Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Ilmu dan Sikap Kita Kini

Gambar
Ini sudah memasuki minggu pertama perkuliahan Matrikulasi IIP.  Kebetulan banget materinya setema dengan perkuliahan online di HSI Abdulloh Roy yang juga sudah mulai berjalan. Tentang adab sebelum ilmu atau Syaikh Sholeh bin Abdillah Al Utsaimi menyebut sebagai pengagungan terhadap ilmu. Pada intinya, barangsiapa memiliki adab terhadap sebuah ilmu, maka akan mudah baginya memperoleh ilmu itu serta merasakan keberkahannya. Sayangnya mengagungkan ilmu itu ga mudah di jaman kini. Selain ga banyak orang yang paham apa itu adab terhadap ilmu, kecanggihan IT dan kemudahan meperoleh informasi di masa kini seringkali membuat kita terlena. Saya merasa, kondisi tersebut membuat kita menjadi orang yang jauh dari ciri seorang pengagung ilmu. Kebiasaan copy-paste tanpa mencantumkan sumber, menjelek-jelekkan ulama karena kesalahannya (jika memang benar salah), menyebar hoax, menghilangnya sikap "konfirmasi terlebih dahulu sebelum berkomentar" dan banyak lagi sikap-sikap lain ya

Buat Paspor Sekarang Cepet

Gambar
1 membuat akun di web/aplikasi mobile Saat ini, seluruh layanan permohonan paspor harus melalui aplikasi/web online ya gaes, jadi ga ada lagi ceritanya ngantri dari subuh mencrit kayak jaman daholoe. Nah, untuk mendapatkan nomor antrian ini, kalian harus punya di website antrian paspor atau aplikasi Antrian Paspor (bisa didownload di Playstore) 2 mengantri via web/aplikasi mobile Setelah membuat akun, langkah selanjutnya adalah mengajukan permohonan. Satu akun maksimal hanya dapat mengajukan 4 pemohon dalam satu waktu. Nah, pada proses ini niy kesabaran kita diuji (lalalala), karena dari pengalaman kemarin beneran susah banget untuk dapetin jadwal yang belum full kuotanya. Ampe kayak refresh web/aplikasi per 15 menit pun ga dapet dapet. Abis itu coba trik ganti kantor imigrasi yang agak "sepian" menurut saya, ternyata tetep zonk. So, tetep optimis aja untuk dapetin nomer antrian dan selalu siap dengan NIK. Jadi kapanpun dapet kesempatan untuk masukin

Nice Homework, Cara Belajar Seru ala IIP

Gambar
Belajar lagi dengan jadwal yang cukup ketat pas usia udah segini emang ada tantangan tersendiri (tsaah, setua apa siy looo?) Apalagi kalau ada PR nya, iya, PR, weh weh weh Tapi saya bersyukur karena sistem belajar untuk emak-emak ini bener-bener mengerti kita :p Terima kasih Bu Septi Peni dan tim, kami kami dikasihnya "nice home work" bukannya " cruel home work "  Apa sih nice homework? Nice homework adalah peristilahan yang digunakan dalam pembelajaran di Komunitas Institut Ibu Profesional untuk menyebut tugas mingguan. Misalnya, dalam kelas Matrikulasi yang saat ini sedang saya ikuti, terdiri atas 9 pertemuan (dan tentu saja) 9 nice homework. Diskusi dilaksanakan setiap Senin Malam, dan tugas dikumpulkan setiap Rabu pagi (maksimal pukul 08 pagi) pada minggu berikutnya.  Baca : Menguatkan Sayap Bersama IIP Nah, meskipun disebut sebagai homework, sejujurnya saya lebih sering mengerjakannya di kantor. Ehehe *ngaku Tapi yang jelas NHW ga bakal bisa diker

Benteng Van Der Wijk, Keseruan Menikmati Sisa Sejarah

Gambar
Holaaa, seneng banget awal tahun baru kemarin bisa berkunjung ke rumah kakek neneknya anak anak, setelah hampir 4 bulan terakhir belum berkunjung lagi. Walaupun beberapa kali ketemu saat mereka yang berkunjung ke rumah kami, namun suasana rumah tetap ga tergantikan kan? :p Ya makanannya, ya kasurnya, kenangan masa kecil yang selalu ngangenin. Nah, ceritanya sambil silaturahim ke rumah kakek nenek anak-anak, kami sekalian mengajak anak-anak liburan di obyek wisata aseli daerah kami. Yang akan saya review kali ini adalah liburan saat di kampung saya, Kebumen. FYI, Kebumen adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, lokasinya di pesisir pantai selatan. Karena letak geografisnya, Kebumen memiliki banyak sekali destinasi wisata berupa pantai. Karena keluarga kami sudah cukup sering kesana, akhirnya kali ini kami memilih untuk mengunjungi salah satu peninggalan sejarah, Benteng Van Der Wijk.  Pengen foto kece ala ala IG yang ((GAGAL)) Benteng ini dulunya merupakan tempa

Menikah, Lalu Mekarlah

Gambar
Tetiba kemarin pulang kerja si Mas heboh banget dong. Di sepanjang jalan pulang bilang kalau udah ambil paspor di kanim Depok. Maksud saya, ya emang alhamdulillah siy kalau udah jadi, tapi keknya reaksinya ga segitunya deh :p Terus pas sampai rumah masih tetep bahas, what , iya, tetep bahas lagi.  Eh tetiba mas suami bilang gini, " Lihat deh fotonya, sekarang Umi lebih cantik loh, auranya keluar " DEG! Benarkah? Di tengah terpaan yang tak bisa dihindari bahwa usiaku segera menuju kepala tiga ? Aku jadi lebih cantik ? Hmm, baiklah, kalem, cek dulu aja kali ya fotonya, deg degan kalau kalau si mas cuma bersweetlips (mulut manis ? :p) Eh ternyata bener, mukaku berbedza dengan jaman bikin paspor tahun 2012, 5 years ago lohh! Hari ini foto saya terlihat jauh lebih fresh dan "punya kharisma". Ih narsisss ya. Biarin!  Terus hubungannya sama judul apaan mom?  Mom pengen bikin opini, kalau menikah itu menurut mom akan membuat seorang gadis mekar. Mekar bak