Pemenuhan Nutrisi Anak Berbekal Prinsip Gizi Seimbang

  • 9/09/2018 09:00:00 PM
  • By Athiah Listyowati
  • 17 Comments



Memberikan nutrisi terbaik untuk setiap anak adalah cita-cita semua mama, saya yakin begitu pula dengan emje (sebutan sayang saya untuk seluruh MamaJagoan di sana *kiss kiss). Saya sendiri memiliki dua anak yang usianya masih balita, sehingga pemenuhan nutrisi yang cukup sesuai usianya menjadi salah satu fokus sehari-hari dalam mengasuh mereka. Mengapa pemenuhan nutrisi begitu penting untuk anak-anak? Saya percaya, hanya dengan pemenuhan nutrisi itulah tumbuh kembang anak saya (tidak hanya body mass index-nya sesuai usianya, tetapi juga kekuatan tulang, serta optimalisasi otaknya) menjadi optimal. 

Supaya pilihan makanan sesuai kebutuhan nutrisi anak saya tepat, saya membekali diri dengan membaca berbagai literatur terkait pemberian nutrisi pada anak usia balita. Saat ini, literatur-literatur terkait nutrisi anak dapat diakses dengan mudah, bahkan bisa dijamin kebenarannya karena dipublikasikan langsung oleh organisasi yang kredibel. Salah satunya adalah artikel berjudul Dietary Recommendation For Children and  Adolescent yang dipublikasikan oleh American Academy of Pediatrics (disingkat AAP). Berikut adalah rekomendasi para dokter anak yang tergabung dalam AAP terkait dengan pemenuhan nutrisi anak dan penerapan kebiasaan makan yang baik sejak dini (untuk anak usia 2 tahun ke atas).

1/ Seimbangkan kalori yang diasup dengan aktivitas fisik untuk menjaga pertumbuhan yang normal
2/ Aktivitas fisik selama 60 menit/hari 
3/ Makan sayur dan buah setiap hari, kurangi pemberian jus
4/ Gunakan minyak sayur dan margarine dengan jumlah lemak trans rendah
5/ Kurangi asupan makanan dan minuman manis
6/ Kuragi asupan makanan yang terlalu banyak mengandung garam
7/ Asup susu skim atau susu rendah lemak dan produk turunan susu lainnya setiap hari
8/ Perbanyak makan ikan, terutama ikan yang dipanggang atau direbus

Bila kita sarikan, maka keseluruhan rekomendasi tersebut sesuai dengan pedoman/prinsip gizi seimbang yang mulai digalakkan pada tahun 2014 oleh pemerintah kita melalui Kementerian Kesehatan (Amerika telah mengeluarkan pedoman serupa dengan slogan My Plate pada tahun 2011). 

TUMPENG GIZI SEIMBANG
Sumber : Pedoman Gizi Seimbang (PGS) , Kemenkes 2014

Definisi Gizi Seimbang
Apakah yang dimaksud dengan gizi seimbang? Mungkin kita akan menemukan berbagai macam jawaban untuk menjelaskan tentang hal tersebut. Namun demikian, sesuai dengan PGS Kemenkes, dapat kita sarikan bahwa yang dimaksud dengan gisi seimbang adalah sebagai berikut.

Tercukupinya komponen-komponen yang kurang lebih sama, yaitu : cukup secara kuantitas, cukup secara kualitas, mengandung zat gizi yang beraneka ragam yang diperlukan tubuh untuk tumbuh (terutama pada anak-anak), untuk menjaga kesehatan dan melakukan aktivitas dan fungsi kehidupan sehari-hari (untuk semua umur), serta menyimpan zat gizi untuk mencukupi kebutuhan tubuh saat konsumsi makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan. 

Empat Pilar Gizi Seimbang
Sebagai upaya untuk memenuhi komponen-komponen gizi seimbang, terdapat empat pilar pendukung (terangkum dalam gambar poster Tumpeng Gizi Seimbang di atas) yang terdiri atas (1) mengonsumi makanan beragam, (2) membiasakan perilaku hidup bersih, (3) melakukan aktivitas fisik dan (4) menjaga body mass index berada di angka yang normal.

