Kolesterol dan Fertilitas : Benarkah Kadar Kolesterol Tinggi Dapat Mempersulit Wanita untuk Hamil

5/18/2018 03:48:00 PM


Sudah menikah beberapa tahun namun belum ada tanda-tanda dikaruniai buah hati memang tidaklah mudah rasanya mengelola hati dan pikiran agar tetep adem. Bagaimanapun caranya pasti akan ditempuh agar usaha memiliki momongan segera dikabulkan Tuhan. Dulu, ketika saya divonis memiliki kandungan ektopik, saya juga benar-benar stres bahkan mengalami insomnia. Mama Jagoan bisa membayangkan bagaimana perasaan saya saat itu, menikah belum lama, belum dikaruniai anak, namun harus mengikhlaskan 1 tuba untuk menyelamatkan saya. Namun demikian saya yakin tidak ada takdir Tuhan yang tidak berarti untuk hidup, tidak mungkin saya ratapi apa yang sudah terjadi. Meski literatur kedokteran menyatakan bahwa kemungkinan memiliki anak turun menjadi 50% dengan adanya riwayat ektopik, saya percayakan semuanya kepada Allah saja. Alhamdulillah,saat ini saya telah dititipi Allah putra dan putri yang kami idam-idamkan pasca ektopik itu. Saya yakin, Mama dan Papa Jagoan juga kelak akan mengerti mengapa Allah masih menunda memberi momongan. Sambil menunggu saat itu tiba, Mama dan Papa Jagoan bisa mempersiapkan diri dengan terus menjaga kesehatan. 

Kesehatan adalah salah satu kunci agar janin dapat terbentuk. Janin dapat terbentuk hanya jika sperma mampu membuahi telur, kemudian telur yang telah dibuahi dan siap berjalan menuju rahim. Untuk keduanya dapat bertemu dan kemudian tumbuh, Mama dan Papa Jagoan harus selalu dalam kondisi fit. Karena jika ada salah satunya yang kurang fit, kemungkinan mempengaruhi kesuksesan konsepsi. Baru-baru ini saya membaca sebuah artikel, bahwa kadar kolesterol pada pasangan suami istri mempengaruhi fertilitas keduanya. Sebuah penelitian yang dijalankan oleh Enrique Schisterman, peneliti senior di Eunice Kennedy Shriver, Institut Nasional Kesehatan Anak dan Pengembangan Manusia di Rockville Maryland, menemukan fakta bahwa terdapat hubungan antara tingkat kolesterol bebas tinggi dengan kesuburan. Di mana pasangan yang terdeteksi memiliki kadar kolesterol bebas-nya tinggi diketahui hamil lebih lama dibandingkan pasangan yang kadar kolesterol-nya normal. Penelitian ini dipublikasikan pertama kali di Journal of Endicronology and Metabolism.

KOLESTEROL DAN KONSEPSI
Dalam penelitian tersebut, para peneliti meminta 501 pasangan untuk mau menjadi objek penelitian. Seluruh pasangan tersebut diteliti kadar lemak dalam darah-nya : kolesterol bebas, kolesterol total, fosfolipid, trigliserida dan lipid total. Setelah itu, seluruh pasangan diminta untuk pulang dan sama sekali tidak diberikan perawatan fertilitas.

Satu tahun berjalan, tercatat 347 pasangan (69,3%) telah dinyatakan hamil. Dari seluruh pasangan tersebut, kemudian peneliti mengukur kembali kadar kolesterol, baik secara individu maupun pasangan. Dan terbukti, dari pasangan tersebut ada dampak kadar kolesterol dengan waktu yang dibutuhkan untuk hamil (konsepsi-nya berhasil). Hipotesis tersebut bahkan tetap benar setelah peneliti memasukkan faktor lain yang menentukan tingkat kesuburan (secara medis) seperti usia pasangan, indeks masa tubuh, dan juga ras.

Menurut Schisterman, selama ini dokter hanya mengecek kolesterol total, LDL dan HDL serta trigliserida, namun jarang mengecek kolesterol bebas. Dari penemuan ini, ia menyarankan agar para dokter/psangan mencoba melihat kadar kolesterol pada pasangan yang tidak memiliki permasalahan kesuburan, tetapi tidak kunjung hamil. Schisterman menambahkan, alasan kolesterol mempengaruhi kesuburan diantaranya karena kolesterol berpengaruh pada produksi hormon seksual (testosterone dan estrogen), yang mempengaruhi kualitas sperma dan air mani pria, ovulasi, implantasi, dan pemeliharaan kesehatan yang sehat pada wanita.

IMPLIKASI KESEHATAN
Kolesterol selama ini memang dikenal mempengaruhi kesehatan jantung. Namun dengan adanya penelitian ini, ternyata menjaga kadar kolesterol agar tetap normal juga sangat mungkin berpengaruh dengan kemampuan pasangan untuk hamil (secara medis).

So, yuk yuk yuk, bangun strategi lagi (dengan tetap mengutamakan kenyamanan dan jangan sampai stress). Kalau dengan membaca postingan saya kali ini kok merasa bener kadar kolesterolnya tinggi,  mungkin bisa mulai to conceive dengan memperbaiki pola makan rendah kolesterol. Kabar baiknya, ada juga jenis herbal yang bisa kita dapat di mana saja dan telah diteliti memiliki dampak menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Salah satunya adalah madu. Dan sekarang ada loh madu yang diramu khusus untuk membantu fertilitas, namanya madu penyubur fertilplus. Bisa klik di sini ya untuk memahami lebih jauh komposisi dan kegunaannya.


Sebuah jurnal yang di-publish di Scientific World Journal menyatakan bahwa dengan mengonsumsi 70 gr madu/hari selama 30 hari akan berdampak pada penurunan kadar kolesterol dalam darah hingga 3-8%. Wah, hanya dengan mengkonsumsi madu loh ini, insyaAllah ga susah lha ya. Tetapi memang kudu konsisten, jangan sampai semangat di awal lama lama lupa :p


Ayok semangat lagi memperbaiki kesehatan tubuh, insyaAllah kalau tubuh sehat kelak kehamilannya juga bakal minim komplikasi.(Calon) Mama dan Papa Jagoan jangan patah semangat ya, ikhtiar tidak mengkhianati hasil. Saya doakan yang terbaik untuk (calon) Mama dan Papa Jagoan semua ❤












You Might Also Like

0 comments