Living Cost at Canberra

  • 10/31/2018 06:55:00 AM
  • By Athiah Listyowati
  • 2 Comments

Pembahasan tentang living cost, alias biaya hidup memang tidak akan terlepas apapun sumber keuanganmu, eh kecuali kalau kamu #crazyrichasian kali ya 😂 


Apalagi jika hidup di negeri orang bersama anak-anak usia sekolah dan tidak bekerja, melainkan hanya mendapat jatah sesuai allowance dari pemberi beasiswa. Fyi, saya bercerita dari sisi bukan sebagai tukang bayar yak, jadi saya ga berani claim tingkat kevalidan dollar per dollarnya, melainkan hanya gambaran besar. Takutnya ada yang complain ye kan 🤣

Besaran Allowance
Sebagaimana beasiswa yang meng-cover biaya hidup, pak suami juga mendapatkan allowance dari pihak pemberi beasiswa, yaitu AAI. Besaran allowance yang didapat adalah $ 2300/mo, yang dibayarkan per 2 minggu sebesar 50%. Oiya, di awal kedatangan di Canberra, setiap penerima beasiswa juga mendapatkan $5000 untuk mencari rumah tinggal (karena harus ada semacam jaminan) dan sisanya kami pakai untuk membeli asuransi kesehatan (wajib untuk setiap orang, jadi kami beli yang family). 

Pembahasan selanjutnya, cukup ga ya $2300 per mo untuk keluarga dengan 2 anak balita seperti kami? Alhamdulillah cukup, insyaAllah. Namun tentu saja harus dibarengi dengan konsisten berhemat dan membuat perencanaan keuangan agar tidak besar pasak daripada tiang.  

Housing
Yuk mulai dari kemungkinan pengeluaran yang terbesar, yaitu untuk housing alias sewa rumah. Kondisi di Australia, setiap mau meninggali sebuah rumah harus memenuhi syarat tertentu. Misal, rumah yang kamarnya hanya 1, berarti tidak boleh ditinggali oleh keluarga dengan 2 anak. Dengan kondisi tersebut, kemungkinan berhemat adalah dengan memilih daerah yang tidak terlalu dekat pusat kota sehingga memungkinkan untuk menekan biaya housing. 

Per week untuk rumah sederhana kira kira 300-400$ (lebih dari ini mah banyak). Nah, tinggal dikalikan 4 jadilah biaya housing sebulan. Kurang lebih 1200$ per month. Its mean hampir 50% allowance digunakan untuk housing. 

Fyi, biaya housing pun yang di-cover beda beda. Ada yang sudah termasuk furniture, ada yang kosongan. Ada yang sudah termasuk wifi, listrik atau juga air, namun ada juga yang hanya salah satu/dua di antaranya. So, pastikan saat akan melakukan kontrak sewa sudah memahami betul apa saja fasilitas yang didapat. 

Groceries
Pengeluaran selanjutnya adalah aneka groceries alias belanja mingguan untuk memenuhi kebutuhan dapur (buah, sayur, beras, dll) dan toiletries (detergen, sabun, shampoo). Berdasarkan pengalaman selama kurang lebih 2 bulan di sini, kami merencanakan budget mingguan untuk belanja groceries adalah $90/minggu (tanpa pospak dan vitamin anak).

Di sini tidak ada pasar tradisional 😔 Jadi jika mau berhemat aneka keperluan dapur harus pintar-pintar mencari lokasi yang harganya sesuai dengan budget kita kapanpun itu (bukan hanya saat SALE), misalnya saya akan mengutamakan belanja sayuran dan buah di IGA Express dibandingkan di Woolworth atau Aldi (keduanya semacam Carrefour kalau di Indonesia). Perbedaannya benar-benar sangat signifikan loh! Misalnya saja, untuk satu jenis sayur di Woolworth $3 per buah, di IGA $1,6. Jika sedang beruntung, di IGA juga sering sekali ada clearance untuk sayuran/buah yang sudah tidak layak dijual (padahal sedikit cacatnya) dan harganya hanya $1/pack. Alternatif lainnya adalah memaksimalkan penggunaan frozen vegetable (potongan wortel, pipilan jagung manis dan kacang polong) untuk aneka sayuran *hahaha, bosen bosen deh.

Keperluan dapur dan toiletries sangat bisa ditekan lagi dengan ga banyak jajan aneka snack 😅 Karena aneka snack yang melambai-lambai dan menarik itu harganya lumayan menguras kantong. Kami pun beli ice cream hanya jika ada special price. Tapi kembali lagi ke masing-masing tipe keluarga siy, kalau kami memang memaksimalkan makan besar dan snack buah. Jadi hiburan mulut ya yang murah-murah saja. Begitu juga dengan toiletries, saya pilih yang murah di antara semua pilihan yang ada dan kalau bisa, paling besar juga volumenya *evillaugh.

