100 Juta untuk 1000 Tawa

  • 11/30/2018 11:21:00 AM
  • By Athiah Listyowati
  • 2 Comments

Tawa riang terdengar setiap kali aku mendorong ayunan kesukaannya dengan kuat.

"Umiii, lebih tinggi lagiii!", celoteh si kecil.

"Kecepatan penuh, Umii!", tambahnya.

Aku pun segera memberikan apa yang ia inginkan.

"Yuhuuu, kecepatan penuhhhh. Terima ini!", aku menimpalinya sambil dengan menirukan suara tokoh kartun kesukaannya.

Ia tertawa lagi.
***

Seandainya aku bisa membuat playground sederhana seperti ini kelak ketika kembali, betapa banyak tawa yang bisa kudengar setiap hari. 


***
Itu yang terpikir olehku bila aku memiliki uang 100juta : sebuah tempat yang menjadi perantara tawa anak-anak. Bila kubayangkan, penampakannya akan seperti ini : sebuah tempat lapang dipenuhi rumput dan sebuah pohon besar yang rindang. Di tengah tanah lapang itu akan kubangun tempat bermain sederhana : 2 buah ayunan, 1 buah jungkat jungkit, 1 buah perosotan dan aneka permainan olah fisik yang seru dan menantang adrenalin (namun cukup aman untuk anak-anak). 



Commonwealth Park, salah satu playground yang pernah kami kunjungi di Canberra
Selain itu, aku juga ingin membangun sebuah panggung : untuk mendongeng, untuk pertujukkan seni juga untuk mendengarkan cerita dari setiap anak. Juga akan kubuat sebuah rumah panggung, di mana di dalamnya berisi buku-buku yang akan kubawa setiap akhir minggu agar bisa dinikmati oleh siapa saja yang mencari tawa di hari itu. Ingin juga kutemui ayah dan ibu yang antusias membersamai anak-anak mereka bermain sekaligus belajar. Dan semuanya FREE. 

Bila uangku tidak cukup untuk memenuhi impian yang terlalu muluk itu, biarlah aku membangun sebuah taman bermain super sederhana. 

Taman bermain umum super sederhana di dekat granny house kami, di dekatnya ada semacam rawa-rawa
Mungkin cita-citaku 100jutaku amatlah sederhana. Bahkan mungkin terlalu biasa buatmu. Tapi bagiku, bisa mengajak anak-anak tertawa adalah cara tepat untuk menjadikan mereka orang dewasa yang bahagia pula. Dengan bermain di luar rumah (tanpa gadget tentu saja), anak-anak menjalani harinya dengan lebih sehat jiwa dan raganya. Aku berkali kali mendengar celoteh Ali ketika ia kubawa kemari "Umi, hari ini Ali happy", masyaAllah. 

Bila menyediakan taman bermain untuk umum seperti ini bisa menjadi jalanku untuk mengajak ibu dan ayah kembali membersamai masa kanak-kanak para ananda, tentulah aku akan benar-benar membangunnya. Hmm, 100jutatentulah begitu mudah bagi Allah. Aku tidak pernah tau apakah impian ini akan berhenti ketika kau membacanya. Atau kelak akan menjadi sesuatu yang nyata.



You Might Also Like

2 comments

  1. Semacam membuat paud ya mbak Lis? ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, biasanya di PAUD-PAUD ada pojok bukunya juga kah? Keren uey! -maklum belum pernah nyekolahin anak

      Hapus

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)