Rekomendasi Dokter Kandungan dan Bidan di Depok

  • 12/17/2018 02:49:00 PM
  • By Athiah Listyowati
  • 1 Comments

Bakal bolak balik ke nakes selama kurang lebih 9 bulan plus nanti pengen dibantu saat lairan tentu saja membuat para bumil hati-hati dalam memilih dokter kandungan/bidan, ya ga siy? Bahkan yang antriannya mengular naga panjangnya bukan kepalang pun tetap dijabani bila hati sudah terpaut (nah!)

Saya pun demikian, bukannya perfeksionis, tetapi masalah hati kan ga bisa dipaksa ya? Mau melahirkan pengennya dibantu oleh orang yang sudah kita kenal. Kecuali emergency >,< (seperti saya waktu itu, akhirnya siapa saja deh yang ada stand by di UGD). Setelah saya timbang-timbang, bila kelak saya diberi rejeki anak ketiga dst (eh), ada 1 dokter dan 1 bidan yang akan saya pinang menjadi tim 😏 Sebelumnya, saya pengen share dulu sosok dokter/bidan recommended menurut saya ya.

  1. Memeriksa dengan seksama dan mau menjawab dengan baik ketika kita bertanya.
  2. Memberi opsi untuk masing-masing kondisi, serta memberitahukan risk and benefit dari masing-masing opsi (serta menyerahkan pilihan kepada pasien).
  3. Mengedukasi dengan rasional, bukan dengan scare tactic belaka.
  4. Terbuka untuk berdiskusi dengan setiap pasiennya.
Nah, dari kriteria-kriteria itu, saya baru nemu 1 dokter dan 1 bidan yang saya percaya niy. Dokter kandungan favorit saya adalah dr. Dewi Kooskurniawati Sp. OG. Biasanya saya periksa ke beliau di RS Hasanah Graha Afiah. Mungkin beliau juga praktik di tempat lain ya, tetapi RS HGA yang paling dekat dengan rumah saya, jadilah saya periksa kehamilan di sana. Dokter Dewi ramah, detil dan bisa dibilang senantiasa membuat pasien optimis. Pada kehamilan kedua, saya hendak ikhtiar untuk VBAC, dan beliau sama sekali tidak mencibir apalagi menolak usaha saya. Walaupun akhirnya saya melahirkan dengan dokter jaga, tetap dari awal beliau mendukung pilihan saya untuk VBAC. 

Nah, selain ke dokter, saya juga periksa ke bidan. Apa alasannya? Karena di bidan saya lebih leluasa untuk bertanya bahkan sekaligus belajar prenatal yoga. Bidan pilihan saya adalah Bidan Maya. Beliau berpraktik di rumahnya di Perumahan Atsiri, Citayam. Nama kliniknya Rumah Sehat Bunda (bisa difollow ya Bun facebooknya). Beliau masih muda tetapi pemikirannya tentang hamil dan melahirkan terbuka. Termasuk mendalami gentle birth dan saat ini sudah melanjutkan pendidikan kebidanan ke jenjang yang lebih tinggi. Pengalamannya menolong ibu yang hendak VBAC juga semakin banyak semenjak saya ditemani beliau tahun 2015 lalu. Selain periksa kehamilan, saya juga mengikuti kelas prenatal di klinik beliau loh. Orangnya santai dan kalem, jadi kita juga ikut kalem 😙

Bagi saya penting sekali menemukan provider kesehatan yang peduli dengan hak pasien,terutama hak ibu melahirkan, yaitu melahirkan dengan nyaman dan aman, serta didukung untuk menyusui. Melahirkan di rumah sakit bila tidak tepat memilih akan ada banyak barrier. Kaitannya dengan aturan RS dan SOP misalnya. Berapa lama bukaan harus ditunggu, apa yang dilakukan bila ketuban sudah pecah, berapa lama akan ditunggu, apakah boleh menggunakan gymball selama menunggu proses bukaan atau hanya boleh tiduran saja di bed, apakah boelh makan dan minum selama kontraksi atau hanya boleh diinfus, dst. Saya sendiri memilih untuk menunggu bukaan lengkap di rumah, tidak di-deadline dengan SOP RS, tidak pula merasa waktu terbatas. Namun untuk seperti itu tentu harus paham bagaimana mengelola rasa sakit dan mengetahui kegawatdaruratan yang menjadi tanda harus segera menuju RS. 

Memilih provider memang seringkali bikin hidung dan jantung kembang kempis ya, banyak yang awalnya manis namun saat persalinan galaknya bukan main. Hehe, apakah dirimu merasa dikhianati Mam? Semoga tidak ada yang mengalaminya ya. 

Sekian sharing saya kali ini ya, semoga bermanfaat para Mama.






You Might Also Like

1 comments

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)