Philips Avent : Bukti Cintaku Dalam Sebotol ASIP

  • 2/17/2018 11:36:00 PM
  • By Athiah Listyowati
  • 2 Comments

Menyusui bayi memang tidak mudah. Apalagi menyusui sambil bekerja. Tapi yang saya percayai tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau. Orang bijak berkata, ada 1000 alasan untuk berusaha jika kita mau, begitu pula ada 1000 alasan penolakan jika kita tidak mau. 

Bagi saya, menyusui adalah bukti cinta dan pemenuhan hak anak di masa 2 tahun pertamanya hidup di dunia. Tidak hanya terkait dengan bonding, tetapi tentu saja nutrisi. Dalam bukunya yang berjudul "Buku Pintar ASI dan Menyusui", Mba F.B. Monika menyebut periode 2 tahun pertama ini sebagai golden priod. Jika pada rentang usia ini anak mendapatkan asupan gizi yang optimal, termasuk ASI, maka penurunan status gizi anak bisa dicegah. Dan yang paling penting, meski masa ini sebentar namun tidak dapat terulang kembali.

Pemberian asupan yang optimal sejak kelahirannya adalah upaya paling efektif untuk menjaga dan (bahkan) meningkatkan kesehatan anak. Mba Monika juga menemukan fakta bahwa pada tahun 2006, diperkirakan 9,5 juta anak meninggal sebelum berusia 5 tahun dan dua pertiganya terjadi di tahun pertama anak tersebut. dari berbagai penyebab kematian anak-anak ini, 3,5%-nya karena malnutrisi.

Nutrisi penting karena nutrisi adalah salah satu "bekal" anak agar tumbuh optimal sesuai usianya. Untuk itu, meski saya bekerja pergi pagi pulang malam, menyusui tetap menjadi prioritas utama di tengah-tengah menyelesaikan pekerjaan sebagai seorang abdi negara.

Siapa yang tega kan ga menyusui bayi seimut ini? >,<

Apalagi saat ini ada berbagai kemudahan untuk ibu  bekerja yang menyusui sehingga tidak ada lagi alasan untuk menghentikan pemberian ASI ketika mulai masuk bekerja kembali. Saya percaya bahwa selalu ada solusi kebutuhan nutrisi anak asal kita mau memperjuangkannya.

Kalau boleh cerita, saya pernah gagal menyusui loh, anak pertama saya hanya minum ASI (dicampur sufor) hingga usianya memasuki bulan ke 5, setelahnya saya yang kewalahan meningkatkan produksi ASI karena anak bingungputing khirnya memilih untuk stop pumping. Namun demikian karena pengalaman kurang menyenangkan inilah saya jadi punya bekal pelajaran untuk anak kedua. Syukur alhamdulillah, dengan persiapan yang lebih matang, anak kedua saya berhasil saya susui hingga usianya 2 tahun dan lulus ASI eksklusif.

Dari pengalaman tersebut saya ingin berbagi kepada para Ibu muda (terutama), bahwa meski menyusui natural dilakukan oleh semua Ibu namun tetap memerlukan persiapan yang cukup. Beruntung sekali saat ini ada wadah yang mengumpulkan para Ibu berbagi ilmu, pengalaman dan inspirasi mengasuh anak, salah satunya The Urbanmama. Di The Urbanmama kalian bisa asyik berdiskusi dengan sesama Ibu, membaca artikel dari para Ibu terpilih, membaca artikel dari para ahli, mengikuti berbagai lomba dan tentu saja hadir pada event-event serunya.

Balik ke topik pilihan memberikan ASI meski bekerja ya, nah, saya mau sharing dulu kondisi pekerjaan saya ya. Hal ini supaya Mama, Bunda semua ada bayangan ketika nanti membaca tips dari saya. Anak kedua saya berjeis kelamin laki-laki, lahir dengan BB 3,1 kg. Saya mendapat cuti melahirkan selama 3 bulan dari 1 bulan HPL hingga 2 bulan pasca HPL. Pada saat itu saya bekerja kembali saat usia anak saya sekitar 2,5 bulan. Saya bekerja di Lapangan Banteng (Terminal Senen tau dong ya?) dan saya tinggal di Depok, sehingga saya harus berangkat sekitar pukul 6 pagi dan baru tiba di ruma pukul 8 malam.

Saat masih ASI eksklusif, kebutuhan Ali adalah 8 botol/hari, sedangkan botol-botol cinta berisi ASI yang bisa saya bawa pulang adalah 6 botol. Ini supaya ada gambaran saja ya, jangan dibandingkan dengan hasil perahan Bunda karena saya yakin setiap Ibu dipasangkandengan anaknya secara sempurna oleh Allah. Ga harus banyak -apalagi berlebih- yang penting cukup buat anak kita :')

Nah, jadwal pumping saya di kantor yaitu (1) setiba di kantor, (2)pukul 11 siang, (3) pukul 14 siang dan (4) pukul setengah5 sore menjelang pulang kantor. Jadi dalam sehari saya memompa sebanyak 4 kali dengan durasi masing-masing sekitar 20 menit. Terus saya mompa pakai apa? Gitu kan ya pertanyaan selanjutnya :p Saya mompa pakai pompa manual loh! Yayyy! Dan saya ga pegeeell sdara-sodaraa. Kok isooo?? Saya bisikin ya rahasianya, jangan bilang Bunda-bunda lain loh :p Rahasianya adalah pompa super empuk tapi juga super efektif si Philips Avent Breastpump Manual.

