Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Cerita Melahirkan #2VBAC

Memasuki bulan Nopember, rasanya makin deket sama lairan. Ga kerasa kayaknya baru berapa bulan lalu mual-mual plus hypersaliva, tiba-tiba udah waktunya siap-siap berjihad (lagi). Terus terang menghadapi lairan kali ini agak berat, ada semacam emotional baggage di pundak -maklum, buat kalian yang tau blog ini karena cari pengalaman VBAC, bahkan mungkin nyempetin contact aku via email atau IG untuk nanya-nanya lebih lanjut, aku khawatir kalua apa yang aku share ke kalian ga bisa aku jalanin dengan baik -yang berakibat pada proses melahirkanku kali ini. Agak aneh kali ya, tapi beneran deh, ga selalu apa yang udah kita omongin itu mudah untuk dijalanin, apalagi untuk yang kedua kalinya. Ga tahan sama kekhawatiran kayak gitu, maka satu-satunya cara ya cerita, sama siapa lagi kalua bukan ke suamiku, pokoknya dia tempat sampah. Mau ga mau wajib nerima segala uneg-unegku ;P Daripada jadi bisul atau aku umbar di sembarang tempat kan? Mending galau-galau ke dia aja. Alhamdulillah tanggapan

Pengalaman Periksa Retina (Rekomendasi Dokter Mata Pro Normal Di Depok)

Was was, jujur itu yang terbersit semenjak awal trimester 3. Ketika tiba-tiba dokter spesialis kandungan langganan memintaku periksa kondisi retina mata, tentu saja bila aku masih bertekad melahirkan normal.   Tapi apa benar metode melahirkan yang dipilih berpengaruh pada potensi lepas tidaknya retina? Apa benar mengejan bisa membuat retina rusak atau lepas? Kondisi mata minus tinggi seringkali menjadi penghalang Ibu ingin melahirkan normal. Apa pasal? Dokter kandungan mereka mengatakan bahwa mata minus berisiko untuk melahirkan normal. "Nanti retinamu lepas loh!"  Sejujurnya, sejak mengenal pentingnya evidence based dalam setiap diagnosa oleh tenaga  medis, saya lebih hati-hati (dan tidak mau asal pasrah bongkokan) dalam mencerna diagnosa/informasi yang mereka sampaikan. Bukan semata-mata karena saya sok keminter, toh kedudukan kita dengan tanaga medis kan setara ya?Yaitu antara pemberi jasa dengan klien-nya. Jadi kita punya hak kok untuk berpendapat dan berdiskusi, s

Dari Dugaan Lambat Bicara Berbuah Cinta Membaca

Gambar
"Abah, kalau paus mamalia kan ya?' "Bener Kak, Kakak dikasih tau Bu Guru ya?" "Nggak, aku baca (red = lihat) di buku "  Mungkin bagi kalian percakapan antara Kakak (anak pertama saya) dan Abahnya di atas terdengar amat biasa -dan normal. Namun bagi saya, Ibunya, percakapan tersebut terasa amat luar biasa. Apa pasal? Karena sekitar 4 tahun lalu, saat usia Kakak belum genap berusia 2 tahun, kami pernah dag dig dug menunggu ia mengucapkan kata-kata seperti teman-teman seusianya. Jangankan memikirkan kelak ia lancar membaca, bisa mendengar ia memanggil nama kami saja rasa-rasanya lebih dari cukup. Anakku Didiagnosa Lambat Bicara Memasuki usia 18 bulan, tepat ketika Kakak memenuhi jadwal vaksinasi, Dokter sekaligus mengecek tumbuh kembangnya dan bertanya apakah Kakak sudah mulai mengeluarkan satu-dua kata bermakna. Deg!  Saya terasa diingatkan bahwa saat itu sangat mungkin saya terlalu santai sampai-sampai tidak memperhatikan kemampuan bicaranya. Ad

Cerita Hamil #1 : Suka Duka Jadi Ibu Hamil di Rantau

Gambar
Ibu hamil muda dan merantau? Double trouble atau berkah ? Holaaa! Akhirnya seri #DumaresqDaily berlanjut juga ya Allah! FYI, udara di Dumaresq udah mulai ga nyantaii, akhirnya sekarang baju-baju winter  mulai kepakai lagi, bye bye kaos oblong enak kesayangan *huhuhu Seri ini agak maju mundur mau dibuat, tapi siapa tau ada gunanya buat buibu lain yang nanti bakalan merantau ke negeri seberang dan mengalami hal yang sama. Jadi gaes, sekitar beberapa bulan terakhir ada beberapa kali aku dan suami drama banget. Seingetku sejak Desember tahun lalu. Pas banget the day  mau berangkat ke Melb tetiba aku kena serangan mual >,< Mana telat pula beberapa hari. Jadi pikiran udah kemana-mana (maklum aku KB Alami Club). Sempet ada wacana mau ga jadi berangkat, tapi aku sayang duid secara airBnB, tiket kereta PP semuanya udah lunas (jujur banget). Akhirnya setelah istirahat bentaran aku bisa memaksa diri buat jalan ngejar bus. Dan besokannya ternyata ga berlanjut tuh drama ~hahaha Kar

Babymoon? Pesan Hotel Di Pegipegi Aja!