Tapi di atas semua itu, saya sangat bersyukur karena harga susu fresh, beras dan telur masih amat sangat terjangkau sehingga saya tidak terlalu khawatir dengan asupan gizi anak-anak insyaAllah. Tinggal gimana atur cara masaknya aja kan ya ? Hari ini nasi goreng, nanti siang telur dadar, besok telur gulung :p All hail telur!

Transport dan Pulsa
Jika nanti Mama kemari dengan jumlah anak lebih dari 1 dan salah satunya sudah sekolah, atau Papa ingin menyambi jadi Uber, mungkin ada baiknya menyediakan juga biaya membeli mobil. Kami sendiri sampai saat ini memilih untuk menggunakan transportasi umum yang ada meski harus menerima konsekuensinya. Misalnya, kami harus memastikan jadwal bus terlebih dahulu sebelum berangkat dan pulang sesuai jadwal bus. Kami harus siap untuk jalan lebih jauh menuju lokasi yang dituju apabila lokasinya tidak dekat dengan halte bus. But its okey, pengeluaran untuk mobil masih kami simpan jika suatu waktu kami benar-benar membutuhkan. Pada dasarnya masih sangat bisa ditoleransi dan dinikmati kok transportasi umumnya. Bersih, tepat waktu dan sangat ramah anak (juga beberapa bus tersedia free wifi). Jika usia anak-anak belum 5 tahun, maka tidak perlu membayar 😁 Apabila lamanya bepergian kurang dari 90 menit, kita hanya dikenai 1 kali perjalanan saja. InsyaAllah superhemat. Jadi, saya hanya menyiapakan budget sebesar $20 saja/bulan untuk isi top up myWay (semacam e-money khusus untuk Transport Canberra).

Nah, untuk pulsa, saya tertolong sekali dengan free wifi di flat. Namun. saya tetap butuh isi pulsa kalau ada kondisi urgent butuh menelpon. Jadi saya siapkan $10/bulan untuk budget pulsa. Nah kalau sedang kelaur rumah bagaimana? Alhamdulillah di Canberra free wifi selalu ada di tempat-tempat umum, seperti di pusat perbelanjaan, kita hanya perlu login dengan email atau mengisi survey simpel,maka langsung bisa terhubung dengan wifi yang disediakan oleh pengelola pusat perbelanjaan. Dari pengalaman saya menggunakan free wifi, not too bad dan cukup membantu untuk sekedar buka WA dan GMap.

Jajan di Luar
Prinsipnya jajan di luar boleh, tapi sesuai budget. Namun dengan kondisi Islan di sini minoritas, sebenarnya hasrat jajan di luar agak berkurang. Susah oey ketemu resto yang makanannya cocok di lidah dan halal, kebanyakan di sini kan cafe-cafe ya. Pengen siy ngopi-ngopi cantik, namun saya memilih ngopi hemat di rumah 😅 Lagian saya juga bukan kope freak, saya adalah kopi susu freak, di mana menurut saya rasanya akan sama meskipun belinya di fancy cafe sekalipun. Plus, sekalinya kemarin pernah jajan di KFC, ternyata rasanya tidak 100% sama dengan di Indonesia. Padahal KFC di suburb saya salah satu yang di-state halal oleh KFC, ya weslah, bukan rejeki kulineran deh kalau di Canberra, kantong jadi aman.

Budget? Tetap ada kalau pas pengen jajan bakso/mie ayam ke orang Indonesia. Cukup $40/bulan, bisa buat jajan bakso untuk 4 porsi 😛

Baju, Sepatu, Mainan Anak
Karena termasuk negara 4 musim, urusan outfit memang agak membutuhkan perhatian. Seperti sekarang, saat sudah mulai summer, anak-anak sudah tidak membutuhkan long john. Memakaian kaos lengan pendek pun sudah berani. Nah, kemarin waktu berangkat kami hanya mempersiapkan baju winter, jadi kami memutuskan untuk membeli beberapa potong pakaian summer. 

Karena keperluannya tidak selalu ada, meski ada budget bulanan namun tidak selalu kami belanjakan. Bila keperluannya lebih besar sari budget yang ada, kami menunggu hingga uangnya mencukupi. Seperti mainan, saya rencanakan hanya $20/bulan, bila anak-anak ingin membeli mainan, maka maksimal hanya seharga itu. Bila harganya lebih dari itu, maka budget untuk bulan depan sudah tidak ada, begitu seterusnya. Secara keseluruhan, budget kami untuk pakaian dan mainan anak adalah $100.bulan.

Biaya Darurat/Saving/Budget Liburan
Alhamdulillah, dengan mekanisme budgeting, masih ada beberapa dollar yang dapat digunakan untuk kondisi darurat atau menabung biaya liburan.

