Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

100 Juta untuk 1000 Tawa

Gambar
Tawa riang terdengar setiap kali aku mendorong ayunan kesukaannya dengan kuat. "Umiii, lebih tinggi lagiii!", celoteh si kecil. "Kecepatan penuh, Umii!", tambahnya. Aku pun segera memberikan apa yang ia inginkan. "Yuhuuu, kecepatan penuhhhh. Terima ini!", aku menimpalinya sambil dengan menirukan suara tokoh kartun kesukaannya. Ia tertawa lagi. *** Seandainya aku bisa membuat playground sederhana seperti ini kelak ketika kembali, betapa banyak tawa yang bisa kudengar setiap hari.  *** Itu yang terpikir olehku bila aku memiliki uang 100juta : sebuah tempat yang menjadi perantara tawa anak-anak. Bila kubayangkan, penampakannya akan seperti ini : sebuah tempat lapang dipenuhi rumput dan sebuah pohon besar yang rindang. Di tengah tanah lapang itu akan kubangun tempat bermain sederhana : 2 buah ayunan, 1 buah jungkat jungkit, 1 buah perosotan dan aneka permainan olah fisik yang seru dan menantang adrenalin (namun cukup aman unt

Begini Isi Tas Ibu-ibu, Kamu (Ga) Bakal Kaget!

Gambar
Udah lama banget ga pernah pakai tas cantik kecil kayak punya Mba Kate Middleton. Semenjak 5 tahun terakhir selalu pakainya tas ransel. Pengen siy pakai tas cantik, tapi daripada aneka printilan super penting ga kebawa, aye pilih ransel aja deh! Tas segini ga bakal muat ya kan bawa printilan ibu-ibu? |   source Popok Sekali Pakai Saya ga bakal pernah bayangin anak masih pakai pospak dan p*p di saat sedang asyik jalan-jalan terus saya lupa ga bawa ganti. Oh No! Ya kalau di Indonesia masih taraf aman lah, karena warung kelontong ada dimana-mana. Di Canberra? Ehehe. Mana ada warung kelontong yang jual bijian 😏  Jadi saya ga bakal pernah lupa bawa pospak. Minyak Kayu Putih Anak saya yang pertama itu agak kurang transportasi darat friendly, sering pusing kalau perjalanannya agak jauh plus supirnya kurang asoy bawa kendaraannya. Nah! Di Canberra kita kemana-mana selalu naik bus, jadi memang ada kalanya kita lama di dalam bus. Pernah sekalinya saya lupa ga bawa, dia pucat p

Cukup Kamu Saja yang Tau, Apa Adanya Diriku Setelah Menjadi Seorang Ibu

Gambar
Bila ada hal yang akan selalu kusyukuri sampai kapanpun itu, maka itu adalah momen-momen ketika aku menjadi seorang Ibu. Dua bulan pasca menikah, Allah mempercayai kami untuk mengandung anak yang pertama. Kandungan itu kemudian harus berakhir karena Allah menakdirkanku mengalami  hamil di luar kandungan .  Malam-malam panjang memikirkan kekhawatiran-kekhawatiran serta bayang bayang akan sulit memiliki keturunan pun kualami cukup lama. Tapi Allah -lah Sang Maha Berkehendak, Maha Kuasa, Maha Kasih kepada keluarga kami. Meski saat ini aku hanya memiliki sebelah tuba, Allah meriskikan kami dua orang anak.Semoga Allah melindungi dan menyayangi mereka. Namun bukan berarti kehidupan menjadi 100% sempurna, aku mengalami masa naik turun, bahkan pernah mengalami depresi . Lalu aku mulai menyadari bahwa semuanya telah mengubah diriku. Inilah aku apa adanya setelah 5 tahun menjadi seorang ibu. Aku adalah seorang Ibu dari dua anak yang jarak lahirnya dekat dan pernah merasa san