Gizi Seimbang untuk Anak Usia 2-5 Tahun
Nah, sekarang saya akan membahas kebutuhan gizi seimbang sesuai kelompok umur anak saya (bila membutuhkan penjelasan untuk kelompok umur lain, dapat membaca referensi yang saya cantumkan di akhir artikel ya Mam) yaitu kelompok usia 2-5 tahun. Berdasarkan empat pilar sebelumnya, maka pertama-tama saya harus memperhatikan keberagaman (dan kecukupan) makanan yang dikonsumsi oleh kedua anak saya. Keberagaman tersebut harus memenuhi kebutuhan kalori, protein dan vitamin serta mineral lainnya. Untuk itu saya mencari tahu pemenuhan kebutuhan gizi tersebut bila dituangkan dalam jumlah asupan per hari. Berikut adalah contoh orsi pemberian setiap elemen nutrisi sesuai dengan kampanye #IsiPiringku oleh Kemenkes.



Dalam memberikan asupan anak-anak, saya harus memastikan keterpenuhan kualitas dan kuantitas. Dan disinilah kreativitas sebagai seorang mama diuji (ga cuma sekolah Mams yang ada ujiannya *pakai ikat kepala). Ada kalanya memang anak-anak menolak apa yang kita siapkan Mams, but its okey. The show must go on :p Kita cari terus bagaimana caranya anak-anak tetap mau makan berbagai macam makanan yang dia butuhkan. Jangan menyerah lalu menyebutnya picky eater (red : suka pilih pilih makanan). Karena ada kalanya seorang anak tidak mau makan sayur dalam bentuk utuh, tapi lahap saat dicampur dengan telur menjadi telur orak-arik. Tidak mau makan buah langsung tapi mau dan mau lagi saat berbentuk es loli. Begitu juga dengan pemenuhan karbohidrat, tidak semua anak lahir sebagai 'perut Indonesia' yang menyukai nasi sebagai bahan makanan pokok, mungkin ada anak yang 'perut bule' maunya aneka pasta. Its just okey, kita kreasikan menu mereka sesuai dengan preferensinya sambil terus dikenalkan dengan makanan khas yang mudah ditemukan di Indonesia :)

Terkait dengan kualitas, jangan lupa untuk memastikan optimalisasi gizi pada setiap makanan ya Mams. Misalnya, ada beberapa jenis sayur yang tidak boleh dimasak terlalu lama agar gizinya optimal. Ikan-ikanan juga sebaiknya tidak melulu digoreng karena optimalisasi nilai gizinya tercukupi saat dimasak dengan dipanggang atau direbus. Kesannya mungkin agak riweh ya Mams, tapi saya yakin Mama Jagoan semua sudah jago ya kan?

Dan, selain itu, pastikan anak-anak juga minum air putih sesuai berat badannya ya Mams. Anak-anak juga butuh air putih meski jumlahnya tidak sebanyak orang dewasa, menurut ahli gizi Hardinsyah, anak usia 2-5 tahun membutuhkan air putih sebanyak kurang lebih 80-110 ml/kgBB/hari. Cara mengecek kebutuhan cairannya sudah terpenuhi atau belum sangat mudah Mams, kita tinggal cek warna urine-nya. Jika masih kuning, maka sebaiknya segera minta anak untuk minum ya, karna itu tanda cairan yang masuk ke tubuh masih belum cukup.

Nah, apakah boleh niy mengganti asupan cairan dengan selain air putih? Susu misalnya. Sesuai dengan pedoman gizi seimbang, saat ini posisi susu bukan lagi penyempurna (masih ingat slogan 4 sehat 5 sempurna ?), melainkan menjadi bagian dari lauk pauk (karena susu adalah sumber protein). Dengan perubahan tersebut, posisi susu (baik susu sapi, maupun susu dari bahan lainnya) menjadi tidak wajib ada karena dapat digantikan dengan sumber protein lainnya (aneka daging dan kacang-kacangan misalnya). Namun, kebaikan susu memang masih diakui oleh para ahli sebagai sumber protein, vitamin D dan kalsium, khususnya bagi anak-anak, bahkan saat usianya sudah di atas 2 tahun.

