KUNTUM NURSERIES FARMFIELD

11/07/2017 03:26:00 PM



Ngajak anak jalan-jalan ga harus terpaku sama mall Mom, karena ada banyak banget tempat wisata lain yang bakal lebih menarik untuk anak (dan tentu saja orang tua) nikmati. Salah satunya Kuntum Nurseries Farmfield yang ada di Bogor ini ❤ 

Kuntum Nurseries Farmfield sudah pernah saya dan keluarga kunjungi bertepatan dengan perayaan Imlek tahun ini. Dan kami ketagihan :p Akhirnya kemarin saya coba tawarkan lagi ke anak-anak apakah mereka mau kasih makan ikan dan kelinci lagi? Seperti saya duga, mereka langsung meng-iyakan dengan seruan kegembiraan "Ayo berangkat ayooo!" padahal saya belum beberes alat tempur >,<

Untuk menuju Kuntum, kami membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 2 jam dari Depok ke Bogor dengan moda transportasi umum (Gojek - kereta commuter line- Gojek). Jika Mom dan suami sedang malas membawa kendaraan sendiri, maka moda transportasi umum seperti kami dapat menjadi alternatif. Tapi sebelum dilanjutkan tentang keseruan di Kuntum, saya mau sharing dulu isi backpack yang wajib saya bawa saat bepergian dengan transportasi umum bersama balita.

1. Payung 2. Baju Ganti 3. Mantel Anak 4. Kartu Multitrip 5. Air Mineral 6. Tissue/Handuk 7. Pampers 8. Kantong Plastik 
Pastikan semua perintilan ini dibawa ya Mom dan muat dalam 1 bacpack. Karena kalau sudah lebih dari 1 backpack, kita bakal kerepotan membawanya. Saya sendiri memilih backpack ukuran sedang dengan handle empuk dan nyaman di pundak serta berbahan tahan air.

Tas ini doang yang saya bawa :p

Yuk mulai reviewnya ❤❤❤ 

Kuntum Nurseries Farmfield membandrol tiket masuk seharga Rp 40.000/orang (minimal usia 2 tahun). Nah, tiket ini bener-bener hanya tiket masuk ya. Jika Mom dan anak-anak ingin memberi makan ikan/kelinci/kambing atau naik kuda, maka ada charge lagi. Selain memberi makan hewan, Mom juga bisa membeli hasil peternakan-pertanian, ada telur ayam, sayur yang Mom bisa petik sendiri dan aneka bunga dalam pot.



Setelah membeli tiket, kamipun masuk ke nurseri. Jangan khawatir, meskipun nurseri, tapi bersih loh! Dan pengunjungnya tidak terlalu banyak, sehingga anak-anak tidak perlu berebut untuk bisa berinterkasi dengan hewan-hewan. Pertama kali, anak-anak meminta untuk memberi makan ikan. Saran saya, datanglah pagi-pagi karena hewan-hewan masih lapaaarr xixixi Selain itu, cuaca juga masih mendukung. Jam 10 pagi kemarin matahari sudah membumbung lumayan tinggi, ga panas siy, tapi juga ga adem :p Setelah puas memberi makan ikan, kami melanjutkan perjalanan lagi dan berhenti di kandang kambing. Pada kunjungan sebelumnya, anak kedua saya masih takut dengan kambing, alhamdulillah, kemarin berani memberi makan kambing juga kelincinya >,< 


Dari kiri atas searah jarum jam 1. Kakak dan adek memberi makan ikan 2. Adek berani kasih makan kelinci 3. Adek Kakak membangun bonding juga loh lewat travelling
Selain ikan, kelinci, kambing dan sapi, juga ada burung, aneka jenis ayam, bebek, juga angsa. Eh dan ada juga burung dara. 

Dari kiri ke kanan searah jarum jam 1. Kakak seneng banget liat ayamnya Atuk Upin Ipin 2. Ayam Nayara 3. Burung-burung cantik 4. Angsa ketemu lagi disini 

Anak saya suka banget sama ayam. Buat dikejar kejar! Lalalala ~
Makanya dia langsung inisiatif aja ngejarin semua ayam di kandang, semoga ayam-ayam ga stres ya dikejar kejar anak saya :p

Sejak awal Kakak sudah berniat untuk naik kuda (lagi), jadi kami melanjutkan perjalanan meski sudah agak "menghangat". Dalam perjalanan menuju lokasi wahana kuda, ternyata kami menemukan kandang baru -kandang peternakan ayam kampung yang superbersih! 

