Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Broken But Beautiful

Gambar
Sebuah gambar dengan latar biru tua dan tulisan berwarna emas membuat saya tertegun di suatu siang. Di dalamnya terdapat pula gambar keramik yang "unik". Keramik yang berbentuk utuh namun dengan retakan. Retakan itu disamabung dengan emas. Dari quote di gambar itulah akhirnya saya berselancar mencari tau lebih jauh tentang kintsugi (atau kinstukuroi), seni mereparasi keramik ala Jepang. Berbeda dengan pandangan kita -orang awam- tentang mereparasi keramik, bahkan mungkin kita tidak terbayang unuk menyatukan kembalikepingan-kepingan keramik yang sudah pecah - ,kintsugi memilih untuk mereparasi tanpa menutupi "bekas luka"nya. Retakan-retakan tidak dibuat tertutup namun menjadi lebih terlihat karena direkat dengan emas, atau perak atau perunggu. Dengan metode ini, sebuah benda menjadi lebih "berseni"  bahkan "lebih bernilai" dari sebelumnya. Well , keramik pecah, kemudian direparasi, hasilnya? Jadi lebih bernilai. Such a brilliant! Filo

Needs vs Wants

Gambar
Salah satu titik terberat dalam kehidupan saya adalah masa masa ujian masuk universitas. Dulu namanya SPMB (ketauan deh angkatan taun berapa niy emak :p) Saat itu, dalam tekanan cukup berat dan menantang, berkat doa ortu akhirnya saya berhasil melewatinya dengan cukup baik. Namun ternyata ujian bagi saya sendiri belum selesai, diterima di beberapa kampus dalam satu waktu tidak selalu benar benar mudah. Saat itu saya ingin sekali masuk kampus ternama di Bandung dengan jurusan cukup unik untuk kalangan gadis dusun seperti saya. Tetapi takdir membawa saya menjadi mahasiswa sebuah kampus kedinasan di bilangan Tangerang Selatan, Sedih? Banget! Benaran awalnya sama sekali tidak mudah untuk menerima kondisi. Apalagi ditambah dengan komentar teman-teman yang menyayangkan keputusan tersebut.  Waktu pun berlalu, kalau dihitung-hitung, saat ini hampir 12 tahun berlalu dari peristiwa itu. 180 derajat perasaan waktu itu berubah. Duluu rasanya masih pengen bisa balik lagi ke kampus Bandung

REVIEW BUKU THE DANISH WAY OF PARENTING

Gambar
Semenjak menjadi orang tua, membaca buku bertema parenting sudah menjadi semacam kewajiban untuk saya. Tidak lain dan tidak bukan, karena bagi saya menjadi orang tua adalah long life learning-  program belajar seumur hidup. Belum lama ini saya membaca buku terkait parenting yang cukup menarik -sepertinya waktu itu saya membaca sekilas ulasannya di akun IG @theurbanmama, berjudul The Danish Way of Parenting. Sesuai dengan judulnya, buku ini secara garis besar membahas rahasia orang Denmark dalam membesarkan anak-anak mereka. Mengapa menarik? Karena selama puluhan tahun terakhir, warga negara Denmark dinobatkan sebagai orang paling bahagia di dunia -dan berdasarkan penelitian, didapat bahwa salah satu faktornya adalah terkait pengasuhan yang diwariskan turun temurun dari satu generasi ke generasi. Saya tidak akan membahas banyak tentang bagaimana mekanisme penelitian angka kebahagiaan ini, karena saat membaca bukunya saya semakin yakin kelak generasi di bawah kita akan memiliki kebahag