Bila kita meneliti kembali tabel pemberian makanan untuk anak-anak di atas, susu (dan turunannya) memiliki posisi khusus. Artinya, susu tetap masih menjadi sumber nutrisi yang penting untuk pertumbuhan anak-anak. Bahkan AAP merekomendasikan setiap anak mengasup 2 cup (setara dengan dua gelas) aneka produk dari susu. Nah, jika di Indonesia kan turunan susu, misalnya keju atau yoghurt, tidak menjadi produk yang biasa kita temukan dalam keseharian menu di meja makan. Sehingga memenuhi kebutuhan protein dengan dua gelas susu saya rasa menjadi pilihan yang bijak. Pas! Tidak kurang dan sebaiknya tidak lebih. Sehingga asupan cairan lain harus dipenuhi dari air putih ya Mams.


Mengapa tidak boleh berlebihan? Selain tidak mengajarkan anak tentang keanekaragaman makanan serta kebiasaan makan yang baik, minum susu saja tidak akan memenuhi kebutuhan nutrisi anak sesuai usianya. Susu penting namun bukan substitusi dari kebutuhan nutrisi harian anak. Sehingga ortu bukan abai tidak memberikan susu, tapi tidak pula mendudukan susu sebagai satu-satunya sumber asupan. Ayo kita berikan susu sebagai bagian dari nutrisi hariannya tanpa harus mengeliminasi nikmatnya sate ayam nan lezat :9 *ngencess sambil nulis

Sesuai dengan pilar kedua, tidak cukup hanya memberikan asupan yang tepat kualitas dan kuantitas, saya wajib mengajarkan tentang hidup bersih dan menyediakan lingkungan yang ramah anak. Selain memastikan lingkungan rumah bersih (anak-anak hampir 24 jam stay rumah, bahkan bisa full 24 jam jika belum sekolah), Mams juga harus mengajarkan aneka kebiasaan hidup bersih, mulai dari mandi dua kali sehari, gosok gigi minimal 2 kali sehari, memotong kuku, membuang sampah pada tempatnya, menutup hidung dan mulut saat bersin, serta mengajarkan cuci tangan yang tepat. Mulai usia 3 tahun, anak-anak sudah dapat diajarkan  keseluruhan langkah-langkah menjaga kebersihan diri dengan cara yang menarik dan menyenangkan sehingga anak-anak gembira melaksanakannya. Sebagai penyemangat, Mams bisa juga memberikan hadiah kejutan saat anak-anak mulai berhasil melaksanakannya sendiri. Belajar hidup bersih sekaligus belajar mandiri, combo!

Makanan terjaga, terbiasa hidup bersih, jangan lupa untuk mengajak anak-anak beraktivitas di luar rumah :3 Sesuai rekomendasi AAP, paling tidak anak-anak menghabiskan 60 menit/hari untuk aktivitas fisik. Aktivitas ini beraneka ragam sekali Mams, anak-anak saya biasanya suka jalan-jalan keliling kompleks sehabis itu main kejar-kejaran di halaman rumah. Atau mereka balapan naik sepeda dan main sepak bola. Kadang-kadang saya ajak mereka berenang atau naik kuda. Pokoknya aktivitas fisik tidak boleh terlewatkan. Dan bukankah sudah sewajarnya anak-anak ya, mereka suka sekali jika dibebaskan main di luar rumah. Kadang-kadang malah kita yang senewen takut anak jatuh atau kecapekan. Nah, ada tips dari saya niy Mams supaya anak sekalian belajar mengenal dirinya. Jadi setiap mereka main di luar, saya siapkan sebotol air putih di teras rumah. Sebelum main ke luar, saya berpesan agar mereka istirahat saat sudah merasa lelah. Mampu merasakan bahwa tubuhnya lelah ternyata sebuah pembelajaran juga Mams, agar kelak ia terbiasa untuk mengukur kemampuan diri dan tau kapan harus berhenti/istirahat.



