ASI, kena asep kompor, buat apa pakai baju bagus?". Bahkan sampai ada komunitasnya, hehe, #emakberdaster, #dastercantik, #kerjasambilpakaidaster. Tapi apa benar kita bahagia dengan diri kita yang seperti itu?

Baca tulisan saya tentang pentingnya dandan cantik di rumah. 

Sejujurnya ini saya tulis semenjak saya berhasil menyelesaikan buku Marie Kondo berjudul The Life Changing Magic of Tidying Up. Prinsip Marie untuk membuat seseorang senantiasa rapi, ia harus dikelilingi oleh benda-benda yang memancarkan kebahagiaan -spark joy. Dari situ saya tersadar bahwa selama ini saya salah memilih daster sebagai pakaian keseharian saya. Saya seharusnya memilih tampilan yang lebih cantik dan stylish. Sehingga saat bercermin saya melihat diri terbaik saya muncul disana. Apalagi sebagai ibu bekerja saya hanya bertemu suami saat beliau di rumah -mungkin ditotal tidak lebih dari 3 jam/hari- masa iya siy saya mau tampil biasa saja? Bukankah jika ada versi tercantik dari diri kita maka itu saat di hadapan suami? Bukan saat mau ke kantor, atau jalan-jalan atau arisan atau kondangan, tapi saat kita di rumah.

Beberapa orang berpendapat bahwa sebaiknya tanya dulu kesukaan suami kita seperti apa-barangkali memang sukanya kita pakai daster -dengan apapun alasannya. Ya kalau begitu monggo saja. Tapi sekali lagi ga ada salahnya kok kalau mencoba tampilan baru, supaya tidak bosan dengan tampilan yang itu melulu. Mulai dari model rambut, make up, parfum, sampai pakaian yang kita kenakan bisa kita kreasikan sesuai preferensi kita -yang terbaik yang kita bisa. Belajar pakai alis, belajar pakai blush-on menurut saya penting sekali untuk menjaga kelanggengan rumah tangga. Supaya suami kita tau benar, istrinya memang benar-benar wanita yang pantas dicintai.  Ia tampil cantik di rumah, tetapi menjaga kecantikannya saat ke luar rumah -cukup berpakaian rapi dan dandan normal agar tidak pucat.

Tampil cantik itu bukan hanya karena suami loh, tetapi supaya kita juga percaya diri. Percaya diri ini yang membuat kita jadi tidak mudah capek-tidak mudah stres. Karena kepercayaan diri mengangkat motivasi kita bahwa kita adalah diri yang pantas dicintai. Selain itu, kita juga bisa memperlihatkan ke anak-anak kita bahwa Ibu itu rapi orangnya. Ga perlu seksi -ini mah kalau anak-anak sudah tidur yey-, cukup rapi saja, yang modest pada umumnya. Memang siy bakal lebih sulit kalau kita ga punya rumah sendiri -terutama untuk Muslimah berjilbab-, misal masih dengan mertua atau ada adik ipar lawan jenis di rumah. Tentu saja kita tidak mungkin say godbye sama daster, malah kudu gamisan terus ye kan?

Sekarang ini ada banyak sekali pilihan baju di rumah yang non-daster namun senyaman daster, baik untuk menyusui maupun aktivitas biasa. Mungkin awalnya tidak terbiasa, terutama saat di dapur. Karena kita harus memakai celemek. Dari segi harga, mungkin memang agak lebih mahal dibandingkan daster berbahan rayon, tapi saya rasa harganya setara jika kita membelinya di department store. Bila kita pandai memilih, ada banyak baju berbahan katun yang cukup simpel namun cantik bisa kita dapatkan dengan harga 100K. Pilih yang terbaik, lebih baik jumlahnya sedikit namun kita suka, daripada banyak jumlahnya namun tidak terawat atau bahkan tidak kita anggap sebagai spark joy. 


Dengan pemilihan yang lebih teliti, keberadaan daster benar-benar bisa digantikan dengan pakaian yang lebih "pantas"
Kira-kira pas suami mendukung ga niy kalau kita tampil cantik di rumah? Seharusnya si ga hanya mendukung tetapi juga memfasilitasi ya. Wong simbiosis mutualisme kok! Saling membutuhkan dan sama-sama senang. Its okey kalau belum ada sponsor, kita bisa nabunglah dikit-dikit, nyicil 1 look dulu. Kalau pak suami melihat perbedaannya, saya yakin beliau akan membelikan look selanjutnya -aamiin ya buuu.