Tantangan Main Sosmed di Jaman Ini, Kamu Harus Tau

Gambar
Ini akan jadi postingan yang amat sangat panjang kalau aku ga sadar ini sudah jam setengah 12 malam di Canberra. Rasa-rasanya membahas soal sosial media tidak akan habis dalam 1 buah postingan. Ada banyak hal yang terjadi di dunia kita semenjak sosial media menjadi bagian tak terpisah dari kehidupan sehari-hari, entah kamu jomblo atau menikah, entah kamu ibu beranak 1 atau beranak 3, entah kamu bapak perlente atau bapak biasa aja, dari ujung dunia ke ujung dunia lainnya mengenal sosial media sebagai sebuah "permainan baru".  Namun seiring dengan bergulirnya sosial media pula, semakin khawatir rasanya bermain sosial media bila tidak punya 1 hal penting : RESPONSIBILITY! Hoax tidak akan mudah tersebar bila kita paham bahwa menyebarkan berita bohong adalah sebuah kesalahan besar. Kriminalitas berbalut pertemanan via jejaring sosial media juga tidak akan tumbuh subur bila setiap orang bermain bersih. PIL, WIL,dan idaman-idaman lain seharusnya tau diri sebelum mengintip

Ga Usah Bergabung di Blogger Perempuan Network, Kecuali Kamu Mau Kayak Gini

Gambar
Menulis memang bukan dunia baru, tetapi menulis bersama komunitas tertentu? Apa pentingnya? Jawabannya adalah PENTING SEKALI FERGUSO 😤 Bertahun-tahun saya ngeblog sendirian tanpa arah dan tujuan, tidak paham apa itu SEO, apalagi bikin judul yang search-friendly , belum lagi blog walking -jaraaang. Sendiriii... kumenapaki jalan kehidupaaann. Then, thanks God, entah gimana ceritanya, pokoknya aku jadi ngeh kalau berkomunitas itu bakal ngebantu banget perjalanan karir sebagai blogger. Semenjak bergabung dengan komunitas blogger, rasanya jalan untuk menjadi blogger yang ga gitu-gitu aja  itu terbuka lebar. Tinggal kita mau atau ga menapakinya ((apa siiyy)). Ibarat kata, kalau berkomunitas itu mempertemukan berbagai macam blogger dengan keunikannnya masing-masing namun dengan satu persamaan : maju dan bermanfaat ((udah kayak mau jadi ketua osis belum Sis? :p) Dan akhirnya,saya memilih bergabung dengan salah satu komunitas blogger yang kece : Blogger Perempuan Network. Siapa Blo

Apakah Memilih Nama Blog Harus Seserius Memilih Nama Anak ?

Gambar
Orang bilang nama blog itu harus sounds  catchy . Unik sekaligus mudah diingat. Kalau bisa, sekaligus memberi "teaser" kepada calon pembaca, apa siy kira-kira isi blogmu. Wellsaid , menurutku itu semua bener. Meskipun demikian, itu artinya rada rada susah cari wangsitnya mameeen 😅  Ada banyak banget inspirasi nama blog, mulai dari nama bebatuan, nama bunga, semacam catatan perjalanan (Naked Traveller) atau semacam  kesukaan (Oke Sepatu Merah), bahkan nama kocak seperti Halo Terong-nya Mba Nahla. Yang paling populer tentu saja menggunakan nama sendiri atau nama keluarga. Tapi di antara semua itu, sah-sah saja kok mau pilih yang mana :p SAH! Karena memberi nama blog itu 100% hak si pemilik blog. Tetapi menurutku ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar supaya ga menyesal di kemudian hari. Kan ga lucu udah dilairin tetiba harus diedit namanya ((DI-EDIT)). Nama Blog Harus Menunjukkan Isi Blog Minimal banget, jangan melenceng kejauhan. Misal, aku kasih nama blogku

Haruskah Memilih Tema Khusus Dalam Menulis Blog?

