Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Dunia Dari Layar Smartphone

Gambar
Semenjak ada masalah yang belum terselesaikan, hati saya jadi kurang tenang. Tidurpun tidur-tidur ayam saja. Rasanya memang tidak bisa tidur senyenyak biasanya. Begitu pula malam ini, saya terbangun dengan tiba-tiba. Dari layar smartphone,  saya tahu saat itu masih pukul 01.09 WIB. Terlalu pagi untuk memulai hari. Dan terlalu sulit untuk beranjak tidur kembali. Akhirnya saya memilih berselancar di dunia Instagram.  Awalnya saya iseng melihat daster-daster cantik yang akan open order  besok. " Wah ada ga ya budgetnya, mana cantik-cantik banget ", batin saya. Tapi demi memenuhi nafsu daster cantik, habislah waktu scrolling akun IG penjual daster tadi. Tetiba hampir 15 menit berlalu. Lanjut buka Instastory akun-akun yang saya follow . Dan berakhir explor  akun-akun lain di Instagram.  Eh,  kok ada seorang mba cantik dengan dua anak dan sepertinya beliau sedang hamil. Siapa ya? Oh, Mba Melati (bukan nama sebenarnya).  Ih, idola banget ya? Cantik, sholihah, anak-ana

Untuk Semua Mama Jagoan

Gambar
Sebuah suara tetiba memecah keheningan gerbong kereta pagi ini. Saat kereta sedang penuh-penuhnya. Seorang mama sepertinya, karena setelah suara khas seorang mama terdengar pula suara khas anak laki-laki -sedang merajuk. Awalnya sang mama cukup sabar untuk meladeni, tapi kemudian suaranya sedikit meninggi setelah sang anak  malah semakin merajuk. Sesaat terlintas dalam pikiran saya, apakah kelak saat anak anak bisa saya tinggal tanpa pengasuhnya, saya juga akan mengalami hal yang sama. Meladeni anak merajuk via video call karena sang anak tidak menemukan apa yang ia cari. Dilema memang, bagi kami para mama commuter - sebutan saya untuk para mama yang bekerja dan menggunakan moda commuter line setiap hari- harus bangun pagi-pagi dan pergi pagi-pagi (pula). Tentu jika kami tidak mau terlambat. Mau tak mau, manajemen waktu dan manajemen emosi harus baik. Karena bagaimanapun kondisinya, kantor dan rumah harus berjalan beriringan dan tidak saling meniadakan. Ketika menjadi ma

Hidup (Bukan) untuk Foto

Gambar
Saya tergelitik menulis ini segera setelah secara tidak sengaja menonton video yang diunggah womantalk.com via akun IG-nya. Tidak ingat pasti nama wanita yang menjadi pemilik kisah di video itu namun saya masih mengingat jelas hikmah yang ingin dibagi. Video tersebut menceritakan kisah hidup seorang wanita yang awalnya terjerat hutang, akhirnya bisa lepas dari hutangnya dan bahkan memutuskan untuk merubah gaya hidup. Dulu, dengan gaya hidup jetset ala Sex and The City, ia populer dan banyak fans -kehidupan ala selebgram. Setiap hari hang out di cafe dan berbelanja barang barang mewah. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk merubah semuanya. Its time to stop. Wanita populer ini hidup di atas hutang. Syukurlah hatinya tergerak dan segera memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Bayangkan jika ia bersikeras tetap berhutang, foto foto wah itu memang bisa terus dia unggah, tapi hidup dan pikirannya lelah digerogoti hutang. Really you wanna live life like that? Keputusan seperti itu bagin