Bagaimana supaya anak-anak enjoy beraktivitas fisik ya? Batasi gadget dan TV, ganti dengan permainan seru luar ruang. Balik lagi ke rekomendasi AAP, sebaiknya anak dibatasi lamanya waktu menatap layar (baik HP, tablet maupun televisi) maksimal 2 jam per hari. Bahkan untuk anak usia 2 tahun, sebaiknya sama sekali tidak dikenalkan dengan aneka gadget terlebih dahulu. Jadi pandai-pandailah menyiapkan 'panggung bermain anak' agar anak-anak asyik dengan mainannya dibandingkan dengan sekedar menikmati gambar yang bergerak di layar.

Terakhir, pedoman gizi seimbang memastikan kondisi kesehatan kita terjaga dengan melakukan pengecekan berat badan setiap bulan. Di rumah Mams ada Posyandu? Nah, itu cara paling praktis (dan murah) untuk mengecek pertumbuhan anak secara fisik. Masih isi KMS kan ya Mams? Itu loh, Kartu Menuju Sehat. Sampai usia 5 tahun, anak-anak masih terus dipantau perkembangan fisiknya setiap bulan. Alhamdulillah, di lingkungan tempat tinggal saya Posyandu aktif mengedukasi para mama untuk memeriksakan anak-anaknya secara periodik. Salah satu manfaat dari pemeriksaan fisik ini adalah deteksi dini bila terjadi masalah kesehatan anak. Misalnya, ketika diketahui berat bdan anak tidak sesuai dengan KMS, kita dapat segera melacak penyebabnya, apakah terkait dengan pola makan anak, jenis asupan yang diberikan, ataukah ada penyakit tertentu yang 'tersembunyi' (misal, TBC, ISK atau ADB). Semakin cepat kita memberikan penanganan, insyaAllah anak-anak juga semakin terjaga kesehatannya.

Fakta Kurang Gizi dan Risikonya
Setelah membaca sekian banyak artikel dan literatur, plus mempelajari pedoman gizi seimbang, saya menjadi aware betapa pentingnya pemenuhan nutrisi anak sejak kelahirannya hingga minimal 6 tahun pertama usianya sebagai fondasi kesehatan selama hidupnya. Telah terbukti bahwa kurang gizi pada awal kehidupan anak-anak menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan, mulai dari stunting (gagal tumbuh) atau kekurangan mikronutrien (berakibat pada penyakit mata, penyakit gondok, anemia). Atau sebaliknya, apabila kita abai mengatur asupan anak, bisa berisiko juga kelebihan asupan sehingga berisiko terkena obesitas.



Untuk itu, sejalan dengan kampanye prinsip gizi seimbang dalam pemenuhan nutrisi anak, saya yakin setiap Mama Jagoan akan lebih cerdas dalam mengelola asupan putra putrinya. Tidak hanya ada yang dimakan, namun yang dimakan ada gizi dan kualitas. Dengan pemenuhan nutrisi sesuai usianya, maka kelak anak-anak lebih besar berpotensi menjadi anak-anak yang cerdas, kreatif, tumbuh tinggi dan kuat sesuai usianya, mandiri, percaya diri serta supel :3 (menantu idaman banget dah) Plus aktif bergerak dan menjalani hidup bersih tentu saja. Yuk kita temani anak-anak menjadi anak generasi maju :) 






Referensi :
Kebutuhan Air Putih Sesuai Umur
Pemaparan Bunda Qonita pada Kelas Bunda Surabaya



Sumber Gambar :
Banner Blog
Wash Your Hands


You Might Also Like

17 comments

  1. Makasih banget tulisannya Ma. Anakku juga yang satu 2 tahun, yg satu 7 thn, yang 2 tahun alhamdulillah makannya bagus, tapi yang 7 tahunnya itu picky eater banget, susah mau dikasih buah sama sayur, maunya protein aja sma susu

    BalasHapus
  2. Yess. Betul sekali. Untuk ikan anak ku lebih suka di rebus csmpur dengan beberapa sayur misalnya wortel atau sawi putih. Dimusim kemarau seperti ini jus buah sangat membantu agar kulit tidak kering.