Gambar
Memasuki usia kehamilan trimester 2 biasanya para bumil sudah mulai bisa menikmati kehamilannya. Begitu juga dengan saya yang minggu ini memasuki minggu kehamilan ke-26, sudah tidak lagi merasakan mual, stamina-pun sudah kembali normal. Namun demikian, bagaimanapun ibu hamil memiliki keterbatasan energi dan perlu membatasi gerak jangan sampai kecapekan bukan? Nah, booking hotel aja yuk ! Sejenak off dari pekerjaan kantor atau mengurus rumah sambil menikmati masa-masa hamil dengan perut yang mulai membesar, anggap saja sebagai momen babymoon. Babymoon di hotel, menurut saya, selain tidak menguras banyak energi juga bisa menjamin bumil dan keluarga tetap happy . Untuk itu, kita perlu  hotel yang mampu memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga. Apalagi bila ini bukan kehamilan anak pertama ((SEPERTI SAYA)), tentu selain bumil dan pakmil, si Kakak juga perlu diberi perhatian khusus bukan? Menikmati momen-momen kehadiran keluarga baru terasa semakin seru dan hangat -bahkan

What To Bring When You Will Live Abroad

Gambar
Its near July, and its mean, some big universities abroad will start a new semester. Lewat tulisan ini saya mengucapkan selamat datang dan selamat belajar khususnya bagi teman-teman yang memilih untuk meneruskan perjuangan di Canberra 😘😘😘 So sad,   our time here almost end, its near the time for back for good.   Sebagai oleh-oleh sekaligus memoar, kali ini saya akan membagi beberapa hal yang menurut saya penting dipersiapkan untuk dibawa ke luar negeri saat pertama kali keberangkatan. A hint,  ada special section  untuk kalian yang membawa serta anak-anak balita seperti saya. Saya yakin siy, kalian pasti sudah bergerilya ke teman-teman yang sudah terlebih dahulu berpengalaman, but  saya berharap ada hal-hal lain yang bisa diambil setelah membaca tulisan ini. So, here we go! Dokumen Penting Terutama yang ada kaitannya dengan visa ya ~ dan bila anak-anak memasuki usia sekolah, jangan lupa untuk membuat sertifikat imunisasi. Karena sertifikat tersebut diperlukan sebagai sa

Setelah Jadi Ibu, Apa Kabar Mimpi?

Gambar
Ada yang bilang, setelah jadi ibu banyak wanita yang mau tak mau merelakan mimpinya tertunda. Benar atau tidak biarlah kalian menjawabnya sendiri. Impian, bagaimanapun menurutku amat penting dalam kehidupan setiap orang. Impian bisa kecil bisa besar, ukurannya tidak menjadi masalah. Yang lebih penting, seberapa besar efek impian itu terhadap tindak dan tanduk pemiliknya. Karena apa guna mimpi bila hanya sampai dipajang di kulkas tidak sampai dikejar bukan? Semenjak menjadi ibu, sejujurnya aku pernah mengalami titik di mana aku merasa tidak pantas bermimpi. Benar-benar tidak mampu, menyebutkan sebuah impian saja tidak berani. Saat itu dunia rasanya gelap bagiku. Tiada harapan untuk bisa bangkit, apalagi mengejar impian. Mungkin bagi sebagian orang penyebabnya sepele, tetapi sebagai ibu baru sepertiku, hal ini sama sekali tidak sepele. Ini penting dan begitu besar dampaknya terhadap rasa percaya diriku menjadi seorang ibu. Aku, saat itu, gagal menyusui anakku. Bahkan setelah berte

Tergoda Piring Kotor (Ssstt, You Will Get Hidden Treasure)

Gambar
OMG, seriously there is no time for this! No offense,  hampir semua orang pernah mengalami kondisi kayak gitu kok -merasakan too little time to do so many things , :p Everyone has the same time in a day right? Maksud saya, ga ada yang dikasih Tuhan lebih dari 24 jam dalam sehari. But why oh why , ada yang bisa superproduktif? Namun ada juga yang merasa zonk? Nothing I did this day. ROARRRR! Besokannya? Sama! Uh! Sabar, sabar, ini bukan postingan tentang super managable people  kok! Malah ini ditulis oleh saya yang masih sering banget selebor mengelola waktu. Sering banget muter lagu "masih ada waktu ..." Padahal sebenernya kamuflase aja karena masih pengen leha-leha. Zoooppss , waktu berlalu dan ga terulang : ga terasa tiba-tiba udah ganti taun. Dan menyesal karena merasa ga berkarya apa-apa di taun yang udah lewat. Apakah kamu juga begitu ? *nyaritemen Thats why  saya tertantang banget saat harus mulai disiplin mengelola waktu, setelah sekian lama merasa santa

Halal 101 At Canberra

Gambar
Hidup di negara minoritas Muslim, maka memastikan kehalalan makanan membutuhkan sedikit usaha lebih. Namun demikian, bukan berarti jadi susah kok! Sekali kita tau suatu produk halal dikonsumsi, then we can grab it every time we need arent we? Nah, kali ini aku pengen banget sharing tentang lika liku cari makanan halal di Australia khususnya Canberra. Tapi karena di seluruh Aussie bisa dibilang swalayannya itu-itu saja. insyaAllah produk yang sama pun bisa ditemukan di kota lain selain Canberra. Oiya, sebelum melangkah jauh, meski di Aussie juga ada semacam MUI-nya Indonesia, tetapi mencantumkan label halal di produk (terutama produk yang untuk dikonsumsi) bukanlah sebuah kewajiban bagi produsen makanan. Jadi, kalau di sini ga bisa cuma ngandelin label halal. Ada siy produk yang bener-bener berlabel halal, tapi jumlahnya ga banyak. Dan ada juga siy toko yang mengkhususkan hanya menjual makanan yang telah halal certified , tapi jumlahnya tidak banyak pun mungkin sekali tidak menyediak