Btw ini bukan soal level baik atau ga baiknya seorang istri ya, karena soal itu kan urusannya Allah dan suami. Kalau keduanya ridho mah, pakaian apa saja yang Mom pilih tidak ada masalahnya. Ini hanya ide yang saya tulis berdasarkan pemikiran saya saja -bahwa cantik di rumah itu bukan hanya perlu, tetapi perlu banget. Dan coba deh say godbye dari daster, ganti look sama kayak Ibu muda lain yang ternyata juga bisa senyaman daster, siapa tau kita jadi kerasa lebih bahagia. Kalau ternyata belum ada rejeki, ya syukuri pakai daster yang ada. Kalau badan belum atau muka belum se-oke selebgram ya kita pastikan aja tetep sehat. More than that, Mom is mom whatever you look like. Beauty comes from your heart.


Jangan baper ya Mom, its just a little thought :3


Salam sayang,


NB :
Kalau mau nyontek dandanan Momalo, bisa mampir ya ke blog beliau 

You Might Also Like

17 comments

  1. Bener juga ya Mba', harusnya cantik yang utama buat suami, jangan suami dapat sisanya. Nice sharing. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Jul (ih namanya cantik masyaAllah), sometime kita merhatiin banget pakaian2 ke luar rumah kita, tapi pelit banget buat beli pakaian yang bakal dinikmati suami >,<

      Hapus
  2. Kalau aku aslinya memang nggak suka pakai daster, mbak. Ribet soalnya kalau mau ngerjain kerjaan rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, padahal sebagian besar orang lain berpikir sebaliknya ya? Biasanya pakai apa Mba Antung?

      Hapus
  3. dulu saya masuk golongan menolak memakai daster garis keras. saya di rumah suka pakai baju yg nyaman tapi memang seperti mau jalan-jalan/kerja, karena mmg kerja di tempat yg santai. tapi itu dulu sebelum negara api menyerang.

    bahkan waktu sehabis melahirkan pun saya masih kekeuh pakai gaun2 rumah seperti mini dress. sampai pada akhirnya kesusahan sendiri kalau mau menyusui harus lepas2 baju dulu. yak ketika negara api menyerang itulah saya paham fungsinya daster, untuk menjaga kewarasan ibu menyusui biar cepet sat set lalu lanjut ke pekerjaan berikutnya.

    eniwe tapi saya tetap menolak daster kembang2 meskipun punya juga. daster saya pokoknya kudu motif yg keren x)).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, yang kota butuhkan adalah daster yang sudah naik level ya Mba? Bukan daster kebanyakan.

      Hapus
  4. kalo masalah dandan cantik di rumah saya selalu teringat Alm Mbak Ully Artha. Saya teringat wawancara ketika ditanya mengapa setiap perannya di sinetron selalu menjadi mama yang rapih dan cantik dirumah. Katanya ya walaupun jadi mama harus tetap cantik. Tapi bener juga kok, beliau setiap perannya selalu jadi mama cantik di rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mama cantik di rumah adalah mama idamaaann :3

      Hapus
  5. Saya sih emang gak suka dasteran. Sukanya piyama wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Piyama sekarang banyak yang bener bener bagus ya, Mba

      Hapus
  6. klo aku masih suka daster meskindasteran tp make up paripurna mba makanya suka diliatin ma yg dtg ke rumah etdah dirumah aja begitu 🤣😂 tp sejak hamil sekarang lagi males ngapa2in pengennya pake daster rambut acak2an ga banget 🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Make up p a r i p u r n a ~ wowowowow

      Hihihi, sama siy, pas hamil 2 x kemarin, 2 x juga rambut saya bermasalah, saling menyatu entah berantah karena males nyisir, akhirnya potong paksa >,<

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  8. Aku ga suka pke daster..menurutku ribet mb buat bergerak. Klo di rumah, paling enak celana se lutut sama oblong. Klo pergi, celananya ganti yang panjang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oblong sekarang juga banyak yang unyu dan fashionable ya Mba, pilihan non daster jadi makin baanyaakk

      Hapus
  9. Kalo aku memang gk suka pake daster. Kyknya gimanaaa gtu.. Jd, baju rmh gk pernah berubah dr sejak sy blm married: kaos + celana. Kalau nggak celana selutut, celana panjang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Celana kulot plisket warna pink, membayangkannya saja sudah cute gitu :p

      Hapus