What To Bring When You Will Live Abroad

Its near July, and its mean, some big universities abroad will start a new semester. Lewat tulisan ini saya mengucapkan selamat datang dan selamat belajar khususnya bagi teman-teman yang memilih untuk meneruskan perjuangan di Canberra 😘😘😘 So sad, our time here almost end, its near the time for back for good. 

Sebagai oleh-oleh sekaligus memoar, kali ini saya akan membagi beberapa hal yang menurut saya penting dipersiapkan untuk dibawa ke luar negeri saat pertama kali keberangkatan. A hint, ada special section untuk kalian yang membawa serta anak-anak balita seperti saya. Saya yakin siy, kalian pasti sudah bergerilya ke teman-teman yang sudah terlebih dahulu berpengalaman, but saya berharap ada hal-hal lain yang bisa diambil setelah membaca tulisan ini. So, here we go!



Dokumen Penting
Terutama yang ada kaitannya dengan visa ya ~ dan bila anak-anak memasuki usia sekolah, jangan lupa untuk membuat sertifikat imunisasi. Karena sertifikat tersebut diperlukan sebagai salh satu syarat untuk mendaftar sekolah. Kemarin saya tidak membuat karena awalnya saya berpikir untuk tidak menyekolahkan anak saya di sini. Ternyata anak-anak awardee AAS yang sudah memasuki usia sekolah wajib untuk bersekolah. Syukur alhamdulillah pihak sekolah mau menerimanya meski tanpa sertifikat resmi, hanya copy buku kesehatan anak yang biasanya saya bawa ketika memperoleh imunisasi selama di Indonesia.

Bila kalian berniat untuk memperleh pekerjaan yang ada hubungannya dengan menyetir (Uber Driver misalnya), jangan lupa membawa SIM internasional ya.

Uang Cash Sesuai Negara Tujuan (Secukupnya)
Tiba di negara tujuan sangat mungkin kita membutuhkan uang cash, misal untuk membayar taxi atau membeli makan siang di bandara. Sangat ssya sarankan untuk membawa uang cash sesuai mata uang negara tujuan sehingga tidak harus dibingungkan mencari mesin ATM. Apalagi menggunakan kartu yang bukan berasal dari bank setempat biasanya dikenakan biaya tambahan.

Pakaian Sesuai Musim
Membawa pakaian untuk tinggal di negeri orang kadangkala a bit tricky ya. Kayaknya pengen semua dibawa :p Itu mah kalau buat berlibur dan pengen OOTD. Kalau untuk tinggal lama di sebuah negara, saya sarankan untuk membawa secukupnya saja (bahkan saya hanya membawa 5 potong gamis :p) sesuai musim yang sedang berlangsung. Paling nyaman memang datang saat spring atau summer, karena secara umum pakaian apa saja yang biasa kita pakai saat di Indonesia masih nyaman dikenakan. Tetapi bila terpaksa datang saat memasuki musim gugur bahkan musim dingin, maka mau tidak mau, pakaian yang dibawa harus ditambah dengan perlengkapan yang mendukung (jaket yang hangat, sarung tangan, beany, kaos kaki cadangan (yang banyak), dan tidak lupa long john).

Makanan Instan/Kering

Hehe, penting banget karena ga semua orang bisa masak, dan ga semua orang ketemu temen sekamar yang pinter masak (:p) atau membawa istrinya serta. Maka saat awal-awal ketibaan sangat saya sarankan untuk membawa makanan instan/kering yang jelas bisa diterima oleh lidah Indonesia kita sebelum akhirnya bisa menemukan ritme memasak atau menemukan cara lain untuk mengisi perut. Untuk beberapa negara, memang mie goreng kesayangan kita si Indomie dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko swalayan terdekat. Namun ada juga beberapa cerita teman yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk bisa menemukan mie kesayangan kita semua ini :p

Perlu diingat, bahwa setiap negara memiliki aturan tersendiri tentang apa-apa saja yang boleh dibawa ke negara tersebut, termasuk bahan makanan. Jadi pastikan bahwa makanan yang kita bawa memang akan lolos pemeriksaan petugas. Jangan sampai deh baru sampai uah ribet bin riweh hanya gegara isi koper T,T Lis batal bawa sambal kacang jarena khawatir ga lolos, padahal keknya bakal aman sentosa siy. Cuma karena males ribet (maklum waktu itu belinya di buibu hits pasar, jadi ga bermerk) akhirnya diputuskan untuk ga dibawa. Sambel pecel kecintaan banget deh selama di Aussie, praktis dan langsung enak (no ribet ribet club), anak-anak juga lahap kalau dibikinin pecel ala-ala plus sambel kacang.

Bumbu Dapur

Ahaha, kedengerennya sepele ya, tapi bener deh! Urusan masak memasak jadi kebantu banget gegara kemarin Lis bawa aneka bumbu dapur bubuk dari Indonesia. Sekarang kan banyak banget yang jual ya, lengkap banget pula. Mulai dari kunyit, ketumbar, merica, bahkan sampai bumbu jadi untuk nasi goreng atau nasi kuning :p juga soto! Lis beli di Shopee, udah borong banyak dan habis di bulan-bulan pertama di sini, apalagi si terasi bubuk, duh citarasa Indonesia banget deh! Mana superpraktis buat bikin nasgor, tuang tuang dan langsung enak :p


Sumber Gambar
Obat-obatan
Utamanya obat-obatan generik yang memang sudah biasa kita/keluarga pakai ya. Kayak anakku biasa kalau demam pakainya parasetamol merk Tempra, aku siapin 2 botol untuk setahun. Selain itu juga bawa aneka minyak-minyakkan, mulai dari essential oil, minyak kayu putih, minyak kapak, juga obat buat sakit gigi, obat diare, Bye Bye Fever, plus lotion buat kulit kering, bahkan kasa, plus plesternya. Selain kita paham obat-obatan ini gunanya buat apa (sometime bahasa medis gampang-gampang susah ye kan?) juga kita paham cara makainya. Apalagi kalau punya penyakit khusus yang kambuhan (misal : alergi atau asthma), pastikan untuk ga lupa bawa obat-obatan yang dibutuhkan ya.

