REVIEW BUKU THE DANISH WAY OF PARENTING

  • 8/14/2018 09:11:00 PM
  • By Athiah Listyowati
  • 2 Comments

Semenjak menjadi orang tua, membaca buku bertema parenting sudah menjadi semacam kewajiban untuk saya. Tidak lain dan tidak bukan, karena bagi saya menjadi orang tua adalah long life learning- program belajar seumur hidup. Belum lama ini saya membaca buku terkait parenting yang cukup menarik -sepertinya waktu itu saya membaca sekilas ulasannya di akun IG @theurbanmama, berjudul The Danish Way of Parenting. Sesuai dengan judulnya, buku ini secara garis besar membahas rahasia orang Denmark dalam membesarkan anak-anak mereka. Mengapa menarik? Karena selama puluhan tahun terakhir, warga negara Denmark dinobatkan sebagai orang paling bahagia di dunia -dan berdasarkan penelitian, didapat bahwa salah satu faktornya adalah terkait pengasuhan yang diwariskan turun temurun dari satu generasi ke generasi. Saya tidak akan membahas banyak tentang bagaimana mekanisme penelitian angka kebahagiaan ini, karena saat membaca bukunya saya semakin yakin kelak generasi di bawah kita akan memiliki kebahagiaan hidup. Salah satunya karena kebahagiaan yang didapat saat didampingi masa kecilnya oleh kedua orang tuanya. 




Ditulis oleh Jessica dan Iben, buku ini berisi strategi orang Denmark menjadi negara paling bahagia, tip menjadi orang tua bahagia untuk anak yang bahagia serta cara membesarkan anak yang tangguh dan bahagia. Bagi saya, setelah membaca pula buku Enlightning Parenting karya Teh Okina Fitriani, sangat penting untuk menghindari pengasuhan otoriter atau sebaliknya sama sekali tidak terlibat atau permisif. Saya sangat tercerahkan dengan pola pengasuhan penuh empati namun tetap tegas dan terarah yang ternyata juga enjadi salah satu tip pengasuhan ala Denmark (Danish Way). 

Buku ini terdiri atas 7 Bab, 1 bab untuk pendahuluan, sedangkan 6 bab lainnya membahas tip ala Denmark. Tip tersebut disingkat menjadi PARENT -play, autenticity, reframing, emphaty, no ultimatum, togetherness. Masing-masingnya dibahas secara baik, menggabungkan pengalaman penulis serta penelitian yang mendukung. Dan di akhir bab, dituliskan step by step untuk dapat melaksanakan setiap tip supaya berhasil. 

Sebenarnya, hampir semua tip tersebut pernah dibahas dalam materi-materi pengasuhan modern. Hal yang berbeda adalah bahwa kedua penulis menyampaikan secara jujur apa yang menjadi fenomena di masyarakat -terutama mereka mengambil contoh masyarakat Amerika. Sehingga fakta yang dialami masyarakat diberikan solusi dengan tip ala Danis ini. Misalnya, terbukti akhir-akhir angka narsisme mencuat. Tanpa harus membaca jurnal aslinya pun saya percaya bahwa hal tersebut benar. Selain itu, juga betapa keunggulan individualisme  diutamakan di berbagai bidang -olah raga, politik, akademis, seni- sangat jarang yang memberi apresiasi pada keharmonisan kelompok. Sedangkan ternyata, fitrah manusia itu bersosial dan beempati -sebagai kuncinya. Bullying akarnya adalah nol empati-siklus nol empati yang dimiliki oleh pelaku bullying yang kemudian diungkapkan pada objek bullying misalnya. Sungguh disayangkan bahwa ternyata sering sekali dalam pengasuhan kita meniadakan empati. Padahal empati adalah salah satu kecakapan sosial yang mampu membuat anak-anak kita bahagia ketika dewasa kelak.



Selain itu hal menarik lainnya dari buku ini adalah pemaparan salah satu budaya ala Danish  bernama hygge (kenyamanan). Kebiasaan ini sebenarnya semacam kumpul keluarga, namun kumpul keluarga bertujuan spesifik yaitu untuk bergembira, bersantai, without stress or negative feeling. Hygge  ini disinyalir sebagai salah satu perekat dan juga penyebab kestabilan emosi warga Denmark. Pokoknya semua hal buruk harus ditinggal di luar pintu, no gossiping, no argue -bahkan sekedar mencela makanan atau minuman yang dihidangkan. Pas baca bagian ini, rasanya kayak wahh, kapan ya bisa bikin acara keluarga kayak gini -terutama keluarga besar - dan rutin. Seru banget! 

Ada banyak insight  dan pemikiran baru dengan membaca buku 180 halaman ini. Serunya lagi, kita bisa membaca lebih jauh penelitian-penelitian yang dicantumkan di dalam buku -bila ingin membaca sendiri. Dan selain itu, juga bisa mengikuti feedback atas buku ini melalui situs officialnya thedanishway.com. Selamat membaca dan selamat belajar Mama :) 

***
Judul Buku : The Danish Way of Parenting
Penulis : Jessica Joelle & Iben Dissing
Penerbit : B First
Jumlah Halaman : 180 hlm.
Harga Buku : Rp 55.000,-
Beli di : shopee/akhiy agency
Penilaian : 4,5/5





You Might Also Like

2 comments

  1. Jadi penasaran sama bukunya Bun. Terutama yang tadi ada kata-kata no ultimatum. Btw, gaya pengasuhannya kalau dibandingkan sama The Nanny 911 nyambung nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, insyaAllah bermanfaat Bun. Saya angsung googling niy The Nanny 911. Sepertinya selain ada reality shownya juga ada bukunya ya? Tapi saya cuma bisa akses salah satu commandments-nya, saya rasa poin-poinnya selaras, tentang respect, tentang konsisten, hanya saja di buku The Danish Way lebih general pembahasannya :)

      Hapus