Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Morning Miracle Routine Dan 9 Kebiasaan Baru Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Sebagai Ibu

Gambar
Mahatma Gandi said "Learn as you you were to live forever" . Then, Maya Angelou said, "When you know better you do better". And so on. Ada banyak banget magic words  yang bisa kita inisiasi ke dalam pikiran kita, kita pasang di pintu kulkas, kita jadikan wallpaper hape, atau mungkin poster hiasan di kamar,  wherever you think its will be remind you about become a live-long learner. Namun ada hal yang bisa membuat kita bertahan : niat (kalau bisa, yang lurus dan kuat) Bulan pertama di tahun 2019 hampir berakhir, any realize it?  Sejujurnya tahun ini saya tidak membuat resolusi khusus. Namun bukan berarti saya tidak berniat untuk melakukan sebuah perbaikan. Resolusi adalah niat baik yang akan tercapai hanya bila kita membuat detailed plan.  Kalau boleh dibilang, sukses yang ingin kita capai di akhir tahun kuncinya ada di our daily day to day.  Sebuah resolusi besar tidak mungkin dapat dicapai tanpa hal-hal kecil yang kita lakukan untuk mencapainya. Misalnya saya

Persiapan Sekolah Si Kakak : Sebuah Gambaran Mamak Grogi

Gambar
Setalah memutuskan untuk menunda sekolah si Kakak (4 yo 11 mo) sekitar 4 bulan terakhir dan memilih untuk menghabiskan waktu bersama adik dan Umi di rumah, akhirnya masa untuk sekolah tiba. Per 4 Februari, insyaAllah Kakak akan masuk kindergarten (biasa disebut kindies) di sebuah sekolah publik dekat rumah kami. Terus terang, saya tetiba blank dan ikut grogi. Tinggal menghitung hari dan pikiran mengenai bagaimana nanti ketika kakak bersekolah pun bermunculan. Bagaimana kalau dia tidak betah (sekolah akan berlangsung dari pukul 9 pagi sd pukul 3 sore) dan tidak happy  bersekolah. Bagaimana bila ia kesusahan beradaptasi : dengan bahasa sekolah yang bukan bahasa Indonesia, dengan teman-temannya yang berbeda budaya, dengan jadwal keseharian baru yang akan sangat berbeda dari biasanya, dst. Sometime its make me so nervous.   Pertanyaan paling susah dijawab sebenarnya adalah : apakah selama ini saya sudah mempersiapkan dia dengan baik di rumah untuk akhirnya mampu bertemu dengan dunia l

Review Buku Goodbye, Things by Fumio Sasaki

Gambar
Semenjak pertama kali mengenal minimalism sebagai lifestyle (aku lupa di mana, sepertinya hasil dari blogwalking), aku memang sudah sejatuh cinta itu sama gaya hidup ini. Dan karena aku ngalamin sendiri gimana susahnya punya kebiasaan bebelian, aku merasakan bahwa lifestyle minimalist adalah jawaban. Tentu saja semakin yakinnya karena Allah sangat tidak suka dengan segala sesuatu yang berlebihan -apalagi plus tidak bertanggung jawab, dan juga segala sesuatu yang miss niatnya.  Nah Kak Fumio Sasaki (sok kenal banget we) bener-bener menulis sesuatu yang menurutku relate banget dengan aku yang dulu (semoga untuk sekarang dan seterusnya istiqomah serta berprogress). Punya barang banyak, beberantak, kadang kelupaan kalau punya-pas inget punya, barangnya udah rusk, bebelian tanpa ada pemikiran mendalam, kurang primpen sama barang-barang dan berakhir waste money plus kurang fokus. Kurang fokus sama tujuan hidup. Kurang fokus sama siapa sebenernya diriku sendiri dan apa yng ingin kucapa