    BalasHapus
  3. Makasih sharing nya mba, walau sedikit sudah ada yang aku pernah dapat sharing nya, tapi ada beberapa yang baru aku dapat di artikel yg mba sharing. Seperti di remind lagi ..sebagai seorang Ibu yang memiliki 3 anak yg masih dalam masa pertumbuhan perlu yg namanya mengkontrol asupan gizi nya

    BalasHapus
  4. Setujuuu,,,
    Dengan terpenuhinya nutrisi sesuai usianya, maka anak berpotensi menjadi anak-anak yang cerdas, kreatif, tumbuh tinggi dan kuat sesuai usianya, mandiri, percaya diri,,

    Suka dengan ulasan ini Mbak..

    Alhamdulillah anakku enggak susah makannya, sayur, buah ayo aja..
    Cuma yang kecil lama ngunyahnya...hiks

    BalasHapus
  5. anak saya dulu yang nomor 2 doyan banget minum susu, sampai dia gak mau minum air putih, alhamdulillah sih sehat dianya, bocor dompet uminya heuheu gak sih, alhamdulillah kelihatan banget hasilnya sekarang, dia lebih kuat dan tinggi besar. meski demikian pemenuhan menu gizi seimbang harus tetap diberikan ya mbak, siaplah, noted

    BalasHapus
  6. Gizi seimbang sangat dibutuhkan terutama untuk yang dalam masa pertumbuhan, sebagai pemenuhan nutrisi perkembangan anak

    BalasHapus
  7. Setuju banget jika harus memperhatikan asupan gizi anak karena memmang mempengaruhi tumbuh kembang anak ya mba

    BalasHapus
  8. Pemenuhan gizi seimbang buat anak anak sangat penting dan perlu kreatif sang mama agar sang anak suka makan sayuran dan buah buahan.

    BalasHapus
  9. Sekarang jamannya piring gizi seimbang ya. Bukan 4 sehat 5 sempurna lagi.. xixixi.. itu jaman dulu bangeet.

    BalasHapus
  10. Wah aku nih suka makanan yg asin. Jadi kalo masak utk anak jg garamnya banyak sampai enak di lidahku. Ternyata harus dikurangi ya.

    BalasHapus
  11. Iya kalau kasi susu anak harus sesuai banget sama petunjuk di kalengnya. Suka liat ibu2 air putihnya dibvanyakin dengan harapan irit duh. Pdhl nilai gizinya gk sama, apalagi kalau buat bayi di bawah 6 bulan, kan bahaya... Klaau udah di ats 6 bulan susu diencerin sih kyknya msh gpp.

    BalasHapus
  12. Setuju banget sama tulisan ini. Pemenuhan gizi secara seimbang untuk anak perlu banget dilakukan agar tumbuh kembang anak berjalan dengan maksimal, apalagi kalau didukung dengan stimulasi yang tepat, wah bisa makin cerdas anak ya. Terima kasih untuk tulisan yang mencerahkan ini

    BalasHapus
  13. Jangankan anak2 ya mbak, orang dewasa aja kl nutrisinya gak terpenuhi jg bisa bikin lemas, lesu. Apalagi anak2 yang masih proses masa pertumbuhan

    BalasHapus
  14. Wah, bisa jadi panduan saya dalam memenuhi gizi anak ini bunsay,,, terima kasih atas informasinya.

    BalasHapus
  15. Duuhh masalahnya ya mba, susah banget nyuruh krucils makan sayur. Milih-milih banget sayurnya. Palinga ya sop dan bayam yang berhasil mereka lahap.

    BalasHapus
  16. Penting banget ya, seorang ibu tahu nutrisi yang seimbang buat anak anaknya

    BalasHapus
  17. Asupan gizi seimbang berpengaruh pada tumbuh kembang anak nantinya ya mbak. Makasih tuk sharingnya ya.

    BalasHapus

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)