Dari obat-obatan kemarin, yang kepakai alhamdulillah ga banyak (pengennya ga makai sama sekali ya ga siy :p), yang hampir habis itu Tempra Parasetamol. Dan karena beberapa kali kena flu, Imboost yang isinya echinchea juga habis ga berbekas.

Plester, alkohol sama kasa juga kepakai pas Ali qaddarallah kena besi pembatas antara lantai karpet sama lantai kayu. Bener-bener berasa banget latian pas PMR di SMA alhamdulillah ada gunanya.

Alat Tulis Kantor
Believe or not, walaupun yang kita butuhin sesimpel kertas binder A5, tapi sangat mungkin di negara tujuan warganya ga biasa makai kertas kayak gitu, jadi susah banget nyarinya. Atau kalau ada-pun, harganya bisa berkali-kali lipat daripada di Indonesia :p So, aku saranin sisain bagasi untuk nampung ATK yang diperluin (khususnya kalau kamu pergi ke LN untuk melanjutkan pendidikan) Temen-temen suamiku sampai bela-belain minta dibawain pas dia balik ke Indonesia untuk jemput aku dan anak-anak. Se-butuh itu sama kertas binder :p

Mainan Favorit Anak
Menurutku ini penting, karena bagaimanapun anak-anak juga perlu diberi waktu untuk beradaptasi. Mulai dari lingkungan rumah yang baru, sekolah baru, bahkan teman baru. Keberadaan mainan favorit yang sudah terbiasa dia mainkan akan menjadi semacam penenang di tengah segala keriwehan pindah tempat tinggal. Tentu saja menyesuaikan dengan umur/kebutuhan anak ya, anak yang lebih kecil sangat mungkin lebih tidak membutuhkan hal semacam ini bila dibandingkan dengan anak usia 3 sd 7 tahun misalnya. Ali aku bawain lego yang udah biasa dia mainin di Depok, dan alhamdulillah its work banget!

Skincare
I am not a skincare athusiast, still aku tetep merawat kulit. Dan karena perkara kulit ini penting banget, jangan sampai nyesel karena ga nemu skincare yang cocok di negara tujuan. Mendingan bawa untuk persediaan selama 3-6 bulan pertama. Jadi ada spare waktu untuk nitip sama yang lagi balik atau cari pengganti yang setipe. Kalau bener-bener lupa dan ternyata susah nyari brand yang biasa kita pakai, hmm hmm problematika deh itu :P

Perlu ga siy bawa alat elektronik tertentu?
Selain HP/gadget sejenis (iPad/notebook) yang memang sudah dimiliki, you dont need to bring any electronic product. Di negara tujuan biasanya udah menyesuaikan dengan kondisi yang lebih cocok dengan kebiasaan masyarakatnya sehingga kita ga sulit nyari sparepart/service.

Akhirnya beres juga postingan kali ini, sayang banget waktu kemarin mau berangkat Lis ga sempet poto-poto isi koper yang riil :p Tapi insyaAllah udah kecakup semua kok sama list di atas. Selamat packing! Sukses yaa on your new chapter of live 😊  Ada yang kurang jelas atau mau sharing, sila isi isi komen di bawah yaaa ~


Komentar

  1. Banyak ternyataaaaa. Duuuhh ... ini termasuk salah satu alasan si partner belum siap lanjut kuliah di LN nih. Padahal saya yang semangat banget, karena yakin dia dan kami pasti bisa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga ribet kok Kak, beneran 😁

      Seru insyaAllah - banyak pengalaman baru

      Hapus
  2. Waduh , paling susah pasti obat-obatan ya. Kalau terpaksa beli di sana, berarti harus cari tahu dulu isi ramuannya apa saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, minimal harus paham nama generiknya 🤣

      Hapus
  3. Wah udah mau back for good yaa. Nanti dibahas juga Mba perintilan untuk dibawa pulang ke Indonesia apa aja, kayaknya lebih riweuh ya :P

    Waktu aku kuliah di LN makanan sih wajib banget, koperku penuh sama yang namanya kerupuk, bengbeng, kopi sachet favorit, kecap manis, sambel dll hahahaha selain bikin makanan lebih enak, biar nggak terlalu homesick huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Jane, suami program beasiswa linkage jadi hanya 1 tahun di Canberra.

      Perintilan pulang malah super praktis niy, bingung mau bawa pulang apa :p Palingan nanti beli oleh-oleh Paddy's Market

      Bener banget, bawa dari rumah semacam P3K buat lidah dan hati, biar smooth adaptasinya :p

      Hapus

Posting Komentar

Hi, nice to hear your inner-voice about my blog. Just feel free to write it here, but please dont junk :)

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Menggunakan Birthball Selama Hamil dan Melahirkan

Giveaway 3rd Anniversary : Ayo Menikah

Pengalaman Periksa Retina (Rekomendasi Dokter Mata Pro Normal Di Depok)