Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Review Buku Lagom : The Swedish Art of Balanced Living by Linnea Dunne

Gambar
Its been a long-long-long time for me to write a book review seriously. But, because here, i have a chance to grab book freely (just become a member of public library). Its not fair if I just enjoy the book by myself. I hope, this (and insyaAllah next review) review will help you to choose a good book for your super curious brain 😇 Lagom (lah-gom)  adalah istilah yang sedang hits akhir-akhir ini. I dont know why.  Mungkin salah satunya karena inti dari budaya lagom ini menarik untuk dipelajari. Saya sendiri me- request  buku ini dari perpustakaan setelah melihat postingan salah seorang selebgram berisi tumpukan buku yang (sepertinya) sedang ia baca. Dari tampilan covernya, sepertinya cukup menarik. Maka seperti biasa, saya mencari reviewnya di Goodreads (walaupun sejujurnya review di Goodreads tidak 100% saya pakai sebagai pertimbangan) dan ternyata memang sedang booming.   Dunne, penulis dari buku ini adalah ibu dari 2 anak, mengaku sebagai seorang feminis, bekerja sebagai

Rekomendasi Dokter Anak di Depok

Gambar
Kalau anak sakit rasa-rasanya hati nyut-nyutan banget ya Ma. Kalau bisa kita aja deh yang sakit, anak anak mah jangan. Tapi ya memang usia-usia mereka rentan banget sama sakit, bagaimanapun harus kita yang menjaga supaya pas sakit pun penanganannya tepat. Bicara soal penanganan yang tepat, saya adalah tipe ibu yang tidak selalu ke dokter saat anak-anak sakit. Ada beberapa hal yang saya pasti langsung ke dokter siy : demam lebih dari 40 dercel dengan lemas dan kurang respon, diare dengan darah, anak menangis kesakitan dan tidak bisa ditenangkan dengan apapun, terluka besar dan membutuhkan penanganan khusus, demam lebih 3 hari. Selain kondisi di atas, selama anaknya masih nyaman dan tidak ada keluhan, biasanya saya berikan penanganan di rumah, misal : bibir terbentur, diare tanpa darah, batpil atau roseola.  Nah, kalaupun harus ke dokter, saya usahakan ke dokter pilihan saya ini, dokter Rastra. Beliau praktik di RS Hermina Depok dan sepertinya beberapa RS lain (namun saya biasan

Rekomendasi Dokter Kandungan dan Bidan di Depok

Gambar
Bakal bolak balik ke nakes selama kurang lebih 9 bulan plus nanti pengen dibantu saat lairan tentu saja membuat para bumil hati-hati dalam memilih dokter kandungan/bidan, ya ga siy? Bahkan yang antriannya mengular naga panjangnya bukan kepalang pun tetap dijabani bila hati sudah terpaut (nah!) Saya pun demikian, bukannya perfeksionis, tetapi masalah hati kan ga bisa dipaksa ya? Mau melahirkan pengennya dibantu oleh orang yang sudah kita kenal. Kecuali emergency >,< (seperti saya waktu itu, akhirnya siapa saja deh yang ada stand by di UGD). Setelah saya timbang-timbang, bila kelak saya diberi rejeki anak ketiga dst (eh), ada 1 dokter dan 1 bidan yang akan saya pinang menjadi tim 😏 Sebelumnya, saya pengen share dulu sosok dokter/bidan recommended menurut saya ya. Memeriksa dengan seksama dan mau menjawab dengan baik ketika kita bertanya. Memberi opsi untuk masing-masing kondisi, serta memberitahukan risk and benefit dari masing-masing opsi (serta menyerahkan pilihan