Gambar
Bicara tentang tema tulisan, ada banyak sekali teori blogging di luaran sana yang membahas tentang tema apa yang sebaiknya dipilih dan ditulis. Bahasa keren-nya memilih  niche blog. Aku mah 100% percaya kalian mah pasti udah pada ngeh  ya soal niche ini. Ibarat toko, ada toko khusus kosmetik, ada toko khusus bahan-bahan kue, ada toko khusus obat, dst. Nah, teorinya, semakin khusus barang yang dijual sebuah toko, maka ((seharusnya)) semakin mudah pula sebuah toko menggaet pembeli yang sesuai dengan target pasarnya. Misalnya, setiap ingat ayam geprek, pasti kepikirannya Ayam Geprek Bonsu (ups, ga sengaja ngiklan - saya ga minta bayaran kok Om Ben). Begitu pula dengan sebuah blog, katanya, semakin fokus kamu menulis pada tema tertentu, maka semakin mudah blogmu dikenali oleh calon pembaca yang sesuai dengan niche  blogmu. Pengen cari tau soal review kosmetik terkini, ke blog Kak Melati (bukan nama sebenarnya) saja. Pengen tau soal SEO dan kawan-kawannya, ke blog Kak Carolina Ratri

6 Alasan Filosofis yang Bikin Ketagihan Nulis Blog

Gambar
Proudly tell to you that i've blogging since 2008 . Yeah, itu artinya Lis udah nulis blog lebih dari 10 tahun lalu. Masih inget kan jaman-jamannya Multiply ? Nah, aku adalah anak jebolan Multiply ((SETUA ITU)) dan sekarang menikmati kemudahan blogging di Blogspot.  Sebenernya malu ngaku jadi blogger, hanya karena udah lama punya blog.  Karena sejujurnya selama 10 tahun itu angot-angotan. Ada tahun yang super produktif, ada juga yang setahun cuma nulis 20 artikel. Meski demikian ada beberapa alasan yang akhirnya bikin aku balik lagi dan balik lagi. Bersih-bersih debu dan menata lagi rumah menulisku yang sekarang aku beri nama Mamajagoan (postingan kenapa milih nama ini akan tayang beberapa hari ke depan ya :p). Oiya, ini dia alasan-alasan yang bikin blogging itu nagih menurutku. Blogging is healing Menulis bagiku adalah salah satu cara ampuh untuk berkontemplasi dan berdialog dengan diriku sendiri. Hasil kontemplasi dan dialog itulah yang seringkali kutuangkan dalam tulis

Pengalaman Depresi Pasca Melahirkan : I am a Mom and I am just a Human

Gambar
There are a lot of things that make you feel guilt after being mom. Still, dont hold so hard on those thing. Let give ourself a room to make a mistake, forgive yourself and move forward Aku kira waktu itu aku berlebihan. "Hanya" gagal menyusui saja bisa membuat duniaku jungkir balik. Makan tidak enak. Susah tidur. Sign out dari semua sosial media. Merasa tidak becus menjadi ibu. Tidak bahagia. Sering menangis. Dan yang paling seram : merasa jauh dari anakku sendiri. Tapi itulah yang kurasakan. Berbulan-bulan pasca melahirkan. Rasanya ada yang tidak benar dengan semua ini. Tapi bukankah wajar memiliki penyesalan mendalam serta rasa marah kepada diri sendiri karena gagal menyusui?  Cerita tentang kegagalan menyusui adalah cerita yang akan selalu aku kenang. Waktu itu yang selalu terngiang adalah " If just I could .. " dan " If i just knew before ... ". Tetapi realita tidak dapat diubah. Entah karena kekurangtelatenanku, ketidakberdayaanku serta

Mempersiapkan Orang Dewasa Bahagia Tanpa Tergantung Materi

Gambar
Pagi ini aku tertegun setelah membaca sebuah artikel di mother.ly. Sebuah situs berisikan artikel-artikel seputar  motherhood yang menurutku cukup menarik (meskipun sejujurnya aku ga setuju dengan 'kebebasan'nya - you can scrolling their article and then you will know why ) untuk kupertimbangkan dan bahkan sesekali kubahas isinya dengan mas suami. Kali ini, tentang pentingnya mengajarkan rasa terima kasih kepada anak-anak kita dan bagaimana caranya. Dari beberapa poin yang diulas dalam artikel tersebut, saya tersentil dengan kalimat ini. Having too much stuff can hinder children's development of gratitude                                                                                                                                         - Christina Celmer And, i thought. Thats right!  Di Canbie, anak-anak tidak punya mainan sebanyak di Depok. Benar-benar limit, tidak lebih dari 6 jenis mainan : lego block, animal figurine, doctor set, boneka ikan, boneka beruang