Nasib Cicilan KPR
Meskipun kami sedang di luar negeri, tentu saja tagihan KPR tetap jalan 😁 Untuk itu, kami mempersiapkan sejumlah kebutuhan pembayaran KPR di tabungan yang biasa di-autodebet oleh bank di mana kami mengajukan KPR. Uangnya dari mana? Emm, anu, dari tabungan jaman sebelum paksuami sekolah. Alhamdulillah selain dari allowance, kantor beliau masih memberi gaji walaupun tidak 100%.

Nah, mungkin ini juga yang harus menjadi perhatian Mom-Pop bila nanti mengambil beasiswa ya. Apabila masih ada gaji dari kantor, maka bisa disisihkan untuk kebutuhan cicilan (apapun itu). Namun bila ternyata tidak ada gaji sama sekali (selain allowance), pastikan ada sebagaian allowance ynag digunakan untuk membayar cicilan yang ada. Alangkah baiknya (dan senangnya) apabila sebelum berangkat sekolah sudah tidak memiliki hutang.

Tambahan Penghasilan
Bisakah mencari tambahan penghasilan ? Alhamdulillah di Australia sendiri (khususnya Canberra) ada banyak kesempatan bagi mereka yang ingin menambah penghasilan, terutama untuk laki-laki ya. Kenapa saya sebut laki-laki, karena pekerjaan sampingan yang biasa terbuka untuk temporer worker adalah pekerjaan non formal, seperti mengantar koran/brosur ke rumah-rumah, Uber,jasa pengriiman makanan atau cleaning service. Dari pengalaman pak suami, sebagian besar membutuhkan tenaga lebih dan juga dedikasi waktu yang menurut saya tidak cocok untuk wanita (misalnya pekerjaan baru dimulai tengah malam setelah konser selesai).

Saya sedang menjajaki bisnis jasa titip produk Australia, tapi karena belum berjalan saya belum bisa menceritakan apakah prospektif atau tidak :p Oiya, berapa si dapatnya kalau kerja non formal? Rata-rata $20/jam, bisa lebih atau kurang.

Sebagai penutup, saya sejujurnya bersyukur sekali Allah beri kesempatan untuk tinggal di luar. Bukan hanya karena kesempatannya yang langka, tetapi juga berbagai pembelajaran saya benar-benar rasakan di sini. Terutama dalam mengelola keuangan. Sungguh tidak mudah bagi saya yang biasa memiliki tabungan dan gaji sendiri, harus mengelola seluruh pengeluaran berdasarkan budget tertentu dan stick with it. Namun ternyata menyenangkan setelah dijalani dan happy banget kalau bisa memenuhi kebutuhan sesuai rencana keuangan bahkan bisa disisihkan sedikit sekedar untuk jajan es kopi 😛 (mamak-mamak yang ga punya uang sendiri pasti tau rasanya hahahaha) Semoga istiqomah untuk seterusnya ya Allah ~

Oiya, ada 1 biaya yang saya belum bisa sharing kebutuhannya secara pasti, yaitu biaya sekolah anak-anak. Sepengetahuan saya untuk penerima beasiswa AAI/AAS, pemerintah menggratiskan biaya sekolah anak (selama sekolah di sekolah negeri kalau bahasa kita). Jadi jikapun ada biaya, sepertinya terkait lunch saja atau mungkin sesekali biaya outing.

Sekian pembahasan gambaran living cost di Canberra ya Mom-Pop, semoga bisa membantu perencanaan keuangan keluarga bila suatu saat belajar di sini. Bila ada pertanyaan, sila bisa dituliskan di kolom komentar ataupun DM saya via sosmed ya 😎 Terkait pembahasan lain untuk persiapan hidup di Canberra, bisa cek di artikel terkait.



You Might Also Like

2 comments

  1. Dulu temen aku juga ada yg kuliah di Australi, trus buat penghasilan tambahan gtu suaminya jd pemetik anggur, istrinya tukang cuci piring gtu di resto, ya lumayan buat penghasilan tambahan.

    Baca ginian bikin aku bersyukur bngt tinggal di Indo mba, dimana tukang sayur yg nyamperin kita dan kita bsa belanja kapan aja wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, pekerjaan semacam itu memang paling mudah diakses sama kita-kita di sini >,<

      Ituuu benerrr banget, kebayang kalau punya bayik ye kan? Tapi dimari mak emak punya bayik banyak yang sejahtera juga siy, karena ke swalayan (pusat belanja di masing-masing suburb) itu ga susah aksesnya (jalanan mulus buat stroller dan stroller biasa masuk swalayan, bahkan perpus). Cuma kalau lagi sakit dan ga ada yang mbantu itu yang mantep, delivery lumayan juga harga jasanya >,<

      Hapus

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)