1. Kandang ayam yang super bersih 2. Agak bau tapi seru banget untuk ngenalin anak tentang asal muasal makanannya 3. Mulai diperbaiki jalanannya 4. Bisa petik sendiri sayuran yang sudah boleh dipetik
Setelah puas melihat-lihat peternakan ayam, kami melanjutkan perjalanan ke bawah. Siap naik kuda! Oiya, untuk naik kuda, maksimal berat penumpangnya adalah 75 kg. Misal, berat badan saya 51 kg, berat badan anak saya yang kecil, 11 kg, jadi masih boleh naik berdua karena total berat kami 62 kg :p Untuk naik kuda ini, tiketnya Rp 30.000/kuda. Untuk keselamatan, jangan lupa pakai helm ya :) 

1. Tiket naik kuda 2. Kakak berani naik kuda sendiri 3. Adek kegedhean helm :p 4. Kacamatanya Umi melorot
Alhamdulillah, adek menikmati naik kuda kali ini. Biasanya dia ga mau sama sekali. Ini malah Umiknya ga boleh pegangan, katanya dia aja yang pegangan >,< Ya deh Dek, next time berani naik sendiri ya! Hari udah masuk waktu dhuhur pas kita selesai naik kuda, kami putuskan untuk makan siang dulu. Tadi pagi kami beli ayam goreng Cibiuk deket stasiun karena di nurseri memang tidak ada foodcourt di dalam. Adanya hanya cemilan dan minuman. Padahal kami kan pengen menikmati makan ditemani semilir angin perbukitan, ;P Anak-anak lahap makannya -mungkin karena kelaperan plus excited makan bareng di tempat terbuka. Perut kenyang -saatnya pulang. Sebelum pulang, kami sholat dhuhur dulu. Musholanya ada di deket toilet ya Mom, masih di lokasi yang sama dengan wahana naik kuda ini.  

Kembali ke arah pintu keluar, kami melihat ada anak-anak yang sedang main tangkap ikan. Pada kunjungan sebelumnya, kami tidak sempat mencoba wahana  ini. Saya sudah siapkan baju ganti karena memang menyiapkan untuk main air. Anak-anak seneng banget! Panas-panas main aer, siapa yang ga seneng ye kan? Tapi kita baru ngeh, kalau ternyata main tangkap ikan ini sistemnya -seharusnya- adalah bonus dari membeli ikan. Jadi prosedurnya, kita membeli 2,5 kg (?) seharga Rp 100.000,- Nah ikannya nanti dilepas di kolam untuk dijadikan objek tangkapan anak-anak. Jadi kemarin itu anak-anak saya nebeng aja, karena memang tidak berniat beli ikan. Setelah tau seharusnya ini kolamprifat mereka, suami saya buru-buru minta maaf dan mohon ijin ikut main sebentar. Syukurlah mereka mengijinkan >,< Meski sebenarnya sudah telat karena anak-anak keburu nyebur (aduh malu banget) 

Sesampainya di pintu keluar (yang sebenarnya adalah pintu yang sama dengan pintu masuk), anak-anak minta kasih makan ikan lagi. Tapi karena sudah siang, ikan-ikan sudah kenyang. Makanan ikan kami jadi ga laku deh T,T Akhirnya kami putuskan untuk makan es krim saja sambil duduk dekat kolam ikan. 

Seger lagi setelah makan es krim, kami bersiap kembali ke stasiun Bogor menuju Stasiun Depok dengan menggunakan Gojek (we are Gojekers anytime anywhere hahahaha) Saya bersyukur sudah membiasakan anak-anak untuk terbiasa menggunakan moda transportasi umum sejak kecil. Karena menurut saya -di saat-saat seperti ini- waktu dan tenaga menjadi lebih efisien jika menggunakannya. Selain itu, ya karena memang kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa ada masa-masanya kita "agak terasa lebih susah". Supaya ada daya juang dalam dirinya. Supaya kelak ketika dewasa dan tidak bersama kami lagi dalam keseharian, mereka bisa survive. 

Tips dari saya, bawalah kartu multitrip agar lebih praktis menggunakan moda KRL. Namun jika terpaksa menggunakan Tiket Harian Berjaminan, pastikan saat memesan di awal langsung pesan untuk biaya pulang-pergi. Stasiun Bogor super duper ramaiii saat weekend. Sehingga untuk membeli tiket akan dibutuhkan waktu mengantri 30-40 menit bahkan lebih. 

Depok mulai diguyur hujan saat kami akhirnya tiba di stasiun. Tenang~ saya bawa mantel :p Minimal untuk saya dan kedua anak saya. Pak suami mah, yaweslah ya, dia pakai payung dari stasiun ke lokasi penjemputan Gojek. Dan ga pakai mantel karena kebetulan mamang Gojek ga menyediakan >,< 

Sampai di rumah anak-anak kangen sama mainan kesayangan di rumah, tapi saya siapkan untuk mandi sekalian karena meskipun menggunakan mantel tetap saja baju mereka tidak sepenuhnya kering. 

Alhamdulillah, travelling kali ini pun berjalan lancar seperti travelling ke Bandung kemarin :) Bulan depan kita kemana lagi ya. Ada rekomendasi ?


---
Kuntum Nurseries Farmfield 
Jalan Raya Tajur No.291, Sindangrasa, Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat 16145
Wa/Line : 0877-2078-10000812-1040-8070 (Office Hour) | Office : (0251) 8244725 | Office Hour : 8:00-18:00
Tiket Masuk : Rp 40.000/orang 
Pakan ikan : Rp 5000/bungkus 
Pakan kelinci : Rp 5000/baki 
Susu Kambing/Sapi : Rp 10.000/botol 
Naik Kuda : Rp 30.000/kuda

You Might Also Like

0 comments