Penasaran kan kenapa saya pilih si enteng (nah ini udah saya sebut kelebihannya) Philips Avent Breastpump Manual dibanding merk merk pompa lain?

Saya pernah pakai ini maupun yang wide neck loh, sama enaknya


1/. Quality Over Price 
Disaat harga printilan pumping melambung, harga breastpump manual-nya Philips bisa dibilang stabil loh Bun. Dulu saya beli ini di salah satu online shop harganya "cuma" Rp 440.000. Kenapa saya bilang "cuma"? Karena dibandingkan breastpump lain, kualitas hisapan yang dihasilkan menurut saya sangat baik. Salah satu kelebihannya breastpump manual adalah kita bisa mengatur ritme hisapan sesuai kebutuhan kita saat itu juga, riil time. Breastpump electric ada yang didesain mampu merekam ritme, namun tidak seresponsif otak kita bukan " :P

2/. Minim printilan dan mudah dibersihkan
Ini penting banget Buibu, karena ketinggalan 1 part aja itu sangat mungkin bubar jalan proses pumping. So, semakin sedikit printilan yang kudu kita bawa (dan bersihkan) semakin ciamiklah itu breastpump. Nah, dari semua breastpump yang pernah saya beli, Philips Avent ini bisa dibilang paling sederhana printilannya dan semuanya sangat mudah dibersihkan. Kebersihan ini penting banget karena kita tentu saja ga pengen ASIP cepet basi karena masih ada sisa-sisa ASIP kemarin. Kemudahan membersihkan breastpump artinya mempermudah Bunda dalam memberikan nutrisi terbaik untuk anak.


Ini niy tas ASIP saya, semua mua masuk disitu, botol, pompa dan tidak lupa ice gel

3/. Corong bisa compatible dengan botol ASIP di pasaran 
Ini sebenernya penting ga penting siy,tapi kalau pas lagi ketinggalan botol asli, kan tinggal masukin aja ke botol ASIP. Selesai deh masalah :]

4/. Ada bantalan yang bikin cepet LDR
Perhatikan di corongnya, ada semacam silikon berlekuk kan? Itu berlekuk bukan sembarang berlekuk loh Bun, itu gunanya juga untuk memberikan pijatan apada payudara. Semakin nyaman dan rileks, maka proses memompa akan semakin mudah. Jadi, bagi saya, bantalan is a must! Memang ada breastpump tanpa bantalan? Banyak.

5/. Manual = ga heboh colokan/batre 
Dari nama produknya saja sudah ketahuan ya? Manual means ga pakai tambahan energi lain selain tangan kita yang ngengkol :p Ini berguna banget buat saya yang super mobile. Kadang kudu rapat beda gedung/agak jauh dari lokasi kantor, saya bisa pumping di dalam mobil supaya tetep jalanin semua pekerjaan sesuai schedule. Dalam kondisi saya yang seperti itu, manual selalu lebih praktis.

6/. Compact
Jika ada breastpump yang ga ribet, ga besar, ga berat, bisa muat ke backpack saya, maka itulah breastpump favorit sahaya. Apalagi saya pulang pergi menggunakan commuter line, tanpa saya ceritakan mendetil pun saya yakin Buibu pahambanget mengapa compact itu perlu. Breastpump Manual Philips Avent? Jangan tanya deh, dia mah super compact.

7/. Aksesoris mudah didapat
Nah, yang ga kalah penting yaitu aksesoris mudah didapat. Philips Avent udah lama banget ya beredar di Indonesia, its mean dari segi penjualan dan kepuasan customer juga terjaga di negara ini. Ya saya percaya siy, karena setiap kita beli baang baru dari Philips pasti bakal dapat garansi. Selain itu, jika ada part yang hilang (biasanya valve niy si mungil yang suka keselip atau robek) atau rusak, saya bisa cari gantinya di olshop langganan atau bahkan toko perlengkapan bayi terdekat. So easy.

Dari sekian banyak kelebihan breastpump Philips Avent Manual Standard,yang paling penting adalah udah kebukti ya review-review dari para Bunda selain saya juga banyak banget. Kebukti lah kalau Philips Avents Sahabat Bunda banget. Sebenernya saya tidak cuma pakai breastpump-nya loh, pas masuk masa MPASI, blender dan food containers Philips Avent juga menjadi solusi kebutuhan nutrisi anak saya. Kapan-kapan insyaAllah bakal direview jugaa deh, biar Buibu jangan pada nyesel karena keburu beli yang lain :p

Ga cuma memberi produk terbaik loh si Philips ini, pada bulan Januari Philips juga mengadakan kontes Apresiasi Cinta Bunda , cuss ikutan dan menangkan hadiah-hadiah super menarik dan super woww dari Philips Avent.


Segini dulu ya sekelumit cerita menyusui sambil bekerja kali ini. Kata kata motivasi ala saya, percayalah Allah menitipkan rejeki terbaik berupa ASI untuk anak Bunda, dengan niat dan semangat, insyaAllah Bunda semua berhasil memberikan nutrisi terbaik untuk anak Bunda.

You Might Also Like

2 comments

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)